
“Diana, tetap pada posisi,”
“Iya Tuan,”
Kesepuluh jarinya terus berkutat di atas keyboard, dan dari situ juga, semua beragam program data dan mengkoding dengan begitu cepatnya, secara bertahap menciptakan dunia maya yang terbebas dari berita masalah kerusuhan di negara paris.
Dia berhasil menghapus segala berita yang sempat beredar di medsos dengan tangannya sendiri.
“Tuan, anda tuan Dewa sepuluh jari yang hebat!” puji Diana, dia mengagumi kemampuan milik Delvin yang benar-benar menciptakan perubahan drastis dalam pasar dunia dalam basis data yang berpusat dalam konspirasi berita yang tidak boleh sampai merugikan pihak Travers itu.
Ya, meskipun sekarang saham perusahaan secara signifikan turun, tapi bukan berarti kekuatan Travers akan runtuh.
“Kau jangan memujiku di saat-saat seperti ini,” ketusnya, tidak bisa mengalihkan pandangannya dari layar komputer.
“Padahal buat semangat Tuan, tapi menolaknya mentah-mentah,” gerutu Diana.
_________
“Apa kalian masih belum menemukan kakakku?” tanya Delvin kepada ketiga orang anak buahnya yang sempat berperan sebagai anggota polisi khusus dan juga
“Belum, ini jauh lebih sulit, karena di sini Tuan muda pertama tiba-tiba saja menghilang dari bar. Saat itu ada terlalu banyak orang untuk di identifikasi,”
“Rencana yang sangat mulus,”
“Benar, ini rencana yang sangat mulus. Bahkan meskipun saya mendata tekanan ban semua kendaraan mobil yang sempat datang pergi, tidak ada yang aneh,”
“Hah~ Ini sudah hampir satu hari, apa tidak ada satupun petunjuk? Arthur, kau benar-benar merepotkan adikmu sendiri seperti ini ya? Dasar, kakak tidak berguna!” ucap Elvano dengan sumpah serapahnya.
‘Tuan muda mengutuk kakaknya sendiri? Tidak biasanya,’ batin mereka bertiga.
“Aku mau istirahat dulu, kalian lanjutkan tapi jangan terlalu memaksakan diri.” perintah Elvano dan dia pun pergi dari ruang tamu itu.
Alih-alih ditahan di penjara, tentu saja dia ditahan di penjara yang cukup elit layaknya kamar hotel bintang lima.
“Padahal anda lah yang memaksakan diri terus dari semalam, ya kan?” gerutu salah satu dari mereka bertiga.
“Jangan membanding-bandingkan antara fisikku dengan fisik kalian, aku itu di atas kalian, jadi aku lebih kuat,” imbuh Elvano.
“Iya, anda yang paling kuat dan terhebat dalam segala macam rintangan.”
Namun, baru juga beranjak dari kursi singgasananya, tiba-tiba pandangannya berputar-putar.
‘Eh? Kenapa pandanganku jadi semakin gelap?’ dan tidak lama setelah itu, Elvano pun jatuh tidak sadarkan diri di depan mereka bertiga.
BRUK ….
“Tuan!” teriak mereka secara serentak.
Secara bersamaan mereka bertiga langsung menghampiri Elvano yang terbaring di lantai dengan keringat dingin sudah membasahi wajah tampannya itu.
“Tuan muda! Bangun, Tuan muda!” teriaknya.
“Tuan!”
Wajah penuh dengan khawatir menyeimbangi suasana yang berubah jadi suram, karena Elvano yang tiba-tiba saja terjatuh, dan sekarang nahasnya malah tidak sadarkan diri.
__________
“Apa yang terjadi pada Tuan muda?”
“Saya tidak tahu, tiba-tiba Tuan muda pingsan, dan berkeringat banyak seperti itu,”
“Apa Tuan sudah makan dengan benar?”
“Ya, saya melihatnya kalau Tuan tetap makan dengan teratur.”
__ADS_1
“Tiba-tiba pingsan. Tidak lain ini adalah proses dari pemulihan dirinya,” kata dokter ini.
“Maksudnya?”
Dokter pribadi nya Elvano lantas menjawab atas pertanyaan dari mereka bertiga, “Tuan banyak pikiran, selain karena Tuan muda pertama yang menghilang, Nona Vina yang menolak perasaan cintanya, masalah Abel yang melarikan diri dari kamar tahanan, Veronica yang masih belum ditemukan, kerusuhan dan kemungkinan adanya perang dengan kelompok Black Shadow yang bisa pecah, semua itu Tuan muda menanggung beban sendirian.
