
setelah mengantaran Nara pulang Sagara juga segera pulang kerumah , sampai di depan pintu sagara berhenti Dengan perasaan campur aduk, perasaan menyesal sudah membawa anak kucing ini , apalagi papanya sebentar lagi pulang dari kerjanya.
Sagara secepatnya memasukan anak kucing itu ke dalam tas dan sedikit terbuka supaya ada oksigen pada anak kucingnya, tidak peduli nanti buku bukunya pada bau karena kucing yang udah kecebur got itu , yang penting sagara selamat dari papanya.
saat melangkah ke dan memegang gagang pintu Abimanyu penepuk pundak Sagara membuat saga menoleh.
"Tumben pulang jam segini?". tanyanya heran biasanya Sagara Pulang malem sekarang pulang sore, tidak heran papanya menyakan hal itu.
"kenapa?. aneh ya saga pulang sore?".
"Biasanya gak nanyain , yang selalu papa tanya cuman Azka dan azka".
Sagara masuk kedalam mau lama lama mengobrol dengan papanya. setelah masuk sudah ada seorang perempuan yang berdiri menyambut kedatangan suaminya. iya dia Amanda Maheswari ibu tiri dari Sagara dan juga ibu kandung dari Azka pradifta.
Sagara yang menatap sejenak ibu tirinya itu langsung pergi melangkah ke kamarnya. Tapi lengan tangan kanannya Sagara di tahan oleh Amanda, Sagara yang melihat menepis tangan Amanda dari tangannya.
"Jauh jauh dari tubuh saya!". Bentaknya tidak suka.
"SAGARA!". Bentak papanya yang melihat istrinya di bentak oleh anaknya dengan tidak sopan.
Sagara menatap papanya dingin lalu pergi ke kamarnya , tidak peduli papanya teriak teriak memanggil namanya.
"SAGARA TURUN KAMU!".
"sudah mas gak usah di bentak terus , kasian Sagaranya". ucap Amanda mencoba menenangkan suaminya.
Azka yang mendengar keributan itu keluar dari dapur karena kebetulan lagi membuat mie instan.
"ada apa lagi ma? pa?".
"gak ada apa apa nak, Mama cuman mau ngobrol sama saga tadi". Ucapnya lembut
"Tapi Sagara gak mau, terus papa marah marah". lanjutnya menjelaskan.
Azka menghela nafasnya, lalu mengusap pelan punggung mamanya sambil memeluknya. "sabar ya ma, nanti pelan pelan Sagara akan luluh".
"anak seperti dia gak akan bisa baik, udah turun temurun sama mamanya , gak beda jauh". ucap Abimanyu tegas lalu pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Sagara tidak sengaja mendengar ucapan papanya , lalu terkekeh geli tidak percaya papanya akan mengatakan hal itu.
"bukannya papa ya, yang kayak gitu. padahal mama baik orangnya". ucap Sagara bermonolog sendiri.
...••••••...
Di rumah Bella yang terbilang sederhana tapi penuh kenyamanan baginya.
Baskara yang setiap mengantarkan pacarnya itu selalu mampir dulu kerumah Bella , untuk menyapa ibu dari bella.
"Sore bunda , gimana hari ini baik baik aja kan?". Ucap baskara sembari menyalimi Rossiana ibu kandung dari Bella.
Kenapa baskara memanggil ibu Bella dengan bunda, kenapa gak Tante aja?. Karena menurutnya jodoh dan yang akan dinikahi baskara itu ya Bella dan Rossiana itu akan jadi mertuanya , jadi dengan pedenya baskara nyebut bunda.
"Baik baik aja kok nak". Jawab Rossiana tersenyum ramah.
"Kalian ngobrol ngobrol aja dulu ya , bunda mau ngambil minum buat baskara". Lanjutnya.
"Gak usah repot repot. gakpapa". Jawabnya basa basi.
"Udah gakpapa biasanya juga ngerepotin". Ujar Rossiana lalu pergi melangkah pergi ke dapur.
Bella yang memperhatikan interaksi antara bunda dengan pacarnya itu hanya terkekeh kecil.
