
Kau pasti bohong kan tanya Vina dia malah bertanya pada orang yang sedang mabuk.
Alfano yang kalah itu sedang membalas pelukannya Vina tiba-tiba menoleh ke arah tepat di mana leher itu berada dan dengan sengaja dia bernafas dengan mengarahkan hembusan nafasnya itu ke arah lehernya Vina persis
Vina pun langsung meringis, dia mendorong kepalanya Elvano saat itu juga. Tapi sebagian tenaga milik Elvano yang cukup besar itu membuat mereka berdua sama sekali tidak bisa dipisahkan
"Vano jangan bercanda, jawablah dan menyingkirlah dari bahuku ini cukup menggelikan." pucuk Vina dia ingin sekali mendengar jawaban dari Alfano lagi.
"Sudah kubilang, aku tidak ingin melepaskanmu dan aku harap kau tidak melepaskanku, jangan membuat kita berdua berpisah." Vano yang mabuk itu pun benar-benar meracau dia meluapkan apa yang ada di dalam hatinya tanpa dia sadari.
'Dia yang seperti ini tapi aku juga yang dibuat jadi salah paham. Ini pasti hanyalah kata-kata manis saja. Aku tidak boleh percaya, aku tidak mau hatiku sakit karena permasalahan ini, dia hanyalah orang yang sedang mabuk Vinal jangan didengarkan.' hatinya mulai berkecamuk Dia sedang berdebat dengan antara pikirannya dan juga hatinya.
Sebuah pilihan yang saling berkontradiksi.
dan ini menjadi bukti nyata kalau dirinya menjadi orang yang cukup bodoh karena mau terlarut dalam kata-kata gombalan yang keluar dari mulut Elvano.
"Ayo Vano kau harus tidur kau jangan terus seperti ini, ini sangat berat aku tidak bisa menopang tubuhmu lebih lama lagi."
Vina pun mencoba Elvano untuk dituntun ke tempat tidurnya sendiri. Namun mereka berdua sudah sampai di samping tempat tidurnya Elvano, Elvano yang hendak Vina baringkan tangannya tiba-tiba ditarik dengan kuat hal tersebut membuat Vina akhirnya terjatuh ke dalam pelukannya.
BRUK…
evano lepaskan tanganmu itu nyangkut di mana
"Di belakang pinggangmu, lalu di belakang pantatmu."
Vina langsung tersipu malu dengan jawaban yang dia dengar dari alvano.
'Apakah seperti ini orang yang sedang mabuk?' Vina sungguh, dia baru mengalaminya. Dia harus menghadapi orang yang sedang mabuk dan permasalahan utamanya yang sedang mabuk ini adalah pria yang bertubuh besar seperti ini. 'Haduh kenapa tangannya kuat sekali? Aku tidak bisa lepas dari tangannya ini dan posisi ini sungguh tidak nyaman. Ya tuhan, apakah aku harus menerima takdir seperti ini padahal aku adalah seorang jones.'
Posisi tubuh Vina saat ini membuat Vina merasakan semua sensasi dari tubuh berotot milik pria ini, termasuk sebenarnya bagian area bawahnya dia merasa ada sesuatu yang menekannya.
__ADS_1
"Vano lepaskan aku sungguh tidak nyaman," pinta Vina.
"Vina Kenapa kau berisik sekali sih? Apa kau ingin membuatmu diam dengan caraku sendiri?" sahut Elvano.
Elvano pun tiba-tiba saja semakin mengeratkan pelukannya lalu. Disamping itu semua salah satu tangannya menarik bawah tubuh Vina agar bisa memposisikan tubuh Vina lebih ke atas.
Vina meringis, dia tiba-tiba merasa aneh dengan area bawahnya karena tiba-tiba saja disentuh oleh jari jemarinya Vano.
Bukannya itu sudah keterlaluan?
"Elvano tunggu apa yang kau sentuh? Jangan sentuh itu!" memohon kepada Vano.
Elvano tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Vina. Meskipun matanya diam tapi ternyata tidak dengan kedua tangannya yang kemudian semakin menggerayang belakang tubuhnya Vina yang yang kini berada di atas tubuhnya persis.
Vina yang tidak mau membuat dirinya dalam masalah besar dia pun langsung menepuk kedua pipi Vano dengan sangat keras.
"Vano! Jangan melakukan hal yang tidak-tidak kepadaku atau aku akan menamparmu habis-habisan sampai kedua pipimu menjadi tembem."
Tapi apa yang direspon oleh Elvano?
'Keterlaluan dia mencubitku sakit sekali, apalagi itu tepat di bagian bekas luka yang belum benar-benar sembuh.' maka dari itu Vina yang tidak kuat dengan cubitannya Vamo yang cukup kera, kedua tangannya pun langsung panjang mencengkram tangannya fana dengan sangat kuat.
