Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
97 : Karena Elvano


__ADS_3

"Huh..., tempatnya di sini kan?" tanya Veronica terhadap salah satu temannya yang dia mintai bantuan itu untuk menyelidiki dimana tempat tinggal Vano.


"Iya, tempatnya di situ, aku sudah mengawasinya beberapa hari, seharusnya tidak salah. Lagian, jika kau ini memang pacarnya, bukankah seharusnya kau tahu rumahnya?" tanya balik teman dari Veronica ini kepada si empu.


"Kau tidak akan tahu apa yang sebenarnya aku hadapi, jadi kau diam saja, tidak usah berkomentar lagi." celetuk perempuan ini sambil memberikan tatapan tidak suka kepada temannya itu. "Jika benar, tempat tinggalnya Vano ada di lantai lima puluh, aku akan mengirimkan sisa uangnya kepadamu," imbuhnya.


Teman dari Veronica itu pun hanya tersenyum simpul dengan perkataan dari Veronica itu.


"Ok, jangan lupa soal pesta ulang tahunmu nanti, undang aku juga, ok?" jawabnya, lalu dia pun keluar dari mobilnya Veronica, dan masuk ke dalam mobil milik sang pacar yang sudah ada di belakang mobilnya Veronica persis.


"Iya," setelah menjawab demikian, Veronica langsung melajukan mobilnya masuk melewati pintu gerbang dan berhenti tepat di depan pintu masuk lobi. 'Hmm, apartemen ini termasuk mewah seperti hotel bintang enam. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku, Vano? Kau selalu saja penuh dengan rahasia.' pikir Veronica seraya membuka kacamatanya.


"Selamat datang Nona-" salah satu pelayan, datang menyambut Veronica dengan sopan.


Tanpa sepatah kata apapun, Veronica langsung pergi keluar dari mobil, dan langsung menyerahkan kunci mobilnya kepada pelayan tersebut. "Jangan sampai lecet." dengan nada sombongnya.


"Saya akan melakukan yang terbaik," sahutnya.


Dengan langkah seorang layaknya bak model yang berjalan di atas catwalk, Veronica berjalan dengan langkahnya yang cukup angkuh, masuk ke dalam lift.


"Dia Nona yang Tuan ceritakan tadi kan?" tanya salah satu dari mereka.


"Iya, aku pernah melihatnya beberapa kali, dia kekasih Tuan muda."


"Tapi- apakah tidak masalah? Tahu sendiri kan, kalau Tuan muda membawa perempuan lain kesini?"


Mendengar pernyataan itu, mereka semua pun jadinya terdiam. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya, tapi itu akan menjadi salah satu hal menarik, karena mereka sendiri sama sekali tidak begitu menyukai Veronica, karena kepribadiannya yang begitu sombong, dan bertolak belakang dengan kepribadiannya Verina.


____________

__ADS_1


"Apakah aku harus memakai itu? Tidak mungkin, aku tidak mau!" sedangkan di dalam kamar, Vina masih meracau sendirian di dalam kamar.


Hingga di tengah-tengah Vina yang sedang berada dalam pikirannya yang cukup kacau balau akibat deretan pakaian Lingerie yang berderet di dalam lemari, tiba-tiba saja suara ketukan pintu itu, berhasil menarik semua pikirannya Vina.


TOK...TOK...TOK...


"Vano? Kau ada di dalam kan?"


'Ha? Kenapa aku mendengar ada seorang perempuan yang memanggil Vano?' takut, khawatir, karena ada orang yang ternyata mencari Vano, Vina pun segera beranjak dari tempat tidurnya, dan pergi menuju pintu.


Di samping pintu persis, tepat di sebuah dinding, ada satu layar yang memperlihatkan seseorang perempuan sedang berdiri di depan pintu apartemennya Vano.


'Oh, aku kira perempuan itu memanggil nama Elvano. Yah, mungkin saja kan di depan sana juga kebetulan ada nama yang sama dengan namanya Elvano, huhh..aku pikir dia adalah pacarnya. Aku berharap kalau Vano tidak punya pacar sih, tapi itu kan tidak mungkin.' tersenyum getir dengan pikirannya sendiri yang mulai rakus dengan sosok dari pria itu, Vina pun memilih untuk menonton tv saja, dan menunggu kepulangannya Vano. 'Jangan terlalu berharap berlebihan, vin. Jangan, kau sendiri yang akan sakit hati.' kata hati Vina.


