
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Jangan ngajarin yang gak bener ya," kata Aisyah yang menaruh curiga saat suaminya cekikikan sendiri ketika sedang memakaikan baju putra mereka.
"Liat tuh, gak ada senyumnya sama sekali anak bujang," kekeh Sagara yang seolah di ajak ribut terus oleh AgaSyah.
"Emang kamu bilang apa?" tanya Aisyah sangat penasaran sebab jika dengannya anak itu selalu murah senyum.
"Gak bilang apa-apa, cuma aku ingetin kalau pinjem tuh gak boleh lama-lama," jelas Sagara yang langsung membuat dahi istrinya mengernyit.
"Pinjem? Aga pinjem apa?"
"Ini, nih!!" Sagara menjawab sambil mereEMaass sumber makan Si kembar hingga istrinya yang kaget dengan kelakukan mesum Sagara sampai sedikit menjerit.
Gelak tawa Sagara mendapatkan sorot mata tajam dari Aisyah yang lansung bergegas ke kamar mandi lagi. Ia tinggalkan suami dan anaknya mumpung SyahRaa belum kembali dari jalan jalannya.
"Senyum dong, De'. Ish, asem banget kaya ketek Tutut Markentut," ledek nya lagi yang berharap Aga mau sedikit lebih manis terhadapnya.
"Nanti kita jalan-jalan, Ok."
Dan, di detik kemudian Sagara membuang napas kasar sebab Aga tertawa kecil, dari situ ia bisa menyimpulkan bagaimana bocah itu maunya.
Sagara mencibir karna saking gemasnya pada Aga yang tak jauh beda dari sang kakak.
__ADS_1
.
.
.
Ceklek
Pintu dibuka oleh Sagara saat terdengat ada yang mengetuk nya yang ternyata adalah Daddy sambil menggendong SyahRaa, ia berikan Si bayi cantik itu sembari mengatakan jika semua barang si kembar akan segera datang. Sedang ia dan Mommy akan pergi lagi.
"Ngasih apa ngutangin nih?" tanya Sagara.
"Ngasih, tapi kalau mau gantiin gak apa-apa. Nanti Daddy kirim semua tagihannya," jawab Si mantan duda glowing.
"Loh, terus kirim kemana?" tanya Daddy Ricko bingung.
"Papah! bilang itu semua demi kedua cucunya yang jarang di tengok!" Sagara bicara penuh dengan penekanan.
Entah dimana pria paruh baya itu, ia benar-benar menikmati kesendiriannya bukan hanya dengan sibuk bekerja tapi juga sibuk menikmati harinya dengan berbagai kegiatan mulai dari hoby lama hingga yang baru ia geluti. Tak ada yang berani protes karna justru semuanya berharap Papa Zico bisa keluar dari rasa terburuknya setelah di tinggal Sang istri untuk selamanya.
"Alah, biarin aja, ntar pulang bawa mama baru buat kamu," ledek Daddy yang langsung kabur sebelum cucunya itu mengamuk.
Apa yang di katakan oleh pria tadi, ternyata jadi beban pikiran untuk Sagara, ia yang melamun tentu langsung di dekati oleh istrinya mumpung Aga dan SyahRaa sedang anteng di dalam box mereka masing-masing.
__ADS_1
"Ada masalah? kok diem aja?" tanya Aisyah yang penasaran dengan perubahan sikap suami kecilnya.
"Papah tuh sayang aku gak sih?" kalau gak ada Mommy dan Daddy aku benar-benar serasa jadi yatim piatu," ucapnya lirih.
Aisyah yang paham perasaan Sagara langsung menarik kepala pria itu untuk di sandarkan ke dadanya sambil di usap penuh sayang.
"Kok ngomong gitu? memang kenapa?"
"Papa gak perduli sama aku, padahal aku udah kasih dua cucu tapi masih sibuk kan? semenjak Si kembar lahir papa baru pulang 3 kali, Sayang."
"Papamu mungkin sibuk, tak perlu di khawatir kan."
"Sesibuk apa? dia itu seorang Duda anak 1 dengan dua cucu, Sayang."
"Iya aku paham," jawab Aisyah yang takut jika ucapannya justru lebih menyakiti suaminya.
.
.
.
Cinta Papa benar-benar habis di Mama..
__ADS_1