Maka dari itu, walaupun dari luar Tuan muda terlihat baik-baik saja, tapi tidak dengan mentalnya yang terus diterjang badai.
Variabel datanya cukup memungkikan untuk Tuan muda bisa pingsan seperti ini.
Jadi sebaiknya kalian mencoba untuk menjaganya lebih ketat.
Beliau selama ini belum bisa tidur nyenyak karena masalah yang terjadi waktu dimana Tuan menghilang, itu jadi salah satu awal pemicunya.”
“Tunggu, penolakan cinta? Kenapa ada hal semacam itu?”
“Ya? Apakah kalian tidak tahu? Alasan Tuan muda sering bolak balik ke rumah sakit?” tanya dokter ini.
Mereka bertiga menggeleng secara bersamaan.
“Hah~ Beliau itu sedang mengejar wanita yang sempat menolongnya dari kematiannya, makannya, jangan heran jika Tuan tiba-tiba membahas cinta di depan kalian.
Dan itulah yang membuat Tuan muda sekarang jadi jauh lebih berbeda dari sebelumnya, ya kan?”
Mereka bertiga pun mengangguk paham.
“Terus, kemana wanita yang anda maksud itu? Kenapa menolak cintanya Tuan muda? Bukannya dia itu membuang berlian seperti Tuan muda ini? Ternyata sungguh bodoh juga, wanita itu,”
“Jangan sebut dia bodoh!” tiba-tiba Elvano bicara, dan menyela ucapan dari salah satu dari mereka berempat.
“Hih?! T-tuan? Tuan sudah bangun?”
“J-jangan-jangan anda dari tadi mendengar pembicaraan kami?”
“Apa tuan-”
Wajahnya putih pucat, dan keringat dingin pun masih tersisa di wajah tampannya itu.
Alih-alih mengusap wajahnya dengan kasar, dia sungguh frustasi dengan apa yang dia dengar sekaligus yang terjadi selama dia pingsan.
“Aku pingsan berapa lama?” tanya Elvano, dia pun menerima uluran gelas berisi air yang diberikan oleh dokter.
“Satu jam,”
“Ternyata begitu, aku kira aku akan bangun lebih lama,” gumam Elvano, tatapan matanya yang sendu mengarah pada memori yang baru saja dia ingat.
“Tuan, bagaimana perasaan anda?”
“Cukup buruk, karena wanita yang aku sukai malah menolakku secara mentah-mentah,” dumel Elvano. Merasa tidak bisa istirahat terus, dia pun melepaskan kaosnya dan menggantinya dengan kemeja hitam yang baru.
Terlihat bekas luka dari sayatan, tusukan, bahkan bekas jahitan akibat pernah di operasi untuk mengangkat peluru yang pernah bersarang di tubuhnya, membuat bekas luka itu tampak menarik untuk dilihat oleh ketiga orang anak buahnya itu.
“Dan parahnya, aku harus melewati masa kelam ini sendirian, untuk meluruskan masalah dari kesalahpahaman ini.
Hah, merusak citra nama keluargaku saja,” protes Elvano, dia menyibak rambutnya yang kusut itu dengan jari-jari tangannya, dan setelah itu dia pun kembali minum.
“Anda, sebaiknya istirahat lagi,” pinta salah satu dari mereka bertiga.
“Apa di waktu-waktu seperti ini, aku masih bisa istirahat?” tanya balik Elvano dengan tatapan matanya yang begitu menusuk.
“Tapi tubuh anda-”
“Aku sudah tahu apa yang terjadi pada tubuhku. Tapi jika aku istirahat sekarang, yang ada aku malah akan masuk dalam jurang neraka. Nama keluargaku akan jatuh, kau pikir ini mudah? Semua usaha kedua orang tua dan bahkan kakek buyutku, akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi.” kekeh Elvano, dia tidak mau tinggal diam begitu saja, karena ini menyangkut masa depannya sendiri serta kakaknya.
Ya, walaupun kakaknya benar-benar bersikukuh ingin menjadi kepala keluarga Travers, dan sudah melakukan banyak sekali kejahatan yang membuatnya kewalahan sendiri, karena Vina jadi ikut terlibat, tapi karena Arthur adalah satu-satunya keluarga yang tersisa, dia tidak bisa membiarkan kakaknya itu mati di tangan orang lain.