Bella berbalik dan melangkah ke kamarnya.
"mau kemana?". Tanyanya , yang langsung di toleh olehnya lalu mengangkat alisnya.
"Bella may kekamar ganti baju. Mau ikut?". Tanyanya tersenyum jahil.
"Apasih , enggak nanya doang mulai deh". Ucap baskara dengan tidak malunya langsung duduk di sofa rumah Bella.
Iya gakpapalah karena rumah Bella sudah seperti rumahnya sendiri. Dan Bella dan Rossiana tidak mempermasalahkan semuanya. Pintu terbuka buat baskara dan teman temannya Bella.
Bella tidak menghiraukan dia langsung masuk kekamarnya. Sedangkan baskara menikmati kripik singkong yang ada di meja di hadapannya, sambil main hp.
Tring...
Suara pesan dari hp baskara membuat Abas memberhentikan aktivitasnya dari nyemil. Dia liat dari layar hpnya siapa yang ngirim pesan. Seketika mukanya berubah dingin dan tidak mau menekannya. Dia abaikan lalu mematikan daya hpnya. Dan melanjutkan menyemil.
Sagara🧊
Lo dimana bas?
Terdapat pesan sagara di layar hp baskara yang membuat Abas enggan untuk menekan. Karena baskara masih marah kan sama saga atas perkataan Sagara tadi.
__ADS_1
Rossiana yang dari dapur menghampiri baskara yang tengah duduk di sofanya.
"Kenapa nak ko kelihatan kesel gitu?". Tanya Rossiana pada abas sambil duduk di sebelahnya dan meletakkan segelas air putih.
Baskara membalas dengan senyuman dan menggelengkan kepalanya.
"Gakpapa bunda".
"Bunda cuman ada air putih aja maaf ya".
"Gakpapa bun lagian air putih juga di minum". Baskara terkekeh kecil lalu melirik ke Bella yang keluar dari kamarnya dengan style baju tidur couple pemberian baskara.
"Masih dipake aja itu baju". Ujar baskara sambil tersenyum.
"Ih kenapa kan masih bisa dipake". Jawab Bella sambil duduk.
"Sayang banget kayaknya Bella sama kamu bas, buktinya itu baju pemberian kamu setahun yang lalu masih dipake, padahal celananya udah mengatung gitu". Sahut Rossiana
"Iya Bun anaknya emang sayang banget sama abas". Balas baskara tekekeh melihat raut wajah Bella memerah malu.
"Udah deh kalian tuh sama aja".
"Yaudah Bella ganti aja". Bella berdiri niat mau ganti.
"Gak usah gakpapa. Kalau kamu masih mau pake, pake aja". Ucap baskara tersenyum. "Lagian aku juga masih dipake kalau mau tidur". Lanjutnya.
Bella terduduk lagi lalu Tersenyum.
Setelah mereka bertiga ngobrol ngobrol sampai tidak lupa waktu , baskara pamit untuk pulang. Setelah Bella mengantarkan baskara sampai depan pintu luar. Azka datang dan keluar dari mobilnya dan menghampiri Bella.
Baskara yang masih ada disana mukanya yang tadi ceria sekarang berubah seketika kedatangan Azka.
"Aku pamit bel". Ucap baskara dengan dibalas anggukan dan senyuman manis dari Bella. Baskara sekejap melirik Azka dan sebaliknya Azka melirik baskara. Lalu baskara menghampiri motornya dan pergi dari perkarangan rumah.
"Ngapain disini ka?". Tanya bella pada Azka di hadapannya lebih tinggi darinya. Sehingga Bella harus mengadah ngomong sama Azka.
"Lo lupa?". Tanyanya balik dengan tidak percaya.
"Lupa?, Lupa apa?". Jawab bella tidak tau apa apa yang terjadi.
"Yaudahlah kalau Lo lupa gue balik". Azka balik badan dan lalu melangkah ke arah mobilnya tapi lengan dia di tahan oleh Bella.