Vina mencoba untuk membenarkan pikirannya, kalau berharap sangat banyak pada sesuatu yang tidak bisa dia jangkau, hal itu sama saja akan membawanya pergi ke dalam jurang.


'Ngomong-ngomong, semua Lingerie itu sebenarnya bagus-bagus juga sih. Apa aku coba saja ya? Kali saja cocok? Ah tidak, tidak mungkin cocok, tapi setidaknya bisa memanjakan mataku sendiri.


Hahaha, benar-benar, aku harus mencobanya, setidaknya sekali dalam seumur hidupku, bisa memakai Lingerie yang terlihat mahal itu.


Lagian, disini kan tidak ada siapa-siapa ya kan?


Aku jadinya bisa bebas melakukan apa yang ingin aku lakukan.' dengan pikirannya itu, Vina pun kembali masuk ke dalam kamar sejenak, dan kembali membuka pintu lemari tersebut. Barulah dia keluarkan semua pakaiannya dan mencobanya dengan memperlihatkannya di depan cermin.


"Wah, ini bagus juga. Sebaiknya aku coba stau ini dulu, sangat seksi," dengan percaya diri yang cukup tinggi, Vina pun mulai melepaskan rok panjang yang dia pakai.


Tapi belum juga melepaskannya, tiba-tiba ada suara dering handphone, yang kemungkinan besar adalah milik Vano.


DRRTT.....

__ADS_1


DRRTT....


"Handphone nya Vano ketinggalan?" Vina pun menautkan kembali pengait rok nya dan pergi keluar dari kamar, menuju dapur.


Dia pun melihat ada handphone yang tergeletak di samping microwave.


Vina pun mengambilnya dan melihat ada satu nomor dengan nama setan.


'Kenapa namanya malah setan? Apakah orang ini adalah orang yang di musuhi oleh Vano?' pikir Vina, dia terus melihat handphone itu terus saja bedering setelah dua menit berlalu. "Gimana ya? Apakah aku harus mengangkatnya atau tidak? Tapi jika di biarkan terus, takutnya ada berita penting yang ingin disampaikan ke Vano. Karena Vano pergi, jika aku mengangkatnya dan memberitahunya, bisa saja orang itu cari orang lain saja kan?"


Vina hendak mengangkat telepon tersebut, akan tetapi, belum apa-apa, sebuah ketukan pintu pun terdengar juga.


TOK...TOK....TOK....


'Eh, ada tamu,.' Vina melupakan peringatan yang di ucapkan oleh Vano.


Karena lupa, Vina pun tanpa pikir panjang, langsung pergi menuju pintu apartemen, dan dari tanpa sungkan dia langsung membuka pintu.


'Hah? Dia siapa? Kenapa, ada perempuan yang datang kesini?' Vina pada akhirnya pun di kejutan oleh perempuan yang tidak lain adalah Veronica. 'Bukannya tadi dia tamu dari apartemen depan? Tapi kenapa malah datang kesini?'


Vina yang tidak mengerti apapun hanya bisa diam dan sedang di pelototin oleh Veronica.


'Kenapa aku merasa ada yang tidak nyaman ya? Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan Vano?


Bahkan jika di lihat dari ekspresi dan tatapan matanya, dia terlihat terkejut juga seolah memergoki selingkuhan dari kekasihnya?


Tunggu?! Kenapa aku tiba-tiba saja jadi memikirkan hal ini?' Vina pun jadi semakin tercengang, karena ada satu kemungkinan besar yang membuat perempuan asing di depannya itu malah menatapnya dengan cukup tajam. "Kau siapa?"


Lalu pertanyaannya Vina pun membuat Veronica semakin geram kepadanya, yang artinya ada satu makna tersirat dengan jelas, kalau perempuan di depannya ini akan memarahinya!

__ADS_1


__ADS_2