Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Aga yang sudah sampai di kampus langsung mencari sosok Deeva yang kembali hilang bagai di telan bumi. Nomer ponsel gadis itu tetap aktif hanya saja tetap tak mau menerima panggilan telepon dari Aga begitu pun dengan pesan yang di kirim ahli waris Pradipta.


"Nia, liat Deeva gak?" tanya Aga yang untungnya saja bertemu dengan teman satu kelas Deeva.


"Wih, mimpi apa nih aku semalam di tanya sama Aga," kekeh gadis itu, bukan nya menjawab Nia justru menggoda AgaSyah yang sudah terkenal menjadi teman dekat Deeva.


"Cepet jawab!"


"Iya deh iya, gemesin banget sih! Pantes Deeva bucin banget sama kamu," sahutnya yang kini sembari tertawa kecil.


Mendengar hal tersebut bukan rasa bangga dan senang yang di rasa kan Aga, malah hatinya seperti tercubit perih karna Deeva tak lagi seperti yang di katakan Nia barusan. Deeva tak lagi dekat dengannya karna terbukti hari ini saja Aga harus susah payah mencari Deeva.


"Dimana ih?!" tanya Aga lagi sambil mendeSaaH kesal.

__ADS_1


"Barusan ketemu di toilet, tunggu aja disana, kalau kalian berjodoh pasti ketemu," ledek Nia yang sehabis itu langsung kabur padahal Aga belum bertanya toilet mana yang di maksud Nia.


"Ok lah, kalau jodoh pasti ketemu!"


Aga melanjutkan langkahnya menuju toilet terdekat tapi hasilnya nihil saat beberapa mahasiswi mengatakan jika tak ada Deeva di dalam, dan pastinya Aga tak akan mudah menyerah sebelum ia membuktikan omongan yang di lontar kan Nia beberapa waktu lalu.


"Dee--, " panggil Aga saat melihat Deeva baru saja keluar dari toilet.


Merasa di panggil Deeva pun reflek menoleh dan betapa terkejutnya gadis itu saat melihat Aga berlari ke arahnya.


"Aga cari cari Deeva, akhirnya ketemu juga," ucap Aga seolah tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka, ia masih bicara lembut padahal gadis di depannya sudah tak ingin menatapnya lagi.


"Emang gue punya utang sama lo? sampe di cariin. Aneh!"


"Iya, Aga aneh liat Deeva kaya gini, Aga juga aneh gak ada kabar dari Deeva, boleh gak Deeva balik lagi ke Aga?" mohon bayi besar kesayangan Ibun.

__ADS_1


"Gak! pergi dan jangan pernah ganggu gue! lo itu punya kuping dan otak gak sih? berapa kali gue minta ini sama lo, masih gak paham juga, dateng lagi, telepon lagi, chat lagi. Lo pikir gue itu emak lo, hah?!"


Deg..


Sakit lagi, itu yang kali ini di rasakan oleh Aga, ia yang ingin lupa dengan kejadian kembali malah justru di perparah dengan Deeva mengulang sikap kasarnya yang membuat Aga tak habis pikir.


"Salah Aga apa? Aga minta maaf, Dee. Tapi jangan kaya gini, Aga bingung," lirihnya lagi. Ia tak pernah sekacau ini dalam urusan perempuan.


"Gak perlu bingung, gue cuma mau di antara kita anggap aja gak pernah saling kenal lagi. Yang udah pernah terjadi gue mohon lupain ya, jangan pernah panggil atau sapa gue lagi," ucapnya yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Aga, ia sama sekali tak memberi kesempatan pada pemuda itu untuk menjawab bahkan Deeva berlalu tanpa melihat ada cairan bening menggenang di pelupuk mata AgaSyah.


.


.


.

__ADS_1


Sejauh apapun kamu pergi, ku persilahkan jika ingin kembali. Karna apapun yang terjadi padamu meski tanpa ku tahu, kamu akan tetap menjadi pemenangnya, Dee...


__ADS_2