Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
Cincin


__ADS_3

"Apakah anda benar-benar tidak akan menggunakan cincin itu?" tanya Delvin, dia melihat sekaligus memperhatikan Tuan muda nya yang begitu antusias mengusap-usap batu permata itu secara terus menerus.


Itu adalah cincin lambang dari keluarga Travers, dan untuk pertama kalinya, Elvano kembali memakainya setelah sekian lama.


Tapi baru juga menggunakannya, dalam waktu satu jam itu, Elvano justru hanya duduk sambil mengusap permukaan batu kristal itu.


"Tidak. Menyembunyikan identitas sebagai seorang mafia, sekaligus kepala keluarga Travers di muka umum adalah tujuanku dari awal. Lagi pula, apakah aku harus pamer kepada Vina tentang cincin ini?" sahut Elvano, jari jempolnya sama sekali tidak pernah lepas dari pekerjaannya untuk mengusap batu permata yang berkilau itu.


"Tapi Tuan, setidaknya saat anda akan bekerja, lebih baik anda menggunakan nya.


Saya khawatir itu bisa hilang, jika tidak di pakai, karena seperti yang ada tahu, kalau kita sendiri tidak tahu apakah di rumah ini ada mata-mata lagi atau tidak," penjelasan dari Delvin cukup masuk akal, tapi Elvano sama sekali pada keteguhan hatinya yang tidak ingin berpenampilan mencolok, apalagi selama ini dia sering berhadapan dengan Vina, jadi dia tidak mungkin menggunakan cincin yang mencolok itu.


"Hmm, tapi anda tetap harus berhati-hati, tidak ada yang tidak mungkin di rumah ini, Tuan," Delvin dengan rutin selalu memberikan nasihat kepada Tuan muda nya itu.


"Iya, iya, kau begitu bawel seperti tante-tante," ledek Elvano dengan tawa kecilnya yang benar-benar tertuju kepada Delvin itu.


"Karena jika bukan saya yang memperingatkan, memangnya siapa lagi?" jawab Delvin dengan serta merta.


"Tapi Delvin, apa kau merasa kalau di rumah ini ada mata-mata lainnya?"


Elvano bertanya dengan wajah serius, membuat Delvin yang dari tadi bermuka datar seperti dinding itu, menghela nafas dengan kasar, "Itu kan karena Tuan muda terlalu lengah dalam penjagaan.


Jangan hanya memberikan perintah untuk menambah personil di rumah ini, tapi lihat dulu latar belakangnya, lalu satu hal lagi, aktivitas macam apa yang mereka lakukan di jam-jam tertentu, itu menjadi waktu terbaik untuk menyeleksi penjaga ke kediaman anda ini," terus terang Delvin, cukup panjang sampai Elvano sendiri tersenyum dan mengira kalau Delvin sedang membacakan dongeng untuknya.


"Memangnya ada yang mau, menggunakan cara rumit seperti yang kau katakan tadi?" tanya Elvano, membalas perkataan Delvin barusan.


Delvin terdiam, dari sekian banyak orang yang mau menjadi anak buahnya Elvano, orang yang begitu kompeten untuk mengisi posisi yang paling penting dalam jajaran pemerintahan di bawah kendali Elvano, bisa di hitung dengan mudah.

__ADS_1


"Apakah saya perlu merekrut beberapa orang untuk mengisi bagian yang baru saya katakan itu?" tanya Delvin, dia malah membuat saran yang menawarkan sebuah pekerjaan untuk orang lain.


"Heh, ternyata kau pintar sekali membuat lowongan pekerjaan ya? Jika kau ada di tangan orang lain, mungkin kau bisa saja sudah di pecat, karena kau selalu punya solusi yang cukup masuk akal untuk di iyakan," jawabnya dengan lugas.


Delvin hanya diam, dan menerima apapun keputusan yang di ambil oleh Tuan muda nya itu.


_________


Memiliki posisi yang tinggi dalam keluarga Aristokrat adalah kebutuhan sekaligus tujuan dari kebanyakan orang yang mempunya ambisi dalam berkuasa.


