Sagara

Sagara
Part #105


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Pelan pelan dia bilang?"


Aisyah yang mencoba membangunkan Sagara dengan sangat pelan dan penuh rasa justru di kagetkan dengan gumaman pria itu. Terlebih ada nama perempuan lain yang di sebutnya.


Ia yang baru saja ingin memperbaiki diri malah di beri kejutan luar biasa. Meski Sagara mengatakan itu saat tertidur bukan kah itu artinya Anti ada di bawah alam sadarnya sekarang.


"Sagara!" Panggil Aisyah yang tak sabar. Ia tak mau menangis dan lelah sendiri. Ada yang harus di jelaskan pria itu padanya sebelum semua pikiran negatif dan buruk semakin menghantui seluruh otaknya.


"SAGA! ayo bangun atau ku siram pakai kuah bakso!" ancam Aisyah tak main-main. Dalam urusan hati ia tak mau namanya berbagi apapun alasannya.


Sagara yang mendengar teriakan dan merasa tubuh polosnya di cubit pun langsung bangun, ia yang merintih kesakitan nyatanya tak diberi ampun malah seolah Aisyah semakin bernapsu.


"Mimpi apa kamu, hah?" tanya Aisyah dengan amarah sudah hampir di puncaknya.


Entah kenapa kata pelan pelan itu begitu sesak di dalam dada Si Bumil yang sudah berdiri, kedua tangannya mengepal menahan amarah yang mungkin akan segera meledak dalam hitungan menit jika Sagara tak juga sadar dengan sikap yang menurut Aisyah salah.


"Kamu kenapa sih?" tanya Sagara, ia ikut bangun dan berdiri di depan istrinya. Tanpa sadar jika kini ia polos


( Ada yang gubal gabel eeeeeh)


"Aku tanya, kamu mimpi apa? Anti apain kamu sampe kamu minta dia buat pelan pelan?" tanya Aisyah dengan nada bicara menggebu-gebu.

__ADS_1


"Anti? anak kecil tadi?" tanya balik Sagara yang tak di jawab sama sekali.


"Aku mana tahu, aku tidur! mana inget mimpi apa," jawabnya lagi.


"Anti bilang di cubit kamu, bener?" kali ini itu suara itu melemah tapi bergetar.


"Iya, anak siapa sih? kok aku baru liat dan kayanya kamu gak pernah cerita sama aku."


Aisyah tetap bergeming, ia juga memalingkan wajahnya yang sudah banjir air mata.


Sagara yang kesadarannya sudah penuh, kaget melihat Aisyah yang berderai air mata, ia raih tangan wanita yang tengah mengandung anaknya namun di tepis.


"Sayang--, kamu kenapa? aku buat salah?" tanya Sagara.


Dahi Sagara sampai mengernyit karna apa yang di lontarkan Aisyah bagai sebuah tuduhan


"Kamu, anggap aku murahan? iya?!"


Keduanya saling pandang dengan tatapan yang sama, yaitu sama sama marah dan kecewa.


Dimana Sagaraku? bathin Aisyah saat melihat punggung pria yang kembali ke kamar mandi dengan tubuh polos tersebut.


.

__ADS_1


.


.


Dua mangkuk bakso tetap ada diatas nakas hingga malam menjelang. Tak ada teguran dan ucapan lagi di antara pasangan suami istri itu, terlebih Sagara sudah turun ke lantai bawah sejak ia memakai pakaiannya.


"Keluargamu sehat, Nak?" tanya Bapak yang baru bergabung dengan anak laki-laki dan menantunya itu.


"Sehat, Pak. Alhamdulillah."


"Syukurlah, Bapak senang kalian disini untuk berapa waktu."


"Iya, Saga lagi libur, Pak," sahut Sagara namun kedua matanya malah menangkap sosok Anti yang sedang ayun ayun sendiri.


Ya, gadis remaja yang terlihat ceria bahkan langsung bisa menyapanya saat baru pertama kali datang, tapi sosok itu seolah berbeda sekarang. Jika beberapa waktu lalu nampak begitu lepas, lalu kenapa saat ini...


.


.


.


Apa yang dia lakukan? kenapa melihatnya seolah sedang mengasihani diriku sendiri...

__ADS_1


__ADS_2