Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Masih dengannya?" tanya Embun setelah hampir 5 menit tak ada obrolan antara ia dan SyahRaa.


"Aku belum bisa melepasnya, Buy. Kamu ada cara?" tanya balik nona muda Pradipta sambil menoleh tanpa senyum.


Raut wajah sedihnya sangat jelas terpancar hingga siapapun yang melihatnya pasti akan kasihan walau tak tahu apa yang terjadi namun bisa paham dengan sorot mata yang tak biasa.


"Tak ada cara lain, Raa. Pergi, sebelum rasa cintamu semakin dalam, sudah sering ku bilang, jangan main hati. Kalian itu BEDA, Chris Embe dan kamu KuDa, B E D A!" sahut Embun sambil tertawa, ia sengaja melakukan itu agar sepupunya tersenyum dan nyatanya berhasil.


"Jadi inget si Choky kan," ucapnya yang langsung tambah sedih.


Embun yang masih tergelak langsung menarik SyahRaa untuk di peluk, rasanya tak tega jika harus melihat hati gadis itu patah oleh cinta pertamanya.


"Main sana sama Choky, bawa kesini gak bisa ya?"


"Ribet ih, lagian disana biar temenin kakek (Ayah Ibun) aja," jawab SyahRaa yang semakin besar, semakin sibuk dan semakin tak bisa bermain dengan kuda Kesayangannya yang kini sudah semakin tua.


Dua gadis itu terus mengobrol panjang kali lebar sambil menunggu sepupunya yang lain datang ke rumah utama, bangunan mewah yang jadi tempat kumpul semua anggota keluarga karna semua fasilitas ada disana.

__ADS_1


"Mbul mana sih?!" Embun yang kesal meraih lagi ponselnya namun ponsel milik SyahRaa yang berbunyi.


"Waalaikum salam, Bun," jawab gadis cantik itu saat mengangkat panggilan yang ternyata dari Ibun Aisyah.


Embun yang melihat SyahRaa sedang berbicara sedikit serius pun di biarkan saja hingga akhirnya gadis itu pamit secara tiba-tiba.


"Mbul lagi di jalan loh, Raa."


"Lain kali ya, atau besok kalian ke rumah ya, nanti aku telepon Mbul, Ok." SyahRaa yang terlihat buru buru pun keluar dari kamar sang Ratu Rahardian, ia benar benar pulang sesuai perintah Ibun.


.


.


.


"Assalamu'alaikum," sapa SyahRaa saat masuk ke ruang tengah, disana ada semua kecuali adik laki-laki nya yang entah dimana.


"Waalaikum salam anak cantik," jawab Nenek (Ibu Ibun) sambil memberi pelukan hangat untuk meluapkan rasa rindu karna sudah dua bulan tak bertemu.

__ADS_1


Semua di salami oleh SyahRaa tanpa terkecuali , hatinya begitu senang karna bisa berkumpul bersama lagi di tengah kesibukannya kuliah.


"Kakek sama nenek harus nginep lama, kakak gak mau tahu," ucapnya sedikit memohon dan mengancam.


"Hanya dua hari, kami kesini hanya ada sedikit perlu, Nak," ucap Nenek yang masih memeluk manja cucunya.


"Oh ya, kalau kalian kesini gak sama Om, lalu sama siapa?" tanya SyahRaa yang baru sadar akan hal tersebut.


"Kami kemari--, ah itu dia, ternyata sudah kembali dari toilet," jawab Kakek yang kini semua mata tertuju pada sosok pria tampan tak terkecuali SyahRaa.


"Nak, kenalkan dulu. Ini cucu kiyai HJ, di Pondok Pesantren," kata Abah dengan antusias.


SyahRaa yang mengernyitkan dahi pun menoleh ke arah Ibun serta PanDanya dan mereka malah mengangguk.


"SyahRaa--," ucapnya memperkenalkan diri dengan cara menangkup kan tangan di dada.


.


.

__ADS_1


.


Saya, Agam...


__ADS_2