Sagara

Sagara
Part 121


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sagara yang sudah dua bulan lebih belum buka puasa hanya bisa mengiri saat melihat kedua anaknya menyusUU dengan sangat lahapnya. Jalan pintas yang di lakukannya tak senikmat seperti yang biasa ia rasakan.


"Huft, ngeces PanDa nih," ucapnya kesal sambil membuang napas kasar


Si Papa muDa yang merengut itu hanya di balas senyuman kecil dari istrinya.


Tak ada masalah sama sekali, hanya saja waktu yang tak memungkinkan. Dibanding SyahRaa justru AgaSyah yang sulit sekali lepas dari Ibunnya. Wanita itu benar benar dikuasai oleh putranya sendiri selama lebih dari 60 hari.


Sudah bisa di bayangkan bagaimana kepala bawahnya itu cenut cenut rindu kehangatan di goa gelap yang lembab miliknya.


"Aga bobo ya, PanDa juga butuh asupan gizi nih, emang kalian aja weeeeeeh!" teriaknya frustasi saking kesalny sambil menggigit ujung bantal.


Aga yang melihat PanDanya hanya diam dengan tatapan datar, ia tak perduli dan benar benar tak perduli sama sekali.

__ADS_1


"Kamunya ke sofa dulu sana, biar anak anak tidur," titah Aisyah yang juga merasa kasihan. Jika Aga lepas darinya itu jadi kesempatan untuk Aisyah meluruskan punggung, dan saat Sagara melihat itu rasanya ia tak tega sama sekali untuk meminta haknya. Ia tahu, Aisyah sangat lelah sekali seharian bersama Si kembar meski ada Mommy yang membantu.


"Kamu berani ngusir aku, Sayang?"


"Bukan gitu, aku--," jawab Aisyah cepat takut suaminya tersinggung namun kembali di potong oleh Sagara yang justru beralih kepada para krucil buah cintanya.


"Hey para bayi, bisa ngalah dong? bisa lah pasti, malam ini aja, Ok!! Biarkan pandamu ini menikmati lagi Mie keriting Ibun yang berkuah itu, hiks--, jahatnya kalian berdua!!"


Huaaaaaaaaa. ..


Ntah paham sedang di protes atau memang ikut sedih melihat wajah PanDanya yang pura pura menangis, yang jelas Si kembar menjerit keras detik itu juga secara berbarengan, apalagi Aga si anak laki laki bungsu yang langsung mencari keberadaan Ibunnya untuk minta gendong.


"Sayang--, gak gitu." Sagara juga langsung menggendong SyahRaa yang terisak sedih tak seperti adiknya yang menjerit bagai di cubit ratusan serangga.


.

__ADS_1


.


.


Malang nian nasib Si Papa Muda yang harus lagi dan lagi mengalah tidur di sofa. Ia yang bangun sebelum matahari tinggi menggantung di langit nyatanya masih ada saja sisa perasaan kesal terselip dalam hatinya. Sagara yang hanya membuka kedua mata, tak ada sedikit pun niat dalam hatinya untuk bangun dari baring sekedar melihat anak istrinya yang mungkin masih terlelap di ranjang.


Tapi, lama berguling-guling di atas sofa membuat Sagara bosan juga. Ia tarik napas kuat kuat lalu di hembuskan perlahan. Begitu saja terus sampai Si SosTel diam dan kembali tidur, namun nihil hasilnya. Daging tak bertulang itu tetap bergeliat di balik celana piyama panjangnya yang tanpa DalAaaman, jadi jangan di bayangkan seperti apa bentuknya saat ini yang sudah mengembang seperti adonan kue donat dalam baskom yang di tutupi kain serbet.


"Mandi ah, kita soloan lagi dah gak apa-apa yang penting anteng selama kuliah nanti," ucap Sagara pasrah lalu bangun kemudian menoleh kearah ranjang. Kedua alis tebalnya bertaut saat tak melihat siapapun di ranjang dan ia kembalikan terkejut saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


.


.


.

__ADS_1


Wow... Ayu Ting ting ketiban bahu


Ada Mie keriting dalam sarang tahu...


__ADS_2