
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Satu hal yang dirasakan Aisyah pagi ini adalah dinginnya suasana di meja makan saat sarapan bersama dengan suami serta papa mertuanya. Hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar untuk memencah keheningan di antara mereka bertiga yang tanpa suara, sedangkan Aisyah pun tak berani angkat bicara, ia masih sungkan, malu dan pastinya canggung di depan dua pria tersebut.
Sagara yang biasanya jarang sarapan atau sering tak menghabiskan makanan pagi ini justru berbanding terbalik. Papa Zico bahkan sampai mengernyitkan dahinya saat melihat piring makan Sang putra tunggal kosong tak bersisa, Papa Zico tak berani bertanya atau menyindir anaknya karna ia yakin ada alasan di balik sikapnya pagi ini.
Ya, Sagara Revan Pradipta memang sengaja melakukan itu meski rasanya ia ingin muntah saking kenyangnya, di tambah ia sudah lama tak lagi sarapan sepagi ini, Sagara biasanya akan mengisi perut kosongnya itu di jam istirahat nanti.
Tapi berbeda dengan sekarang, ia harus menemani Sang istri sampai perut wanita itupun kenyang, Sagara hanya khawatir Aisyah sungkan meminta apapun di rumahnya saat ia tak ada.
"Aku sudah selesai," ucap Sagara sambil bangun dari duduknya setelah melihat Aisyah sudah meletakkan sendok dan garpu di atas piring yang kotor.
__ADS_1
Sama seperti Sagara, ia pun mengikuti suaminya keluar dari bangunan mewah tersebut setelah berpamitan secara singkat pada Papa Zico.
Jika kemarin Aisyah tak tahu apa apa, berbeda dengan pagi ini yang ia baru sadar jika setiap sudut rumah mertuanya sungguh menakjubkan keindahannya sebab semua ini atas keinginan Almarhumah Mama Aluna, Papa Zico hanya membeli lahan tanah kosong yang sangat luas lalu desain, model hingga isi bangunan mewah tesebut ia serahkan pada istri tercintanya sesuai apa yang di impikan wanita itu, sebab rumah sendiri adalah surganya seorang istri meski sebenarnya tak perlu besar dan bagus jika memang suami tak mampu mewujudkan.
Tak hanya itu, deretan mobil mewah dan motor besar Sagarapun mampu membuat wanita itu tercengang kembali bahkan menelan salivanya kuat kuat, ia yang biasa melihat benda seperti itu di televisi atau di sosial media kini justru ada depan matanya.
"Nanti aku akan minta Olla datang kemari untuk menemanimu, jika lapar dan ingin sesuatu jangan di tahan ya, minta saja pada pelayan dan jangan sungkan sungkan sebab kamu adalah Nona muda disini," ujar Sagara.
"Iya, jangan khawatir, belajar saja sana yang benar. Isi soal ujianmu dengan cara berpikir bukan dengan hitung kancing," ledek Aisyah yang geli sendiri jika sadar suaminya adalah siswa SMA, pamitnya pun bukan untuk mencari nafkah melainkan untuk menuntut ilmu.
"Aih, iya Ibu Guru," sahut Sagara dengan nada kesal padahal jauh dalam hatinya ia pun malu sendiri.
__ADS_1
Aisyah melepas kepergian suaminya setelah ia mencium takzim punggung tangan Pemuda tersebut yang ternyata pagi ini akan berangkat ke sekolah menaiki mobil Sport berwarna hitam metalic miliknya hadiah dari Daddy Ricko yang iseng membelinya cucu kesayangannya tersebut.
Setelah di rasa Sagara menghilang dari pandangan, Aisyah pun kembali masuk dengan otak yang terus berpikir apa yang akan ia lakukan setelah ini, dan ia yang memang sedang sedikit melamun di kagetkan dengan suara wanita di belakangnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Aiiiiiiiiish, Mommy datang, Sayang...