Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
89 : Kutukan


__ADS_3

Tuan muda Kenapa anda tidak menjawab teleponnya tanya Delvin, lirik ke arah sang tuan muda yang saat ini sedang bekerja di balik meja kerja.


kalau mau apa saja yang mengangkatnya tapi gunakan suaraku dengan serta merta elvano langsung melemparkan handphonenya ke arah Delvin yang kini sedang duduk di sofa.


Dolphin dengan kecepatan langsung menangkap handphone tersebut Sebelum jatuh ke lantai


begitu melihat nomor tersebut memiliki nama Mika jadi aku langsung tahu ternyata yang menelponnya adalah kekasih dari tuan muda sendiri


Anda yakin saya yang menjawabnya?


iya jawab saja. tanpa mengalihkan perhatiannya dari monitor layar laptopnya


karena sudah mendapatkan izin dari tuan muda Delvin pun mengangkat telepon dari veronica.


halo Vano kau mau datang kan aku kan sudah memberikanmu undangan dan satu setel jas untuk kau pakai.


"Iya nanti aku akan datang kau tunggu saja di sana. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku lebih dulu." kelvin yang bisa membuat suara mirip dengan sang tuan muda hanya bisa menjawab seperlunya saja.


Jangan sendiri-sendiri dong kita akan berpacaran masa berangkat ke sana sendiri sendiri sih? nanti muka aku mau ditaruh di mana Aku kan sudah bilang kepada mereka kalau aku sudah punya pacar.


jika kau mengatakan seperti itu bukanjika kau mengatakan seperti itu Bukankah lebih baikaku berangkat sendiri dan memberikan kejutan kepada mereka semua dengan caraku sendiri


Eh betul juga ya. Veronica pun mengiyakan apa yang dikatakan oleh Delvin. Ya sudah deh nanti aku akan menunggumu di tempat pertemuan dan aku memakai baju berwarna biru navy"


Iya aku mengerti sampai jumpa dipertemuan nanti.


Iya sampai jumpa.


setelah selesai bicara dengan Veronica delvin langsung memutuskan panggilan di antara mereka berdua secara sepihak.


saya sudah menjawab sesuai dengan perintah anda jadi anda sekarang harus bersiap-siap pergi ke pesta reuni Nona Veronica


Halo Siapa yang bilang aku akan pergi bersama dengan Veronica kan kau sendiri yang jawab itu artinya kaulah yang harus pergi ke sana menggantikan aku kau harus turuti perintah aku yang satu itu


'Apakah aku baru saja dijebak oleh Tuanku sendiri?' Fatin Davin dia baru saja aku dipermainkan oleh majikannya sendiri.


tapi tuan anda dan saya akan punya tubuh yang berbeda apa mungkin saya harus penyamar jadi anda


lalu apa gunanya sosok dari Orbang?


Delvin terdiam, dia menyadari kalau rupanya sang tuan muda akan menggunakan salah satu anak buah khususnya untuk menggantikan dirinya pergi ke pesta reuni dari nona Veronica.


itulah gunanya memiliki anak buah, yaitu kau harus memanfaatkan mereka dengan sebaik-baiknya dikala saat bosmu sendiri sedang sibuk seperti ini kau lihat ini gara-gara kau tumpukan pekerjaanku jadi lebih tinggi daripada Menara Eiffel.


Kelvin lantas melirik ke arah samping meja sang tuan muda di sana ada tumpukan berkas yang begitu tinggi dan bahkan Davin sendiri sepertinya tidak akan sanggup mengurusnya dalam satu hari ini


namun melihat kepiawaian sang tuan muda dalam menyelesaikan segala masalah dalam sekali hitungan menit Kelvin pun tidak melakukan kemampuan dari majikannya tersebut.


kalau begitu saya akan melaksanakan perintah anda sekarang juga saya akan pergi mencoba untuk membujuk salah satu orbang tersebut.


