Sagara

Sagara
Part 65


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Aisyah yang mendengar suara lain tepat di belakangnya pun segera menoleh, tak perduli dengan ponselnya yang langsung ia lempar ke tengah kasur.


Saking kaget dan malunya Aisyah sampai bingung sendiri ia harus bagaimana di hadapan Sagara yang berdiri santai dengan tangan melipat di dada.


Entah kapan pria itu kembali ke dalam kamar, yang jelas Aisyah tak tahu sama sekali, mungkin karna ia terlalu fokus menahan rasa kesalnya yang akhirnya tak terkendali juga sebab Haris begitu rewel dan terus memojokkannya.


"Saga--," gumam Aisyah yang kali ini ingin sekali tenggelam ke dasar lautan.


"Ayo katakan yang barusan kamu ucapkan itu, aku ingin mendengarnya lagi," pinta Sagara.


"Yang mana? begitu banyak yang ku katakan barusan. Aku tak ingat semua," jawab Aisyah yang tak mampu mendongakkan kepala untuk menatap Sagara.


"Yang terakhir!"


"Apa ya? salam kah?" tanya balik Aisyah, padahal jelas ia tak mengucapkan itu karna panggilan langsung ia putus secara sepihak.


"Bukan! cepat katakan atau aku akan memberikan hukuman yang jauh lebih nikmat dari yang tadi," ancam Sagara yang tatapannya sangat serius.


Glek


Ancaman tak main main itu benar-benar membuat Aisyah hanya bisa menelan salivanya kuat kuat. Ia tak bisa mem bayangkan saat Sagara mengatakan hukuman yang akan ia berikan lebih nikmat padahal yang pagi tadi saja bibirnya serasa seperti di sengat tawon.

__ADS_1


"Tidak! jangan lakukan apa apa lagi padaku, Saga," mohon Aisyah.


"Ya sudah cepat ulang perkataanmu. Aku ingin dengar lagi," desak pria itu yang sebenarnya menahan tawa dan bahagia.


"Aku mencintaimu, Sagara.".


" Apa? siapa yang kamu cinta?" tanya Sagara menggoda, padahal aslinya pria itu sudah ingin bersorak sambil berjingkrak.


"Kamu! Aku mencintaimu," ulang Aisyah.


"Hey, lancang sekali bibirmu membentak ku. Kemari!" titah Sagara seraya memberi kode memakai tangannya.


Mau tak mau dan harus mau nyatanya Aisyah mendekat juga. Meski umurnya jauh diatas Sagara tapi status pria itu tak main main baginya.


Ya, karna Aisyah menahan dada Sagara dengan tangannya, jika tak begitu mungkin mereka sudah berpelukan.


"Kamu mencintaiku? kenapa?"


"Aku tak punya alasan untuk itu, jika aku mencintaimu dengan KARENA, itu bukan cinta tapi kagum. Dan aku cukup menikmati rasaku."


"Dan kamu tak ingin tahu bagaimana perasaannku?" tanya Sagara lagi.


Satu pekan hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan nyatanya tak pernah terlontar kata cinta di antara mereka berdua sekalipun keduanya sudah merasakan nikmat di sela bercampurnya keringat satu sama lain.

__ADS_1


"Sikapmu sudah menjawab semua, Saga."


"Tapi aku mau bilang ke kamu."


"Ya udah bilang, emang aku larang?" balas Aisyah yang langsung melempar pandangan, tak sanggup rasanya jika harus mendengar kata cinta dari suaminya randomnya itu untuk yang pertama kali.


Bagaimana pun Aisyah normal dan dewasa, cinta terbalas adalah hal yang paling menyenangkan bukan untuk dirinya saja tapi juga semua orang yang sedang punya perasaan tersebut. Jadi tak salah jika Aisyah sedang mempersiapkan hatinya untuk sesuatu yang tak pernah terbayang sebelumnya.


"Dengerin ya, buka dulu hijabmu. Nanti gak kedengeran aku males ngulang!"


Tanpa ada rasa curiga padahal jelas senyum suaminya itu berbeda, Aisyah melepas Hijabnya, tentu itu tak masalah sebab hanya mereka berdua di dalam kamar.


"Buka juga gamisnya," titah Sagara yang kali ini langsung membuat dahi Aisyah mengernyit.


"Kok buka gamis? kamu mau bilang cinta atau apa?" tanya Aisyah yang selalu tak peka seperti biasa.


.


.


.


Kan habis bilang cinta , kita buat buah cinta...

__ADS_1


__ADS_2