
🍂🍂🍂🍂
Mendengar kata kecut yang terlontar dari mulut Sagara entah kenapa membuat Aisyah bergidik membayangkan ia sedang menghIsaP buah lemon yang asamnya sampai bisa membuat kedua mata lentiknya itu menyipit.
"Gak suka?enak loh," tanya Sagara yang malah lahap sendiri memakan kue yang ia bawa.
"Asem, aku mau yang manis," rajuk Aisyah yang tak biasa. Ia yang baru mendingan bebas dari rasa nyeri di bagian belakang kepala tentu ingin yang membuatnya semakin mood, bukan malah yang nanti ujung-ujungnya sakit perut. .
"Aku gak tahu, kamu gak bilang," ucap Sagara dengan entengnya tanpa ia sadar itu justru akan menjadi boomerang untuknya yang sedang tak peka.
"Aku gak bilang? kan aku gak tau! emang kamu kalau tau aku pas di toko kue? kasih aku kesempatan buat milih? kan enggak!" Aisyah berbicara benar-benar dengan penuh penekanan tapi ia masih mencoba untuk sabar sebab bagaimanapun pria disamping adalah seorang suami.
"Lupa, kan gak inget," sahutnya dengan mulut penuh Si kue berwarna kuning.
Aisyah yang mendadak geram karna Sagara begitu menyebalkan akhirnya bangun dari duduk, manisnya perayaan Anniversary satu tahun pernikahan mereka barusan kini malah menguap entah kemana.
"Sayang--, kamu beneran gak mau?" tanya Sagara sedikit keras karna Aisyah sudah naik keatas ranjang.
"Gak! abisin aja sendiri," sahut Aisyah ketus dan malas menanggapi.
Sagara hanya mengangguk, ia benar-benar tak sadar jika istrinya sedang merajuk, bukan karna lapar tapi ia suka dengan rasa Si kue yang menurutnya unik tersebut.
__ADS_1
.
.
.
Paginya, setelah pasangan tersebut melakukan kewajiban bersama, Aisyah naik lagi keatas ranjang. Ia meringkuk disana dengan wajah di tutupin bonekanya.
"Sayang, kepalamu sakit lagi?" tanya Sagara yang mulai khawatir.
Biasanya sepagi ini mereka ada di halaman belakang, Sagara olahraga dan Aisyah cukup menemani. Tapi, tidak dengan hari ini karna wanita itu mengeluh kepalanya sakit.
Nyatanya, ia tak berani mengutarakan langsung. Cukup di dalam hati sebab ia takut Sagara marah hanya karna perihal rasa kue. Aisyah bukan marah karna rasanya asam toh itu juga tak mubazir karna di habiskan oleh suaminya. Tapi, yang tak habis pikir oleh Aisyah adalah, ia benar-benar tak di belikan kue yang rasanya manis.
Tak pahamkah pria itu atas kodenya?
"Enggak, cuma masih ngantuk aja," jawab Aisyah sedikit berbohong, dan dalam hati ia terus memohon ampun atas dusta yang ia lontarkan barusan.
Dahi Sagara mengernyit, meski baru satu tahun berumah tangga tapi ia tahu betul bagaimana istrinya yang tak biasa melakukan hal tersebut.
Tumben?? gumam membathin dalam hatinya.
__ADS_1
"Kamu sakit lagi nih pasti, ayo kerumah sakit atau dokter yang aku panggil kesini ya."
"Gak usah, Sayang. Aku baik-baik aja, beneran aku ngantuk," jawab Aisyah lagi masih dengah posisi yang sama.
"Ya udah, aku bikinin teh hangat ya, kamu mau sarapan sekarang? biar bisa minum obat kalau emang sakit," tawar Sagara sambil mengusap Kepala istri cantiknya.
"Iya tapi jangan kasih gula ya tehnya. Aku juga mau sarapan sekarang. Aku lapar," jawab Aisyah yang sejak kemarin tak napsu makan.
"Ok, mau makan sama apa?"
"Bubur ayam, boleh?" pinta Aisyah malu-malu, ia masih saja takut jika meminta sesuatu pada suaminya padahal jelas isi dunia akan di berikan jika ia mau.
"Kasih ayam?" tanya Sagara dengan polosnya.
.
.
.
"Loh, mau aku makan masa kasih ke ayam?"
__ADS_1