
Black Crow menjadi nama dari organisasi yang sekarang dipimpin oleh Elvano sebagai penerus resmi kepala keluarga Travers tentunya.
Sekalipun sekarang ini kepala keluarga sedang di pegang oleh Arthur, tapi posisi Arthur hanyalah mengerjakan pekerjaan perusahaan yang Arthur pikir hanya itulah yang dikerjakan oleh seorang penerus Travers.
Itu hanyalah topeng dari posisi nama Travers untuk mendanai sisi gelap dari kelompok gelap yang disebut sebagai Black Crow.
Dengan kata lain, Arthur sama sekali tidak mengetahui sisi itu, selain Elvano sendiri, sebab orang yang punya hak untuk mengetahui segalanya, jelas adalah Elvano sendiri.
Kali ini, ketika malam menjelang, demi menutupi perasaan asingnya karena dia sudah ditinggal pergi oleh Vina, selama ini Elvano kembali ke rutinitasnya untuk bekerja di bawah organisasi gelap yang didirikan oleh Ayahnya itu.
“Tuan, saya Rina, ingin menyampaikan laporan yang saya terima kepada anda,” ucap wanita dengan setelan jas hitam lengkap ini kepada Tuan majikan yang ada di dalam kantor.
Untuk sekedar menemui Bos nya itu, dia perlu nak ke lantai yang lebih tinggi, yaitu di lantai lima puluh.
“Masuk,” jawab Elvano.
Suara yang terdengar begitu tegas itu, akhirnya di menyuruh wanita itu masuk ke dalam kantornya.
Ruangan yang tampak gelap, menyelimuti suasana yang cukup dingin.
Hujan deras disertai petir yang terjadi di luar gedung, menjadi pemandangan menarik sebagai sebuah tontonan.
“Tuan,”
“Laporan apa yang ingin kau sampaikan?” tanya pria ini.
Saat Rina masuk dan ditanya oleh seorang pria yang menjadi titik pusat kuasa dari pekerjaan mereka, dia melihat Bos nya itu sedang duduk santai menatap jendela Full Glass.
Dengan kedua kaki di taruh di atas meja, tangan kanannya itu bergerak menggoyangkan wine merah yang terlihat seperti darah.
“Seperti yang anda perintahkan dari sepuluh hari yang lalu, kami sempat memantau posisi dari Abel dan sandera bernama Veronica.
Sampai saat ini tidak terlihat ada pergerakan yang mencurigakan, karena bahkan sampai dua jam yang lalu, mereka berdua sempat makan malam bersama dan membahas hal yang tidak begitu penting.”
“Apa kau memiliki rekamannya? Akan lebih baik jika aku mendengar semua percakapan mereka,” pinta Elvano, tatapannya tetap terpaku pada jendela tersebut, seolah tidak ada hal menarik lainnya dari pada lamunannya yang tertuju pada jendela itu.
Dimana lamunannya itu membawanya pergi dengan sebuah imajinasi liar yang sama sekali tidak diketahui oleh orang lain selain dirinya.
“Maaf Tuan, untuk rekaman, itu sulit dilakukan karena penjagaannya yang begitu ketat. Bahkan jika iya dilakukan, ada kemungkinan kalau Abel akan mengetahuinya.
Seperti yang diketahui, orang itu cukup cerdik.
Tapi jika rekaman CCTV, itu bisa disalin dan dikirim untuk anda.
Karena anda mampu membaca gerak bibir, mungkin itu lebih membantu,” jelas Rina tanpa basa-basi.
Meskipun agak kecewa, tapi Elvano tetap menghargai usaha salah satu anak buahnya itu.
“Kalau begitu kirimkan saja, itu tidak masalah, karena setidaknya aku bisa mendapatkan informasi yang aku butuhkan,” sahut Elvano, dia pun menunggu kiriman file dari Rina.
“Baik,” Rina tanpa segan, langsung mengeluarkan handphone nya dan mendekatkan dirinya ke arah majikannya yang sedang mengulurkan handphone nya ke arahnya.
TING …
Dalam sekali sentuhan dari kedua handphone mereka, file yang Rina punya pun langsung terkirim beserta foto-foto yang dia dapatkan.
“Kau boleh pergi,” pungkas Elvano, dia langsung meminum habis wine di dalam gelasnya, dan segera mencari tahu semua detail informasi yang baru saja dia dapat dari Rina.
Tapi,rupanya Rina bahkan sama sekali belum pergi dari sana, dan malah dibuat penasaran dengan nasib dari Tuan majikannya itu yang tampak seperti pria kesepian.
“Tuan, apa saya boleh bertanya?” tanya Rina. Walaupun ada perasaan ragu, dia tetap mencoba untuk memberanikan dirinya.
__ADS_1
Hanya tampang Elvano yang tampak galak, tapi sebenarnya jika sedang dalam keadaan mood yang bagus, tentu saja Elvano bisa bertingkah seperti orang biasa yang ingin hidup bebas tanpa membawa statusnya itu kepada mereka semua yang merupakan sekedar bawahannya saja.
