Sagara

Sagara
Part #100


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


4 bulan sudah usia kehamilan Aisyah, jangan tanya bagaimana perasaan orang-orang di sekitarnya karna tentu luar biasa bahagia.


Malaikat kecil di dalam rahim wanita itu adalah pewaris dari Kerajaan bisnis Pradipta. Sagara yang anak tunggal tentu menjadi pewaris dari segala kekayaan orangtuanya. Meskipun beberapa bulan lalu ia mendadak miskin hanya karna sebuah pesawat. Drama ngidam pertama yang cukup menguras hampir seluruh tabungan nya.


Tapi, rekeningnya kembali mengendut saat Mommy, Daddy dan Papanya mulai menggantinya yang justru jauh lebih dari yang Sagara keluarkan.


Rejeki akan ikut padamu, jika kamu tulus dan ikhlas membahagiakan anak dan istri. Jangan takut miskin karna sedekah yang utama itu lebih baik pada keluargamu sendiri...


Dan hari ini adalah pertama kalinya Aisyah dan Sagara pulang ke kota asal wanita itu. Dulu,


mereka bisa saja berangkat kapanpun tapi tidak dengan sekarang yang harus menunggu Sagara libur kuliah di tambah Aisyah harus melewati beberapa pemeriksaan dari dokter kandungan guna mengecek siap atau tidaknya tubuh Si Bumil menempuh perjalanan jauh selama beberapa jam.


"Gak lebih dari satu minggu ya, Sayang." Sagara yang sedang memasukkan beberapa barang pribadinya kembali mengingat kan, karna ada beberapa tugas yang harus ia kerjaan di kampus.


"Hem, iya," jawab Aisyah sambil mengelus elus perutnya yang sudah membuncit di sofa santai.

__ADS_1


Bayangan Ibu dan Bapak serta kakak laki-lakinya sudah ada di pelupuk mata Aish, padahal baru bulan lalu mereka datang kemari tapi sayangnya hanya tiga hari, alasan itulah yang membuat Si Bumil merengek ingin ia yang pulang ke rumah orang tuanya agar bisa lebih lama.


Semua barang yang sudah di siapkan kini sudah di bawa lalu di masukkan ke dalam mobil Sagara di garasi, kini tinggal pasangan itu kembali merapihkan diri sebelum akhirnya berangkat. Tak ada buah tangan yang dipersiapkan dari rumah karna nanti semua akan di beli di perjalanan, karna percuma sebab Aisyah pasti akan minta mampir sana sini.


.


.


.


"Mau ke toko biasa?" tanya Sagara saat kendaraan sudah keluar dari jalan Tol, dan itu artinya mereka akan bersiap berburu oleh oleh.


Wanita hamil yang dulu tak banyak menuntut kini malah senang berbelanja saat berbadan dua, keluar masuk toko meski kadang membeli atau mencari sesuatu yang sebenarnya tak penting, salah satu contohnya, datang ke Mall jam 10 malam karna ingin gantungan kunci. Untungnya saja pusat perbelanjaan itu milik keluarga Mommy Ameera jadi semua aman terkendali.


Masuk ke area toko langganan Nona muda Pradipta, bukannya masuk kedalam Aisyah malah melipir ke sebelahnya.


"Kan--, ilang! mulut sama kaki kenapa sekarang jadi gak sinkron sih!" omel Sagara yang akhirnya menyusul istrinya itu.

__ADS_1


"Kok kesini?" tanya Sagara bingung, padahal ini sudah biasa karna semenjak hamil kaki Aisyah sering belok sendiri.


"Hem, mau gak? enak nih masih panas," tawar Aisyah sambil menyodorkan si makanan berbalut daun pisang yang dibakar pada pada suaminya.


"Ini apa?" tanyanya lagi yang masih enggan membuka mulut.


"Otak-otak"


"Buat apa?" dengan dahi mengernyit pria itu kembali melempar pertanyaan.


.


.


.


Buat kamu makin pinter, gak ke banyakan mikir kalau aku minta sesuatu.

__ADS_1


*℅℅℅℅℅℅℅℅℅


Cek kolom komentar ya, ada info terbaru dari teteh.. kita ngobrol disana tentang Si Buaya cilik ya*...


__ADS_2