Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Nih Aga gak di tanya?" protes si bayi besar kesayangan Ibun pada Agam yang lupa jika ia tak berdua saja dengan SyahRaa.


"Apa sih, Ga!" SyahRaa pun lekas mendelik ke arah adiknya.


" Apa? kita ini kan kembar, kalau Kak Ala di tanya Aga juga harus di tanya!" tegasnya yang selama ini tak pernah di beda bedakan, dan Agam adalah orang pertama yang bersikap seperti itu padanya.


"Maaf, Ga. Maksud Mas kan satu satu di tanya nya, kak SyahRaa dulu habis itu Aga," ucap Agam yang tak enak hati namun ia gemas pada pemuda yang tak ada manis manisnya sejak pertama bertemu.


"Alasan!" sahutnya yang kini berjalan lebih dulu.


"Kenapa tuh anak?!" gumam SyahRaa bingung dengan tingkah adik kembarnya, tentu karna ia tak tahu jika Aga sedang menahan rindu pada Deeva yang belum jelas dimana hingga detik ini. Di tambah Aga harus ikut ke kampung halaman Ibun dan jadilah ia semakin uring-uringan tak jelas.


"Ayo, Raa. Kamu mau makan apa? sering kesini pasti tau kan tempat makan yang enak?" tanya Agam.


"Iya, ke persimpangan," jawab SyahRaa yang selalu tak mau saling tatap dengan pria pujaan para santriwati tersebut.


Keduanya berjalan di belakang Aga yang sudah lebih dulu menuju parkiran.

__ADS_1


"Aga--, mobil Mas disini loh," panggil Agam sambil tertawa kecil saat melihat Si bayi kebingungan di tengah jejeran kendaraan yang terparkir.


"Bilang dong!"


"Makanya jangan sok tahu, jalan duluan!" omel SyahRaa sambil berdecak pinggang. Meski hanya selisih beberapa menit lahir ke dunia, gadis itu serasa punya adik balita yang selalu memancing emosi dan rasa sabarnya.


"Cie.... belain mamas nya, ckck!"


Ledekan Agam sambil tertawa itu membuat SyahRaa dan Agam memberi reaksi yang pastinya berbeda, jika Tuan putri Pradipta itu langsung membulatkan kedua mata sembari mengepal tangan kuat, lain lagi dengan Agam yang menggigit bibir bawahnya agar tak tersenyum lebar saking ia senangnya, cukup senyum simpul dengan wajah sedikit merona.


.


.


.


"Ra, sudah sampai," ucap Agam setelah ia mematikan mesin mobilnya dan SyahRaa yang baru sadar itu langsung terlonjak.


"Ah, Iya."

__ADS_1


Ketiganya keluar dari mobil dan langsung masuk ke area rumah makan tempat langganan si kembar bersama keluarga, beberapa menu makanan sudah di pesan dan kini hanya tinggal menunggu semunya siap.


"SyahRaa dan Aga habis ini mau tetap di Rumah sakit atau pulang ke rumah kakek?" tanya Agam, ia menyebut nama si kembar satu satu karna tak ingin Aga marah marah lagi seperti tadi.


"Rumah sakit!" jawab SyahRaa cepat.


"Pulang!" berbarengan dengan sang Kakak Aga pun menyahut tak kalah lantang.


Jawaban berbeda dari kedua adik kakak itu pun membuat Agam mengernyitkan dahi lalu tertawa kecil karna melihat SyahRaa dan Aga kini saling tatap tak mau kalah.


"Pulang saja ya, Ra. Kamu pasti cape, nanti aku yang anter kalian," tawar Agam yang di iyakan oleh Aga tapi tidak dengan SyahRaa karna gadis cantik itu masih diam.


"Di rumah juga gak ada siapa-siapa," sahutnya kemudian.


.


.


.

__ADS_1


Kalau---, Ke pondok mau gak? biar ku kenalkan dengan Abi juga Ummi...


__ADS_2