"Vina Apa yang kau lakukan kau mencengkram tanganku dengan kuat."
"Kau sendiri? Apa yang kau lakukan itu jubitannya sangat keras sekali aku sangat tidak kuat atau kau pikir aku itu boneka?"
"Sshhhtt~" Elvamo langsung mendesis membungkam mulutnya Vina dengan jari tangannya.
Vina awalnya terdiam tapi dia dengan cepat langsung menggigit jarinya Fana dengan perasaan yang cukup gemes hingga Elvano pun menjadi juga.
"Agghh!" Elvano langsung bangun dalam posisi duduk.
__ADS_1
Elvano sangat terkejut, jarinya cukup sakit karena digigit oleh Vinad, an itu adalah perempuan yang sekarang malah berada di pangkuannya. Elvano pun lantas menatapnya dengan tatapan yang kian semakin dalam, membuat makna tersirat kalau tatapannya itu terasa semakin tenggelam dalam kegelapan.
Vina ketakutan dia seperti menghadapi pria lain bukan Alfano lagi
Vina mencoba untuk bangun dari pangkuannya. 'Gawat dia kenapa ya? kenapa tiba-tiba Vano punya tatapannya sangat berbeda daripada biasanya?'
takut galau sebenarnya Elvan punya Sisi yang berbeda Vina pun berusaha untuk kabur tapi bahkan sebelum dia punya niat untuk kabut dari sana pergelangan tangannya kembali ditarik dia langsung kembali ke dalam pangkuannya karena memeluknya erat sekaligus langsung menarik wajahnya Vina.
tanpa sepatah kata dari pria yang sedang dalam kondisi mabuk tapi punya sisi lain yang tidak bisa Vina mengerti tiba-tiba bibir mereka berdua langsung bertautan satu sama lain.
vavano kenapa dia menciumku ini sudah kedua kalinya apa maksudnya ini aku harus lepas aku tidak boleh terlalu dalam ciuman ini
Vina mencoba untuk mendorong tubuhnya agar bisa membuat jarak dan bisa kabur dari pria ini tapi salah satu tangan elvano langsung melingkar di belakang pinggangnya membuat jarak mereka berdua semakin erat
tidak ini sungguh berbahaya kalau ini keterusan ini akan membuat aku semakin menambah dosa
Vina semakin menginginkan matanya begitu lidah milik pria ini tiba-tiba menyusup masuk ke dalam rongga mulutnya
telepon lu sungguh Mahir dalam permainan atau mulut itusampai Vina sendiri kewalahan dia tidak bisa mengimbangi merupakan sebenarnya dia jadi ingin lebih tapi akal Sehatnya menuntut untuk menjauh dari pria ini agar tidak keterusan
aku harus bagaimana ini aku harus melepaskan diri aku tidak boleh seperti ini terus dia itu orang mabuk biasanya orang yang melakukan tidak akan ingat apa yang sudah terjadi saat mabuknya
maka dari itu satu-satunya cara untuk membuat font bisa melepaskan ciuman di antara mereka berdua adalah dengan menjewer telinganya yang kedua dia menggigit bibirnya alvanodan yang ketiga adalah dia menggunakan lututnya untuk menekan milik elvano
"aakkkhh…"
barulah begitu elvano merasakan sakit diantara ketiga titik itu Elvano pun refleks langsung melepaskan tubuh Vina.
Dengan kesempatan yang dia buat sendiri, Vina akhirnya bisa melepaskan tubuhnya dari pelukannya Vano. Dan dia pergi menjauhinya setidaknya untuk beberapa puluh menit.
'Gila..gila, ini malam yang gila. Gara-gara orang mabuk ini aku harus melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan seumur hidupku.' ucap Vina di dalam hatinya, dia sangat lelah karena dia harus menghadapi lawan yang bukan tandingannya, jika bukan karena menggunakan trik licik miliknya, sudah jelas setelah ciuman tadi adalah teknik dari dua pasangan yang kian bergairah.
__ADS_1
Setelah kira-kira 10 menit Elvano pun langsung kembali tertidur dengan kedua tangan masih melindungi harta berharga miliknya sendiri.
"Baiklah, coba kita lihat apakah besok dia akan mengingat apa yang sudah dilakukan kepadaku? Awas saja kalau dia tidak ingat aku akan menggetok kepalanya sampai di mengingatnya atau bahkan semua ingatan yang awalnya menghilang itu bisa langsung kembali saat itu juga," ucap pada dirinya sendiri dia sangat berharap kalau besok akan menjadi awal baru yang lebih bagus daripada malam yang busuk ini