“Hm, kau bisa tanyakan apapun,” kata Elvano.
“Seperti yang anda katakan beberapa malam yang lalu, apakah anda benar-benar akan merekrut seorang wanita yang anda sukai untuk menjadi Istri anda?” tanyanya dengan wajah polosnya, bahkan ketika Elvano menatap Rina, Elvano justru tersenyum sumringah.
“Kenapa kau bertanya seolah aku akan merekrut karyawan untuk jadi anak buahku? Ucapanmu itu selalu diluar konteks nalar semua orang,”
JLEB …
Rina seketika jadi tersinggung karena kesalahan kata yang dia katakan kepada Tuan nya itu.
“Maksud saya, anda katanya sudah menemukan calon Istri yang akan mendampingi anda kedepannya, tapi seperti yang anda tahu, Veronica sudah bukan kekasih anda, bahkan sudah dianggap sebagai buronan oleh anda, makannya banyak yang salah paham soal ini.
Jadi, apakah wanita yang anda maksud itu orang yang anda selamatkan dari tangan Tuan muda pertama itu?”
Elvano terdiam sejenak, dia kembali menuangkan wine ke dalam gelas kosong dan meminumnya sedikit demi sedikit.
Sambil berpikir sejenak, tatapan sendunya pun kembali menatap jendela itu dan menjawab, “Hmm …, mungkin karena hanya orang-orang tertentu saja yang tahu masalahku sebenarnya, makannya kau jadi bertanya seperti itu dan banyak yang masih salah paham kalau aku akan membuat Veronica jadi Istriku.
Yah, itu bukan pernyataan yang buruk.
Tapi Rina, meskipun tebakanmu benar, aku punya satu masalah sendiri yang mungkin hanya bisa dipahami oleh wanita sepertimu,”
“Masalah apa Tuan?” tanya Rina, dia masih berdiri sambil menunggu jawaban dari Bos nya itu.
“Ini masalah perasaan. Meskipun aku sudah mengaku, tapi dia tetap saja menolakku,”
“Apa?! Wanita itu menolak anda?!” terkejut Rina dengan jawaban yang cukup mencengangkan itu.
“Kan? Padahal ada banyak yang mengantri untuk mengambil posisi di sebelahku ini, tapi dia bahkan sudah menolakku sampai lima kali,” jelasnya lagi.
“B-bagaimana bisa?! Apakah anda mengatakan pekerjaan anda yang sebenarnya?” Rina tiba-tiba jadi terhanyut dalam masalah percintaan milik Tuan muda nya itu.
“Tapi, apakah wanita itu, maksud saya Nona itu tahu kalau anda adalah orang kaya?”
“Hmm …, sepertinya tahu, karena aku sempat cerita soal masalah aku dengan kakakku yang merebutkan posisi di keluarga, hanya itu saja,”
Rina kembali dibuat melongo sendiri, sebab ini adalah kasus pertama dimana Tuan muda nya di tolak mentah-mentah oleh seorang wanita.
“Berarti permasalahannya jelas karena anda orang kaya,”
“Uhuk…Uhuk…! A-apa?!” teriak Elvano sambil menyeka bibirnya dengan punggung tangannya setelah dia tersedak dengan minumannya sendiri. “Banyak wanita yang suka pria kaya, dia bahkan memang mengakui kalau aku lebih baik tinggal disini, tapi apakah kau benar-benar beranggapan kalau Vina tidak suka aku yang merupakan orang kaya?”
Rina pun tersenyum tawar dan menjelaskan, “Ya, sebagian besar akan cukup aneh, jika kita beranggapan seperti itu padahal banyak sekali yang mengincar posisi untuk menjadi Nyonya, tapi sepertinya alasan dari Nona sendiri bukannya cukup jelas, dia suka dengan kesederhanaan?”
‘Ucapannya Rina kayaknya lebih mudah dipahami, dan bahkan lebih masuk akal.
Tapi, apakah sampai sebegitunya?’ Elvano sendiri masih bingung dan cukup sulit untuk dimengerti jika di pikirkan dari sudut pandang Evano sendiri.
“Coba deh, anda pikirkan dari sudut pandang seandainya anda adalah seorang pria miskin dari desa.
Kira-kira, jika anda bertemu seorang Nona yang punya penampilan sederhana, tapi dan menganggap sebagai wanita biasa.
Anda pasti akan lebih nyaman, karena kesetaraan dalam status.
Tapi, karena anda penasaran dan akhirnya mengetahui latar belakang wanita tersebut ternyata adalah berasal dari Nona muda kelas bangsawan, apakah anda tidak minder?”
Elvano menyimak seperti murid yang sedang belajar pada seorang guru, tapi ini adalah guru ahli percintaan.
“Anda dari desa, tapi saat anda ke kota untuk mencari tahu latar belakang wanita yang anda sukai rupanya punya rumah seperti istana.
__ADS_1
Jika dari sudut pandang itu hanya ada dua opsi.
