
“Tuan muda Elvano, anda dituduh atas dasar penyerangan, jadi anda akan dihukum,”
Padahal baru saja Elvano mau pergi keluar, tapi dia seketika langsung dihadang oleh polisi, dan beberapa pasukan khusus yang terdiri dari tentara.
“Apa kau lupa siapa aku?” tanya balik Elvano, dia sama sekali tidak ingin ditangkap, karena dia sendiri harus mencari bukti nyata kalau dia bukanlah dalang dari semua kasus yang terjadi di tv.
“Tidak, tapi ini karena sudah menyangkut masalah negara, saya tidak akan tinggal diam melihat banyak orang yang mendapatkan banyak masalah karena anda,” ucap pria tua ini, dia bekerja di biro polisi dan membawa beberapa temannya untuk menangkap Elvano atas dasar kerusuhan yang terjadi di kota.
‘Padahal aku sama sekali belum menemukan bukti kalau bukanlah aku yang jadi dalang semua ini. Siapa? Siapa orang yang berani melakukannya? Apakah itu kau, kakak?
Ah tidak, tidak mungkin Arthur yang sangat menginginkan posisiku ini justru menghancurkan nama keluarganya sendiri.
Tapi, apa sih yang namanya tidak tidak mungkin kan bisa jadi mungkin.
Hanya saja, jika aku menolak ikut dengan mereka,-’ berhenti berpikir dengan ketakutannya, Elvano tiba-tiba tertawa.
“Kalian, tangkap anak itu,” perintah pak tua ini kepada anak buahnya.
“Baik!” jawab mereka.
“Hah? Tidak ada surat penangkapan, tapi tiba-tiba datang ke tempatku untuk menangkapku.
Apakah ini benar-benar prosedur kalian yang ingin menangkap orang dengan status sepertiku? Kau tahu, aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” tegas Elvano, dia yang punya kekuatannya sendiri, menolak untuk di tangkap.
Oleh karena itu, dia pun segera mengangkat tangan kanannya, dan tidak lama setelah itu para anak buahnya itu langsung hadir dan masing-masing langsung berhadapan dengan anak buah yang dibawa oleh komandan kepolisian itu.
‘Walaupun sudah seperti ini, dia tetap masih tidak mau ditangkap. Apalagi yang dia punya? Selama cincin dari segel simbol Travers tidak ada di tangannya, dia sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun.’ pikir pria tua ini saat dia untuk pertama kalinya berhadapan dengan Elvano secara langsung.
Berbeda dari apa yang dirumorkan kalau Elvano adalah laki-laki yang terkenal badung, tapi begitu dia berhadapan secara langsung seperti ini, hal itu tentu saja membuka pikirannya, kalau Elvano selama ini memang punya kepribadiannya yang lain.
Kepercayaan dirinya yang tinggi, sombong, dan keangkuhan yang di perlihatkan oleh Elvano sekarang ini, benar-benar menunjukkan kalau Elvano adalah sosok orang yang bisa memimpin.
“Ketua, kita harus bagaimana?” tanya salah satu anak buahnya itu kepada pria yang mereka anggap sebagai pemimpin mereka, dan mereka panggil ketua.
“Masalah ini harus segera di atasi, tetap tangkap dia,” jawabnya dengan penuh penekanan.
“Berarti aku tidak akan sungkan lagi,” tatap Elvano dengan tatapannya yang membunuh.
DEG …
__ADS_1
Sontak, semua orang di sana langsung merasakan aura pekat yang terasa sangat dingin, keluar dari tubuhnya Elvano.
Mereka semua tercekat dengan auranya yang mengintimidasi.
“Selama tidak ada surat dari penangkapan dari pengadilan langsung, mau kau menyerangku dengan cara lembut ataupun kasar, aku akan menolaknya dengan cara yang sama,” senyum Elvano dengan senyuman sinisnya.
“Jika itu surat penangkapan, aku memilikinya,” tiba-tiba salah satu orang datang, memotong pembicaraan diantara mereka.
Seorang pria berkacamata tanpa bingkai itu datang dengan penuh percaya diri.
“Jadi kalian tidak usah repot-repot menggunakan tenaga kalian, karena akulah yang akan membawanya,” kata pria ini, dan akhirnya dia pun berhenti di antara kelompok polisi itu dengan kelompoknya Elvano.
Elvano langsung menyambar kertas yang dia dapatkan dari pria tersebut.
“Hah, jadi pada akhirnya, tujuan kami datang kesini akhirnya tidak sia-sia, Tuan Elvano,” kata pria tua ini.
“Eh? Siapa yang menyuruh kalian menangkap Tuan muda Elvano? Justru akulah yang akan membawanya secara pribadi, tentu saja dengan kedua anak buahku juga,” potong pria berkacamata ini sambil menunjuk dua orang bodyguard di belakangnya yang terdiri dari satu pria satu wanita berpkaian seragam khusus serba hitam.
“Ta-tapi kamilah yang bertanggung jawab untuk mena-” belum selesai bicara, Elvano menyela dengan cepat.
“Dari pada ikut dengan kalian, lebih baik aku memilih untuk ikut dengan mereka bertiga, apa kau keberatan pak Tua?” sindir Elvano terhadap orang tua tersebut.
