Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Satu minggu sudah di kampung Ibun, akhirnya Aga benar-benar minta pulang ke ibu kota. Selama itu juga ia lewati harinya tanpa kabar dari Deeva. Pria mana yang kuat saat gadis kesayangannya hilang bak di telan bumi.


Yang awalnya semua di rahasiakan, kini perlahan di utarakan oleh si bungsu Pradipta.


"Tapi nanti makannya gimana?" tanya Ibun yang khawatir saat mengantar sang putra sampai depan pintu.


"Nanti di temenin PanDa, iya kaaaan?" jawabnya sambil bermanja dalam pelukan Sagara.


"Au ah," jawab si pria tampan yang kian hari kian matang dan sukses dalam segala hal, tentu bukan hanya dalam urusan pekerjaan tapi juga pernikahan.


"Jangan gitu, Mas. Pokoknya harus di temenin ya, jangan di tinggal," tegas Aisyah yang tatapan matanya seolah tak ingin ada penolakan dari suami kecilnya itu sebab kadang ia merasa punya anak 3 sekaligus.


"Iyaaaa, tapi gak janji. Ibun aja kalau waktunya sarapan Video Call, Ok," jawab Sagara yang yang cukup sibuk di kantor.


"Ya sudah, kalau Ibun sempet ya."


"Ibun doakan saja Deeva ada, nanti biar dia yang temenin Aga ya," pintanya dengan nada pelan serta senyum di paksakan.


"Hem, semoga ada kabar dari Deeva ya, dari sini mau pulang atau ke ke kost'annya?" tanya Ibun.

__ADS_1


"Pulang dulu, Bun."


Sagara dan Aisyah saling pandang, mereka paham bagaimana rasanya jadi Aga tapi tak bisa membantu lebih banyak meski hal itu mudah khsususnya bagi sang PanDa.


.


.


.


Kedua pria tampan beda generasi tersebut akhirnya kembali ke ibu kota, tepatnya ke kediaman Pradipta. Rumah mewah milik Duda Glowing kesayangan si pelakor baik hati.


"Iya, tapi nanti Aga pergi ya," izinnya lagi yang di balas anggukan kepala.


"Iya, tapi jangan pulang malam malam," pesan Sagara yang di iyakan juga oleh putranya.


Anak laki-laki itupun segera masuk ke dalam rumah yang nampak sepi, entah akan bagaimana hidupnya nanti karna sang kakak pun tak ikut pulang. SyahRaa di minta untuk tetap di sana dalam beberapa waktu ke depan. Gadis itu akhirnya mau setelah banyak menimbang rasa.


Ceklek..


Aga masuk kedalam kamar yang tentu sangat ia rindukan sebab jika di rumah kakek Abdullah, pemuda itu biasanya akan tidur di ruang TV, ia tak betah di dalam kamarnya meski ada.

__ADS_1


"Apa sekarang aja?" gumam Aga saat duduk di tepi ranjang dengan sebuah ponsel di tangannya.


Tak ingin menunggu karna rasa rindu yang menggebu, Aga benar-benar memutuskan untuk pergi ke kost'an. Ia butuh kepastian dan alasan kemana saja Deeva selama ini.


Aga yang bergegas, langsung menuju garasi mobilnya. Dengan kendaraan mewahnya kini ia melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat tinggal sang pujaan hati.


Tak lebih satu 60 menit, Aga yang sudah sampai langsung menuju pos satpam karna melihat ada motor sport milik Deeva juga disana, dan betapa senangnya pemuda itu saat pak satpam juga mengatakan jika orang yang dicarinya sudah pulang semalam.


"Kok gak bilang Aga sih?!" gumamnya saat menaiki tangga untuk menunju kamar kost Deeva.


Tok.. tok.. tok.


Berkali-kali Aga mengetuk pintu, akhir benda bercat cokelat tersebut terbuka. Senyum lebar menggemaskan langsung terukir di sudut bibir sang ahli waris Pradipta saat gadis yang di rindukannya tersebut kini sudah berdiri di depannya.


.


.


.


Mau ngapain lo?

__ADS_1


__ADS_2