Merasa tidak pantas karena perbedaan status yang begitu kentara, atau anda akan memanfaatkan Nona tersebut, karena bisa mengangkat status anda juga?” lagi-lagi penjelasannya pun membuatnya seperti seorang guru, padahal yang dia hadapi bukanlah sembarangan orang juga.
Elvano berpikir keras, dia mencoba membayangkan sendiri, jika dia berada di posisinya Vina.
“Dan satu hal yang harus perhatikan lagi saat anda membayangkannya.
Anda tidak punya wajah setampan itu, hayo, apakah anda masih punya rasa percaya diri untuk terus lanjut membuat gebetan anda untuk menjadi milik anda?
Yah, jika anda cukup tidak tahu malu malu.
Tapi jika sebaliknya, apakah anda akan terus lanjut?” ledek Rina, hal tersebut tentu saja sukses membuat Elvano jadi lebih berpikir keras lagi.
“K-kau,” Elvano benar-benar langsung tersinggung.
Selama ini dia mengandalkan wajahnya untuk menarik perhatian lawan jenisnya, tapi saat disuruh untuk menjadi seorang pria jelek, dia langsung minder juga, tidak ada ketulusan yang akan mendekatinya, kecuali simpati.
Rina yang tahu dengan tatapan sengit dari Tuannya tersebut, langsung tersenyum lebar, “Saya hanya menjelaskan berdasarkan situasi percintaan anda saat ini dengan Nona Vina, jangan marah~”
Merasa cukup tertekan dengan pelajaran dari Rina, Vano mencoba menghela nafasnya sejenak, kali saja dia bisa mendinginkan hatinya yang sempat memanas.
“Aku tidak marah, hanya tiba-tiba saja jadi kesal,”
“Itu sama saja Tuan,” sela Rina.
“Iya, iya, tapi apa kau punya saran apa yang harus aku lakukan agar Vina menerimaku?”
“Antara jujur atau kebohongan, mana yang akan anda pilih? Soalnya, suka dan cinta itu juga beda.” ungkap Rina sambil memperlihatkan kedua jari tangannya.‘Tapi ngomong-ngomong, kenapa aku jadi membahas soal percintaan Tuan ya? Jaid heran, ternyata ada waktunya melihat Tuan begitu bucin seperti itu.’ pikir Rina, memandang Elvano yang tampak mengharapkan penjelasan lebih soal percintaan.
“Kenapa jadi begitu?” kernyit Elvano.
“Jika anda jujur, anda harus mengatakan kebenarannya kepada Nona Vina soal latar belakang anda, dan membuatnya memutuskannya sendiri, tentu saja ini berhubungan dengan cinta.
Sebab dengan begitu, anda tidak akan terbebani dengan masalah di kemudian hari.
Dan hubungannya adalah agar bisa mendapatkan rasa cinta murni dari Nona sendiri, menerima apa adanya atau tidak, sekalipun anda berusaha untuk membuktikan perasaan anda dengan ketulusan anda.
Tapi kalau kebohongan, itu berkaitan dengan rasa suka.
Anda bisa saja berpura-pura jadi miskin lagi, membuat skenario dan berbaur dengan Nona seperti yang anda lakukan sebelumnya jadi seorang tetangga, merebut simpatinya dan hatinya dengan kebohongan anda sendiri sampai anda bisa mendapatkan hatinya.
Tapi, konsekuensinya adalah pertengkaran juga. Ada banyak hal buruk ketika ketahuan di bohongi oleh orang yang begitu di percaya.
Anda hanya tinggal pilih saja. Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan,”
Dari situlah, Elvano pun langsung diam melamun.
“Kau benar, tapi aku jadi bingung. Peri dulu sana, aku akan memikirkan hal ini sendirian,” perintah Elvano.
“Baik Tuan, saya permisi,” Rina pun pergi, meninggalkan Elvano sendirian di dalam ruang kantornya sendiri.
Memberikan waktu, memilih pilihan yang tepat untuk diajak kerja sama demi mencapai tujuan, adalah fokus utamanya.
“Ternyata serumit itu, hah. DIa begitu gengsi karena aku orang kaya? Vina, yang benar saja. Kau bukannya jadi hidup bahagia karena bisa jadi orang kaya juga?
Tapi ya, apa yang RIna katakan tadi juga ada benarnya. Perbedaan status menjadi penghalangku.
Apa aku membohonginya saja? Tapi aku tidak tega. Haish, Elvano, sejak kapan kau punya perasaan tidak tegaan seperti ini?” gerutu Elvano sendirian.
Karena cukup frustasi dengan masalahnya sendiri, dia pun langsung meminum wine dari gelas sampai tandas, dan detik itu juga dia pun langsung menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa sambil menatap langit-langit dari kantornya.
__ADS_1
“Hahh~ Setidaknya aku harus mengawasi dulu pergerakan dari Abel itu. Urusan Vina, aku pikirkan belakangan saja.
Jika tidak seperti itu, pekerjaanku pasti akan terus terganggu.”