Sagara

Sagara
Part 122


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sedang lapar laparnya justru datang hidangan yang begitu nikmat dan sudah lama di damba, ya sudah pasti langsung di lahap oleh Sagara. Tak lagi memikirkan Si kembar yang tak ada di kamar, pria yang sudah segar secara mendadak itu menarik tangan istrinya yang hanya berbalut baju dinas yang sudah berbulan-bulan tak dipakainya lagi.


Meski sebenernya Aisyah tak terlalu percaya diri tapi ia yakin jika Sagara akan menerima apa adanya ia untuk saat ini sebab suaminya pun tahu bagaimana kondisi dan keadaannya dari semenjak hamil dan melahirkan. Ia tak se langsing dulu meski cantiknya tak berkurang walau dengan pipi yang membulat.


"Ini nyata, atau aku lagi mau otewe mimpi basah?" tanya Sagara saat sang istri sudah duduk di atas pangkuannya. Daging kenyal tak bertulang itu sangat terasa hingga memancing apa yang seharusnya nanti terjadi.


"Nikmatilah, sebelum anak anak di kembali kan oleh Mommy, kamu tahu kan jika Aga lebih posesif di banding kamu," ledek Aisyah yang kadang hanya bisa mengusap dadanya mohon sabarnya di perluas karna mengurus anak itu sama sekali menguras tenaga saking tak mau lepasnya.


"Saingan terberatku," jawab Sagara dengan nada kesal.


Pasangan yang baru mau mereguk nikmatnya surga dunia pun perlahan saling merayap sebelum ada di tempat tujuan yang sesungguhnya. Hal yang seharusnya terjadi pun akhirnya terjadi tanpa halangan.


.


.


.

__ADS_1


"Loh, kamu gak kuliah?" tanya Daddy Ricko, si mantan duda glowing yang sedang memangku Aga.


"Libur ah, capeeeeeeee!"


"Cape abis ngadon buat adek nya AgaSyah," ledek Mommy sambil mencibir.


"Cukup sekian dan Terima kasih, dua saja cukup sebagaimana peraturan dari pemerintah," jawab Sagara sambil terkekeh padahal ia tak ingin merasakan puasa panjang seperti ini lagi untuk kedua kalinya.


"Baguslah, gak usah banyak banyak."


"Irit ya kaya Mommy, satu aja. Eh mama juga satu tapi istriku langsung dua, keren gak tuh," balasanya dengan bangga.


Ceklek


Pintu di buka Sagara dengan tangan kanannya saja sebab yang kiri ia pakai untuk menahan tubuh monTOOK Aga dalam dekapannya.


"SyahRaa mana?" tanya Aisyah saat baru saja keluar dari dalam kamar mandi, pelepasan hebat yang wanita itu rasakan untuk pertama kalinya lagi membuat tubuhnya serasa remuk hingga harus mengumpulkan tenaganya lebih dulu.


"Baru tidur, nanti dianterin kesini kalau mau nyuSuU. Tapi entahlah, yang ada pas melek justru di bawa ke Mall," jawab Sagara sambil tertawa karna bocah kecil itu sudah tahu dinginnya AC pusat perbelanjaan.

__ADS_1


Tak hanya Sagara, Sang istri pun ikut kaget saat tahu putrinya sedang jalan jalan lalu pulang membawa tumpukan belanjaan tentu untuk Aga juga.


Sudah bisa di bayangkan, bagaimana jika gadis kecil itu nanti beranjak remaja dan dewasa. Tentu, Sagara akan meminta banyak banyak harta warisan dari Daddy dan mommy.


"Sayang, aku mau minta maaf," ucap Aisyah tiba-tiba. Sagara yang sedang bermain dengan putranya pun sontak menoleh.


"Maaf, untuk apa?" tanyanya bingung karna baru beberapa waktu tadi mereka justru baru sama sama menikmati indahnya penyatuan tubuh lagi.


"Maaf, jika aku kurang memuaskanmu. Apalagi bentuk tubuhku yang kini jauh dari kata sempurna," jawab Aisyah.


.


.


.


Justru aku yang rasanya ucapan terimakasih saja tak cukup karna kamu harus banyak melewati hal sulit demi memberiku gelar PanDaa..


__ADS_1


__ADS_2