“Tuan, anda yakin mau di tangkap begitu saja? Anda tidak mungkin orang yang menyebabkan kerusuhan ini. Seseorang memanipulasi sosok anda,” ungkap salah satu anak buahnya Elvano yang begitu khawatir terhadap Tuan muda nya itu.
Apalagi sampai memicu perang dengan orang-orang, bukannya dosanya lebih banyak ketimbang aku yang hanya menuruti permitaan mereka yang memberikanku tugas untuk menyelesaikan urusan mereka dengan jasaku?” tidak gentar terhadap masalah yang sedang melanda diri Elvano, dia tetap bisa berdiri tegar di depan anak buahnya yang setia.
“Kalau begitu kita berangkat, Tuan muda Elvano?” pinta pria berkacamata ini kepada Elvano, sebagai tersangka yang akan mereka bawa ke tempat pengadilan untuk di adili.
‘Sial, seharusnya aku lebih dulu membawa anak itu denganku, dengan begitu rencana Bos akan terwujud.
Kalau seperti ini, aku harus bagaimana?’ pikir pria tua ini.
Dengan tangan yang di borgol, Elvano pun di bawa pergi dari sana.
Sedangkan di sisi lain, Delvin yang ada di atas atap bangunan, hanya bisa memandang kepergian Tuan muda nya yang baru saja di tangkap.
Sungguh, dia tidak begitu senang melihat kedua tangan milik Tuan muda harus di borgol seperti itu.
“Tuan Delvin, jam sembilan,” kata anak buahnya Delvin, memberitahu soal posisi dari target yang harus dilumpuhkan oleh mereka berdua.
__ADS_1
Delvin yang tidak punya waktu untuk memandang kepergian Tuan muda nya, segera mengangkat senjata yang dia miliki.
Sebuah senjata mirip dengan pistol besar itu dia arahkan ke langit, begitu melihat ada drone yang terbang mendekat, dari jarak setengah kilometer itu, Delvin pun melumpuhkan benda terbang itu.
Demi menjaga keamanan dari adanya orang yang ingin mengambil gambar secara langsung dengan drone, mereka memiliki alat jitu itu untuk menangani kasus tersebut.
“Arah jam enam,” kata anak buahnya Delvin lini lagi.
Delvin dengan segera balik ke arah kiri, dan kembali menembak drone.
‘Aku mengandalkanmu Delvin.’ lirik Elvano, sebelum dia pergi masuk ke dalam mobil khusus.
‘Tuan, saya akan segera membebaskan anda dari fitnah ini dengan cepat.’ batin Delvin, sebelum dia akhirnya mengangkat telepon dari seseorang.
_______
Di dalam mobil.
“Tuan, apa yang akan anda lakukan kali ini? Semua media akan terus tertuju pada anda sebagai seorang tersangka.” kata pemuda ini kepada Elvano.
Elvano yang tadinya di borgol, ketika di dalam mobil, borgolnya pun dilepas oleh seorang wanita yang duduk di sebelahnya itu.
“Entahlah, hanya karena gara-gara video orang palsu yang mengaku aku menyiarkan berita untuk memperluas status dan kekuasaanku sampai menyerang orang lain, bukankah itu hal yang tidak bisa aku biarkan?” sahut Elvano. "Tapi terima kasih karena kalian bertiga datang untuk," imbuh Elvano, dia merasa cukup senang karena setidaknya ketika orang yang pada dasarnya bekerja untuk negeri pengadilan, tidak lain adalah anak buahnya juga sehingga dia tidak mungkin benar-benar ditangkap atau akan dimasukkan ke penjara.
_______
Di dalam sebuah ruangan terlihat ada dua orang pria, tengah berbincang satu sama lain sambil menikmati makanan ringan dengan ditemani secangkir teh.
"Apa kau pikir rencana ini bisa berhasil untuk menjatuhkan keluarga Travers?" tanya pria berambut pirang ini kepada lawan bicaranya itu.
Pria berkulit putih itu tampak menyesap teh yang belum lama ini disajikan untuk mereka berdua, dia tampak menyunggingkan sebuah senyuman simpul penuh dengan makna yang cukup mendalam.
Pria berambut pirang itu pun hanya diam dan memperhatikan orang di hadapannya itu.
Tentu saja karena menyadari kalau lawan bicaranya itu menginginkan sebuah Jawaban darinya dia pun menjawab,
"Apakah kau baru saja meragukan rencanaku? Evan?"
"Jika kau bertanya ragu, aku jelas ragu. Aku ingin percaya tapi tetap saja mempunyai keraguan di dalam hatiku. aku itu tahu Elvano itu orang yang seperti apa," kata pria ini, namanya adalah Evan.
__ADS_1
"Kalau begitu katakan memang kalau begitu katakan memangnya elvano itu orang yang seperti apa di matamu," pinta pria ini.
kedua orang itu pun saling menatap satu sama lain dalam kurun waktu tertentu sehingga menciptakan keheningan yang begitu lama untuk sekedar melanjutkan pembicaraan mereka di detik berikutnya.