Oke kalau begitu Semoga berhasil aku akan menyelesaikan semua berkas-berkas ini dalam beberapa jam ke depan.” jawab Elvani tanpa memperhatikan ekspresi wajah Delvin yang sebenarnya sedikit kesal karena baru saja di permainkan dengan baik oleh majikannya tersebut. 


________

__ADS_1


Jam setengah lima sore. 


“Selamat datang Tuan muda,”


“Halo Tuan muda.”


Satu per satu dari mereka memberikan hormat kepada pria bernama Elvano. Hanya saja disini, Elvano hanya bisa mendapatkan kehormatan seperti itu hanya ada di lantai itu saja sedangkan di lantai lainnya dia akan dianggap sebagai orang kaya biasa.


"Oh tuan muda Anda sudah datang?" sapa Jefron tepat di saat Jefron sendiri baru saja keluar dari kamarnya tersebut.


"Kenapa kau terlihat senang seperti itu aku datang ya karena ini memang tempat aku tinggal kan?"


ya kan kalau ada tuan muda pasti akan ada sesuatu yang terjadi itulah yang biasanya terjadi di sini selama setengah bulan ini kan dan penjelasan dari Jefron ini pun membuat beberapa orang suster yang tidak sengaja lewat di sana terkekeh.


Vano yang sebal mendengar perkataannya Chevron itu dia segera masuk ke dalam kamar ini milik Jefron. 


BRAK…


T-Tuan, tuan…sabar-sabar jangan seperti ini, kita berdua ini pria Jangan lakukan hal yang tidak pantas untuk kita berdua." ucapan dari Zafran malah justru menambah Vano semakin naik darah.


Chevron Apa kau sedang meledekku ha? tanya elvano dengan penuh penekananDia sangat tersinggung dengan ucapan dari anak buahDia sangat tersinggung dengan ucapan dari anak buahnya itu bagaimana bisa-bisanya Chevron ini sama sekali tidak kenal takut dengannya Padahal selama ini dia memperlakukannya dengan Ya lumayann semena-mena.


Lagian anda tolong perhatikan posisi anda saat mau bicara dengan saya 


mendengarkan ucapan dari Zafran tersebut alvano pun melirik ke bawah dan benar saja mereka berdua terlihat seperti dua orang yang hendak menagih janji dalam ikatan hati dari sepasang kekasih yang ingin berciuman.


dengan kelabakan elvano langsung mundur ke belakang lalu menatap sini sosok dari anak buahnya yang tidak tahu lalu ini karena berani mempermalukannya di depan banyak orang


diberikan tetapan yang begitu menusuk Jefron pun hanya tersenyum tawar. lalu dia angkat suara bertanya kepada sang tuan muda elvano ini. jadi Apakah anda ingin berbicara dengan saya berdua seperti ini


coba berikan laporanmu hari ini aku ingin tahu aku Kan seharian berada di luar.


n membalikan matanya dan menatap ke arah sang tuan muda, terlihat kalau sebatang Sepasang Mata milik sang tuan muda menginginkan Sebuah Jawaban yang begitu singkat namun jelas juga padat.


sebenarnya kebetulan ada yang ingin saya beritahu kepada anda kalau sepertinya nona Vina memiliki sedikit perubahan dari apa yang pernah anda ceritakan kepada saya sebelum nona Vina mendapati kasus kecelakaan seperti ini karena melindungi anda.


Elvano baru tahu maka dari itu laki-laki ini pun hanya memberikan reaksi diam dan ingin menyimak penjelasan dari anak buahnya itu lebih jauh lagi


___________


Di saat yang bersamaan.


“Nona, apakah anda benar-benar akan mandi?” tanay Deiren, dia masih ragu kalau Nona Vina malah mau mandi di saat luka di punggungnya sedang dalam proses penyembuhan. 


“Tapi aku ingin mandi Deiren. Kau pikir aku sudah berapa lama, aku tidak mandi? Dari setengah bulan lalu kan?”


“Ta-tapi kan tubuh anda itu selalu saya bersihkan.” jawab Deiren dengan lugas. 


