
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Apa yang menggantung?" tanya Aisyah, lagi lagi ia tak paham dengan kode mesum suaminya. Seolah ia di jaga dari hal-hal seperti itu.
"Kacang panjang, terong, buncis pokonya semua yang panjang itu menggantung," jawab Sagara sambil terkekeh geli sendiri.
"Termasuk punyamu?"
"Aw.. aw... aw... punya ku yang mana yang menggantung, Sayang?" goda Sagara.
Bukan keturunan Singa namanya jika tak bisa membuat pasangannya salah tingkah. Entah adonan apa yang dibuat Tuan Wisnu bersama Nyonya Riana hingga membuat para keturunan Reza dan Ameera semua manis pada pasangan masing-masing.
"Pikir aja sendiri," jawab Aisyah yang langsung menunduk, ia tahu jika Sagara sedang menikmati raut wajah malunya.
Makanan pun datang, rasa lapar tak membuat pasangan itu menunda untuk cepat menikmati apalagi selagi hangat.
"Enak nih, dagingnya gak alot," ucap Aisyah saat suapan terakhirnya.
"Tapi gak semua yang alot juga gak enak, Sayang."
"Masa? tapi enakan kaya gini, pas di gigit langsung di kunyah."
__ADS_1
Uhuk...
Otak kedua manusia yang punya cinta hebat itu tentu tak lagi sejalan, Sagara dengan kemesumannya lagi dan Aisyah tetap dengan kepolosan alaminya.
"Kamu kenapa?makannya hati-hati, Saga."
Sagara hanya tersenyum kecil, andai wanita cantik di depannya sekarang ini tahu jika ada yang berdenyut di salah satu bagian tubuhnya saat ia mengatakan daging yang alot itu di gigit dan di kunyah.
"Ini hati-hati banget sampe gak ketelen, Sayang."
Aisyah hanya mengangguk pelan, ia melanjutkan makannya lagi dan tak menanggapi obrolan yang sebelumnya di bahas oleh Sang suami yang tingkat kemesumannya di atas rata-rata.
"Besok ke rumah utama yuk," ajak Sagara pasa istrinya.
"Kamu mau sekarang? mau langsung ke sana?" tanya balik Sagara.
"Iya, kamu gak ada urusan lain kan?"
Sagara hanya menggelengkan kepalanya, ia senang jika Aisyah merasa nyaman dengan keluarga besarnya.
.
__ADS_1
.
.
Tak lagi pulang lebih dulu, pasangan suami istri tersebut langsung menuju Rumah utama. Bangunan mewah yang menjadi pusat berkumpulnya semua anggota keluarga besar.
Aisyah yang datang langsung di bawa ke dapur oleh Amma, sedang Sagara masih di ruang tengah bersama Appa Rezza dan Uncle Air.
"Kabarnya perempuan itu bagaimana?" tanya Sang Gajah pada cucunya tersebut.
"Entah, aku udah gak mau berhubungan dengannya lagi," jawab Sagara, ia paham jika yang di maksud adalah Tata.
"Bagus loh Aish ngambeknya sebentar, kalian udah baikan lagi," timpal Uncle Air yang hanya di balas senyum kecil di ujung bibirnya, kedua pria itu tak tahu saja jika ia harus menggosok bekas tanda merah di bagian dada hingga terluka agar Aisyah nyaman saat melihatnya.
Di banding dengan Kasus Sagara, ia jauh lebih baik di banding dua pria itu lagi. Amma bahkan pernah di sembunyikan berhari-hari hingga Appa merasa hilang arah dan tujuan hanya perkara Sang MANTAN.
Begitu pula dengan Uncle Air yang juga pernah di tinggal MiMoy Hujan bersama putra tunggal mereka ke rumah Bunda.
Tak pernah ada hubungan yang sempurna meski cinta yang ada begitu kuat dan hebat. Ada saja ujian yang datang silih berganti seolah ingin bukti sampai kapan keduanya akan bertahan.
.
__ADS_1
.
Karna hubungan akan selalu indah jika saling menghargai, mengisi dan yang paling penting adalah BERYUKUR dengan apa yang di miliki saat ini yang tak mungkin di miliki oleh orang lain.