Sagara

Sagara
Part 82


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Seperti yang di inginkan oleh Aisyah, kini pasangan suami istri tersebut sudah keluar dari rumah dan tak tau kemana arah tujuan mereka, yang di ingin kan wanita itu cukup pergi bersama suaminya, tak perlu jalani jalan mewah dengan berbelanja barang branded atau makan siang di hotel berbintang, karna jika harus makan somay sepiring berdua di pinggir jalan saja itu tak masalah.


Sebab, bukan tentang apa yang di makan tapi dengan siapa ia makan.


"Sayang, udah muter muter nih," kata Sagara yang bingung sendiri apalagi saat ada di pertigaan. Ia bingung antara lurus, belok kanan atau kiri.


"Kamu lapar? makan apa ya?"


"Perkara sulit!" gumam Sagara namun masih bisa di dengar oleh Aisyah.


Ia pun tersenyum simpul, jika dulu Aisyah tahu hanya dari orang orang tentang pusingnya seorang pria dengan kata TERSERAH tapi kini ia justru mengalaminya sendiri.


Wajah tampan Sagara akan berubah jadi menggemaskan jika sedang berpikir keras sambil sedikit melamun.


"Kenapa?" tanya Aisyah.


"Hem, enggak. Pertanyaanmu itu lebih susah dari soal ujian ku kemarin, Sayang."


Aisyah yang mendengar penuturan Sang suami pun sontak tertawa, hanya karna perkara makanan saja ternyata membuat pria itu pusing hingga membuang napas kasar.

__ADS_1


"Ya sudah, makan apa saja," jawab Aisyah dan mode pasrah ini justru menghasilkan rasa sakit duakali lipat di kepala Sagara.


"Bakso beranak mau?" tawar Sagara, tengah hari begini rasanya pas menikmati makanan berkuah tersebut dengan racikan sambal yang menggoda.


"Beranak dimana? bidan atau rumah sakit?"


"Di Dukun! Bu guru begini aja pake nanya, mau beranak juga ya? sabar ya Bu, anak muridmu ini masih berusaha," timpal Sagara yang langsung mencium pipi istrinya meski sekilas karna dia harus fokus kembali ke jalan depannya.


"Kamu tuh!"


Sagara semakin renyah tertawa, ia tahu di balik cadar yang di kenakan Aisyah ada rona pipi yang pasti luar biasa merahnya, dan beruntungnya hanya Sagara yang bisa menikmati itu semua.


Pilihan jatuh pada sebuah rumah makan, Aisyah yang ingin bebek goreng mau tak mau di ikuti oleh Sagara ya selama ini lebih suka ikan.


"Duduk disana aja ya, lebih sepi," ujar Sagara sambil menunjukkan salah satu tempat paling ujung yang hanya ada satu meja dan dua kursi yang saling berhadapan.


Aisyah pun mengangguk tanda setuju, ia tentu tak keberatan karna pasti membuatnya akan jauh dari pusat perhatian orang sekitar.


"Selamat datang, Tuan dan Nona, silahkan pesan menu makanannya," ucap salah satu pelayan yang langsung datang.


"Saya mau bebek goreng sambal bawang ya, minumnya es jeruk manis aja," pinta Aisyah yang pesanannya langsung di tulis oleh wanita yang sempat mencuri pandang pada Sagara.

__ADS_1


"Baik, untuk Tuannya pesan apa?" tanya Si pelayan, bertemu dengan pria tampan adalah bonus tersendiri seolah menjadi ajang cuci mata di tengah rasa lelah yang melanda.


"Samain aja sama istri saya," jawab Sagara.


Si pelayan yang mendengar kata istri sedikit terlonjak kaget sebab semua orang bisa menilai semuda apa wajah Sagara.


"Baik, mohon tunggu sebentar ya."


Selepas kepergian Si pelayan, Sagara langsung meraih tangan Aisyah. Rugi rasanya jika ia tak melakukan hal tersebut.


"Kenapa?" tanya Aisyah.


"Gak marah kan? dia sempet perhatiin aku tadi," ucap Sagara, istrinya tak mungkin tak sadar akan hal tersebut.


"Enggak, wajahmu kan buat Aurat, berbeda denganku. Semua tergantung di kamunya aja," balas Aisyah.


.


.


.

__ADS_1


Apa? aku cuma punya satu yang menggantung!!


__ADS_2