"Apasih gue aja gak tau apa apa, sedangkan Lo gak mau ngasih tau". Ucap Bella kesal.
"Memory Lo tuh 2gb ya , masa lupa yang gue omongin tadi sebelum pulang sekolah".
Setelah 2 menit kemudian dia baru ingat Azka datang untuk bembawa buku PR Bella.
°°°°°
"gue belum beres Ka gimana dong?". tanya bella cemberut karena tugas ngerangkumnya belum selesai, baru kemarin dia menyelesaikan tugas geografi sekarang ditambah sejarah.
"Resiko Lo gak dapat nilai".
"Azka". *ucap Bella cemberut yang udah tau jawabannya Bella akan meminta bantuannya .
"kerjain sendiri gak usah manja". tolaknya langsung*
"ka tugas gue tuh banyak , gak bisa cuman pake satu tangan, bantuin ya". Rengek Bella memohon supaya azka membantunya.
azka menghela nafasnya pasrah lalu menyodorkan buku sejarahnya ke Bella. "Lo salin punya gue, nanti sore jam 5an gue kerumah Lo, karena harus sudah dikumpulkan besok jam 7".
"okey siap Azka thank you". dengan senang hati dia menerima buku sejarah Azka.
Baru Bella mengingat dia lupa bahwa dia punya tugas, bukannya dikerjain malah dia asik mengobrol sama pacarnya dan ibunya tadi sehingga waktu begitu cepat.
"Ka. Sorry banget tapi gue belum ngerjain tadi".
Azka hanya menghela nafas dengan sabar pada akhirnya dia mengangguk mengerti. "Yaudah besok gue ambil langsung sebelum jam 7 kesini , dan tugasnya harus selesai".
"Beneran gk apa apa?".
"Enggak. yang penting Lo ngerjainnya tenang gak rusuh".
"Aaaa Azka makasih banyak Lo emang sahabat terbaik yang pernah gue temuin". Ucap Bella bahagia sambil jinkrak jinkrak .
"Udah gk usah berlebihan".
Bella terkekeh kecil malu sama tingkahnya yang seakan kayak anak kecil dapat hadiah.
...••••••...
Saat baskara pulang kerumahnya , udah ada Sagara yang setia nunggu di depan rumah sambil duduk di meja halaman rumahnya.
__ADS_1
Baskara yang liat ada saga , dia langsung membuka pintu rumahnya. Tapi tangannya di tahan oleh Sagara.
"Gue minta maaf". 3 kata yang keluar dari Sagara membuat baskara menoleh padanya.
"Gue tau , yang gue lakuin tadi tuh salah, dan seharusnya gue gak melibatkan Bella sama urusan gue". Lanjutnya penuh penyesalan.
"Sadar diri juga Lo".
"Bukannya tadi yang bakal balik sama persahabatan kita itu gue ya?". Baskara terkekeh sinis memutarkan bola matanya malas.
Sagara mengangguk ,iya bahwa dirinya udah sadar atas kelakuan dia sama baskara.
"Masuk dulu". Suruh baskara pada saga untuk memasuki perkarangan rumahnya.
Rumah baskara terbilang mewah dan bersih. Baskara tinggal sama orangtuanya, tapi orangtua baskara hanya mementingkan kerja daripada anaknya . Kesibukan kedua orangtunya membuat meraka tidak ada waktu untuk baskara.
Baskara suka di tinggal kerja sejak dia SMP. Dia di temani sama art rumah, bi i'im namanya, bi i'im ini sudah seperti ibu kandungnya baskara, dan sebaliknya bi i'im juga sudah menganggap baskara seperti anaknya sendiri.
Setelah Sagara dan Abas duduk di sofa , keheningan menyelimuti mereka beberapa menit. Pada akhirnya sagara yang memulai pembicaraan supaya tidak saling diem dieman.
"Maaf". Ucapnya canggung sebisa mungkin tidak terlalu hening meski yang di ucapkan saga cuman sekata.
"Gue gak bisa marah lama lama sama Lo saga, karena Lo itu udah gue anggap sebagai saudara gue sendiri".
