Sagara

Sagara
Part 53


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Usai melaksanakan kewajiban bersama, pasangan baru itu pun berniat keluar untuk memanjakan lidah hingga perut terasa penuh. Senyum tak lepas dari Aisyah semenjak tahu jika Sagara tak pernah berpacaran sebelum menikah dengannya dan ia percaya itu.


Jadi, tak hanya Sagara yang beruntung karna kenyataannya Aisyah pun sama. Keduanya akan mendapat pengalaman pertama dari dalam diri masing-masing nantinya jika Hak dan Kewajiban sudah mereka lakukan yang entah kapan.


"Kamu mau apa?" tanya Sagara.


"Apa ya? makan apa aja kayanya enak deh," jawab Aisyah yang malah fokus pada jalan di hadapannya, ia yang baru ke ibu kota sungguh sangat menikmati apa yang kini ada di depan matanya.


"Seblak, mau?" tawar Sagara yang terkekeh.


"Hem, enggak. Itu aku bisa bikin di rumah," tolak Aisyah.


"Lalu apa? kalau kamu mau jajanan pinggir jalan ya begitu, kecuali ke Resto mewah, mau?"


"Aku takut gak ketelan, makan yang pasti pasti aja lah yang penting kenyang," ujarnya pasrah.


Sagara pun mengangguk, ia akan turuti semua mau istrinya tanpa terkecuali. Jangankan makanan, isi dunia pun jika bisa akan jatuh ke tangan Aisyah.


Pusat jajan ibu kota pun di pilih Sagara, untungnya saja ini bukan malam minggu, jadi tak terlalu banyak orang yang makan atau sekedar nongkrong disana.

__ADS_1


"Aku mau sate kambing ya," pesan Aisyah.


"Pakai nasi atau lontong?" tanya Sagara.


"Enggak, cukup itu saja."


Sagara yang mengangguk paham lalu bergegas ke kedai sate sedangkan ia masih bingung mau makan apa.


Satu persatu di lihatnya tapi tak ada satupun yang menggugah selera, terlebih memang belum ada rasa lapar di perut Sagara. Hingga menu yang sama pun di pilih olehnya sebagai pilihan akhir, jangan sampai Aisyah tak enak makan karena sendirian.


"Sate juga? tau gitu berdua aja sama aku," ucap Aisyah saat pesanan datang dengan menu yang tak berbeda sama sekali.


"Takut kamu gak kenyang.".


Cara makan, cara bicara hingga tatapan mata sungguh membuat hati pemuda tampan itu terus bergetar hebat. Ia tak menyangka akan bertemu dengan sosok Aisyah yang di luar ekspektasinya dalam mencari jodoh.


.


.


.

__ADS_1


Puas mengisi perut yang nyatanya tak hanya makan sate mereka pun akhirnya pulang dengan segala macam rasa yang ada di hati masing-masing kecuali rasa kenyang.


Hingga sampai dirumah pun langsung memilih masuk kedalam kamar.


"Jika tak ada aku, apa yang kamu lakukan?"


"Main," jawab Sagara, sambil naik keatas ranjang.


Meski menikah secara mendadak, tapi mereka berusaha untuk tak memberi jarak. Hidup normal layaknya suami istri meski rasanya canggung luar biasa.


"Nongkrong bersama teman-temanmu, begitu?"


"Hem, iya. Aku bisa gila jika terus terusan di dalam rumah ini sendiri, kecuali dulu saat ada Mama. Papa juga gak pernah ke luar kota kaya sekarang," ucapnya yang kembali sedih, meski ada Aisyah dalam hati Sagara tapi sosok Ibu tetap yang paling tinggi tahtanya bagi pemuda tersebut.


"Aku akan selalu disini bersamamu, jadi ku pastikan kamu tak akan pernah kesepian lagi, bagaimana?" balas Aisyah sambil mengusap pipi suaminya yang tersenyum kecil.


.


.


.

__ADS_1


Perjalanan kita masih sangat panjang, jangan berjanji untuk tak pergi karna yang kubutuhkan adalah saling bertahan dalam kondisi apapun...


__ADS_2