Dalam banyak hal yang sudah di lalui oleh Arthur, apalagi sebagai orang yang sudah mempelajari banyak pengetahuan dalam kelas penerus, sekarang akhirnya dia bisa mendapatkan posisi untuk menjadi kepala keluarga?


"Dimana cincin itu!" suara yang begitu rendah dan terdengar mematikan, menguasai ruang kerja di dalam rumah utama Travers.


Arthur, setelah dia mendapatkan posisi sebagai kepala keluarga, dia berpikir meskipun hanya untuk uji coba, dia seharusnya mendapatkan cincin yang merupakan lambang sekaligus simbol dari keluarganya.


Mereka semua sama sekali tidak ada yang berani bisa berdiri dengan tegap, karena mereka cukup takut untuk menghadapi sekaligus bertatap mata dengan Tuan muda pertama mereka.


"Seperti yang di janjikan oleh Tuan muda kedua, anda bisa menempati posisi kepala keluarga, namun itu hanya sementara saja Tuan, jadi untuk masalah cincin, anda tidak bisa memilikinya,"


Pada akhirnya salah satu dari mereka yang merupakan perwakilan dari anak buahnya Elvano, angkat bicara juga, sekalipun dia seperti berhadapan dengan pemilik sabit pencabut nyawa.


BRAK ...


Marah dalam penantian yang tidak bisa di wujudkan, Arthur pun menggebrak meja dengan sangat kuat, sampai semua orang di sana langsung terhenyak kaget.


"Seharusnya paling tidak dia juga memberikanku cincinnya juga, adik yang serakah dan tidak tahu diri sekali dia," hina Arthur dalam kemarahan yang sebenarnya tidak ada gunanya sama sekali.

__ADS_1


Dalam aturan posisi, menjadi seorang kepala keluarga yang sempurna, dia akan memiliki pengetahuan, pengakuan dari semua orang, sekaligus menempati posisi unggul dalam segala hal, sekaligus harus memiliki cincin lambang keluarga.


Namun, meskipun Arthur sekarang bisa mendapatkan posisi tersebut, dia tidak menjadi penguasa yang sempurna, jika tidak memiliki segel cincin itu.


"W-walaupun be-begitu Tuan, anda akan t-tetap mendapatkan izin untuk mengesahkan semua pekerjaan yang perlu di selesaikan dari Tuan muda kedua un-untuk anda," jujur dia sangat takut. Tapi mau bagaimanapun, dia harus bisa bicara untuk menjelaskan wewenang seperti apa yang bisa di dapatkan oleh Tuan muda pertama mereka.


Arthur menatap semua orang secara bergantian.


Tidak ada yang bisa dia lakukan saat dia saat ini sudah jadi pusat perhatian oleh semua orang di sana, karena sudah ada banyak orang yang tahu, kalau posisi kepala keluarga Travers di alihkan kepadanya, dan itu pun hanya satu bulan saja.


'Hah, sudahlah. Aku benci mengakui ini, setidaknya karena wanita udik itu, meskipun usahaku untuk membunuh Elvano dan wanita itu tetap saja gagal dan sia-sia, setidaknya aku bisa mencicipi untuk menjadi seorang pemimpin.


Yah, walaupun aku tetap tidak puas, tapi mau bagaimanapun, selagi aku mendapatkan posisi ini, aku harus membuat rencana lain.'


Matanya kemudian menjadi gelap karena banyaknya yang Arthur pikirkan.


Dia dengan tenang mencoba untuk melewati segala kemungkinan dalam setiap perkiraan yang ada.


Sampai tidak lama setelah itu, sebuah ketukan pintu, berhasil menarik segala pikiran mereka semua yang tampak tegang.


Tok ...Tok... Tok ...


"Permisi Tuan, ini saya Teo,"


Salah satu pekerja yang memang sudah bekerja cukup lama di mansion Travers, datang untuk menemui Arthur.


Arthur yang tidak punya pilihan lain, karena Teo adalah seorang yang tidak bekerja setia untuk Travers, sekaligus tidak pernah memihak antara Arthur ataupun Elvano, akhirnya memberikan akses masuk.

__ADS_1


__ADS_2