Vina langsung tersipu malu, ternyata dirinya tubuhnya tetap dibersihkan di saat tidak sadar waktu itu?


“Tapi aku tetap ingin mandi, aku sudah muak dengan aroma masam dari tubuhku ini.”


“Tapi Nona, luka anda yang sudah mulai kering itu, bisa basah, dan membuatnya kembali lunak dan mudah untuk terbuka lagi.” beritahu Deiren. 

__ADS_1


“Lalu aku harus apa? Masa iya, aku tidak mandi lagi?” tanya Vina dengan ekspresi wajahnya yang sudah cukup frustasi itu. 


Karena dia sudah punya niat untuk mandi, makannya dia pun sudah membuka pakaiannya. Tapi ternyata Deiren malah segera memergokinya yang akan mandi, dan saat ini mereka berdua sedang berdebat hanya karena soal mandi saja. 


Sungguh konyol, padahal cuman mandi, tapi bisa dijadikan bahkan untuk mereka beruda saling beradu argumen!


“Nona, Nona, ayolah, jangan membuat anda menyiksa diri anda sendiri. Nanti akan lebih pedih saat anda mandi, gara-gara luka anda yang masih belum sembuh total itu. 


“Dan satu lagi, ada salah satu luka yang kembali terbuka, apa penyebanya? Padahal selama ini anda kan tidak pergi kemana-mana, dan olahraga saja kelihatannya anda tidak melakukan hal yang akan membuat anda menyakiti tubuh anda sendiri seperti itu.” papar Deiren dengan begitu panjang dan lebar, seperti jalan tol. 


Sampai Vina hanya mampu menyimak ucapan dari suster tersebut beberapa bagian saja. 


“Aku, waktu itu kan di cubit keras oleh Vano.”


JLEB….


Di saat yang sama, kebetulan Vano baru saja masuk kedalam kamar, tapi mendengar kalau Vina di cubit olehnya, Vano pun langsung membuka pintu kamar mandi. 


DREEKKK….


Pintu kamar mandi dengan mode geser itu akhirnya terbuka. 


“Kau barusan aku yang mencubitmu? Kapan?” tanya Vano dengan cepat. 


Deiren dan Vina yang berada di dalam kamar mandi itu langsung membuat muka terkejut. 


“Kyaa! Vano sialan! Kenapa kau sembarangan masuk?!” pekik Vina sambil melempar sampo yang dia dapat itu ke arah Elvano. 


Elvano yang mampu melihat arah kecepatan dari sampo itu tengah terbang ke arahnya, dengan buru-buru langsung membungkukkan tubuhnya. 


BRAKK…


Sampo tersebut akhirnya tidak tepat sasaran. 


“tuan muda, anda keluar-keluar!” Deiren yang ikutan panik itu, segera mendorong tubuh sang Tuan muda Elvano untuk keluar dari area terlarang itu. 


DREEKKK…


“Vano! Kau akan timbilan itu!” 


“Vin, kau barusna mengutukku?! Aku kan tidak sengaja!” sahut Vano. Dia masih di halangi oleh Deiren untuk tidak mendekati kamar mandi tersebut, karena di dalam masih ada Nona Vina yang sedang memberikan kata umpatan dengan keras. 


“Iya! Biar kau punya timbilan di matamu gara-gara kau mengintipku sembarangan seperti itu!” pekik Vina. 


“Itu tid-”


“Kau yang tidak baik!” teriak Vina lagi. 


“Tuan dan Nona, mohon diamlah, ini rumah sakit!”


“Kau yang diam Deiren!” teriak Elvano dan Vina secara bersamaan.


‘Kenapa ku juga yang harus di salahkan? Aku kan hanya mencoba untuk menengahi mereka berdua?’ keluh Deiren, dia pun pada akhirnya harus menerima konsekuensi jika harus melayani anak orang kaya seperti mereka berdua. 

__ADS_1


 


__ADS_2