"Gue tau bas, maka dari itu gue mau minta maaf sama Lo". Sagara menatap baskara dengan penuh penyesalan.
"Tanpa Lo minta maafpun gue udah maafin, gue cuman kecewa aja".
"Thanks bas gue janji gak akan ngulang yang kedua kalinya". Ucap saga sambil tersenyum.
Baskara tertawa melihat saga yang kini masih terlihat canggung dan menyesal.
"Ada yang lucu?". Ucap Sagara mengecek sekeliling memastikan apa yang membuat baskara tertawa.
"Lo saga".
"Gue?". Jawabnya sambil menunjuk dirinya sendiri, saga bingung apanya yang lucu darinya yang membuat Abas tertawa, dia gak tau bahwa dirinya terlihat lucu kalo lagi menyesal makanya Abas ketawa.
"Udah gak usah dipikirin, Lo gak mau balik?".
"Tanpa Lo suruh juga gue mau balik".
"Songong banget Lo Samsul".
...••••••...
Saat Sagara masuk ke rumah dia disuguhkan oleh keluarganya yang sedang tertawa bersama saat menonton film, sangat jelas sekali mereka keluarga bahagia, berbeda dengan dulu Abimanyu dan mamanya saga tidak pernah akur, tidurpun selalu pisah Abimanyu di kamarnya sementara mamanya tidur dengannya.
Saat ini Sagara melihat keluarga yang sekarang dia sangatlah benci sama pemandangan kayak gini, menurutnya tidak adil , Sagara iri, Sagara pengen Abimanyu dan mama jadi keluarga harmonis. tapi apa bisa waktu bisa diulang dan papanya bisa sebaik yang dia lihat sekarang pada keluarga yang sekarang?.
Saga segera kekamarnya dengan dingin tidak mau melihatnya lagi. Tapi langkahnya terhenti setelah Abimanyu meneriakinya dengan keras.
Sagara menoleh ke Abimanyu yang sedang berjalan padanya dengan tatapan yang sudah Sagara tahu, bahwa papanya itu akan memarahinya.
Plakk!!
Lagi dan lagi tamparan keras mendarat di pipi Sagara , yang sudah terbiasa dengan tamparan dan bentakan dari sang ayah, Sagara hanya menatap abimayu dengan tatapan dinginnya.
"KAMUKAN YANG NARUH KUCING DI RUMAH INI?!!". Dengan bentakan Dan teriakan dari Abimanyu membuat penjuru rumah bergema dengan suaranya.
Amanda yang istrinya abimayu menghampiri di antara Sagara dan suaminya.
"Udah mas lagian kucingnya udah gak ada, gakpapa". Amanda mengelus punggung suaminya menenangkan suapaya amarahnya mereda.
"Tapi anak ini harus diingetin , gak boleh bawa kucing kerumah, kamu kan alergi sama kucing". Ucap Abimanyu
Sagara baru ngeh dia punya kucing dikamar. Sagara lupa pintu kamarnya tadi lupa di kunci makanya anak kucing itu bisa keluar.
Sagara menghela nafasnya.
"Papa buang kemana kucingnya?". Tanyanya tegas memastikan.
"Gak usah dicari kamu mau mama kamu sakit?".
"Dibuang kemana kucingnya!!". Ucap Sagara penuh penekanan
"Gue kasihin sama anak yang lewat di depan rumah kita". Sahut Azka yang ikut nimbrung setelah perdebatan tadi.
Sagara cepat lari keluar memastikan kalo anak yang dikasih kucing oleh Azka itu masih ada disekitaran sini.
"LANCANG YA KAMU MELANGGAR PAPA!". Bentakan demi bentakan Sagara acuhkan lebih mementingkan mencari kucing dari pada harus mendengarkan papanya.
...••••••...
__ADS_1
Kritik dan saran dari kalian aku terima maaf bila ada kata kata yang kurang ngena di hati, atau dialog dialog yang kurang pas , mohon dimaklumi , karena masih tahap tahap belajar.
Doain kedepannya bisa lebih baik lagi dari ini see you next time bye bye♡