__ADS_1
Benar, jika Arthur mati, maka pilihan yang Elvano inginkan adalah, dia sendiri yang membunuh kakaknya itu, bukan orang lain.
Terdengar seperti dalih, tapi itulah yang namanya hubungan dari keluarga, sekaligus sudah jadi termasuk salah satu orangnya.
Karena sudah mendengar betapa keras kepalanya Tuan muda mereka, mereka bertiga termasuk dengan dokter tersebut, maka mereka pun meminta maaf.
“Maafkan kelancangan kami Tuan, kami hanya khawatir pada tubuh anda,” ucap mereka.
“Aku sudah tahu.” jawabnya dengan singkat.
“Tapi kita belum membuahkan apapun, apa yang harus kita lakukan?” tanyanya kepada sang Tuan muda mereka.
“Apa lagi? Kita lacak keberadaan dari cincin milikku itu,” senyum Elvano, dan senyuman yang sungguh memikat itu berhasil membungkam mulut mereka beremp.
“Apa?”
“Tuan? Cincin? Di lacak?”
“Jadi benar, cincin simbol keluarga anda benar-benar hilang?”
“Tuan, jangan berbohong, cincin itu mana mungkin hilang, anda hanya menyembunyikannya di satu tempat, dan bicara bercanda kan?”
Satu per satu dari mereka terkejut bukan main, dan secara bergantian mengutarakan pikiran mereka semua, kalau ucapannya Elvano salah dan sekedar candaan belaka.
“Untuk apa aku berbohong? Kalian harus cepat, aku akan berikan kode cincin yang harus kalian lacak!” perintah Elvano kepada mereka.
Satu per satu wajah dari mereka, Elvano perhatikan dengan seksama, sehingga membuat mereka akhirnya sama sekali tidak bisa angkat suara lagi, karena saking takutnya dengan sikap Tuan muda mereka yang sudah dalam mode tegas layaknya pemimpin yang sesungguhnya.
“Pertama, lacak cincin milikku. Kedua-”
DRTT…
Handphone milik Elvano tiba-tiba saja berdering, begitu dia angkat, suara milik Abel pun terdengar dengan begitu jelas.
-“Halo, apa kabar Tuan mudaku, hahaha, apa kau sedang sibuk?”- tanya Abel dengan bahasa informal.
Tentu saja, dia lakukan karena Abel sendiri sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Elvano sebagai Tuan dan majikan, maka dari itu, dia pun berani untuk menggunakan bahasa informal kepada Elvano.
“Hah, ternyata kau benar-benar bisa keluar dari tempat tahananmu ya?” tanya balik Elvano.
-“Kalau tidak seperti itu, bukan Abel namanya,”- balas Abel dengan penuh percaya diri.
TUT …
“Heh, ternyata dia tahu saja kalau dia ingin aku lacak juga,” seringai Elvano, melihat nomor yang tidak dikenal itu, sudah tidak bisa di hubungi.
“Siapa yang ingin anda lacak? Padahal kita kan belum berbuat apapun,” tanya wanita ini.
“Delvin, dia bertugas untuk melacak keberadaan Abel, tapi nomor yang tadi digunakan untuk menghubungiku sudah lolos sebelum bisa lacak. Tapi jika dia ingin bicara lagi, dia harus menggunakan nomor baru,” jawab Elvano.
Dia sungguh serba tahu, agar nomor yang Abel gunakan tidak bisa dilacak, maka tidak lain adalah dengan cara, bicara kurang dari satu menit, dan setelah itu, ganti dengan nomor yang baru, itulah yang sering dilakukan oleh Abel kepadanya.
Maka dari itu, Elvano pun tahu dengan taktik cara dari Abel berkomunikasi dengannya.
“Anda pintar,”
“Jelas dong, aku kan Elvano~” senyuman sombongnya itu pun membuat mereka berempat tersenyum tawar dengan cara Elvano membalas pujian tadi.
DRRTT….
“Kan, dia menghubungiku lagi,” kata Elvano lagi.
Mereka berempat kembali mendengarkan.
-”Kau pasti menunggu aku menghubungimu lagi, kan?"-
__ADS_1
Percakapan yang sungguh membuat Elvano benar-benar menarik sudut bibirnya secara terus menerus.