Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
60 : Awal yang baru


__ADS_3

BRUKKK...!


PIPPP-----------


Mendengar suara jatuh yang terdengar cukup keras, Vano yang tadinya tertidur itu, langsung membuka matanya lebar-lebar.


Satu hal yang langsung terlintas di dalam kepalanya tentu saja adalah seseorang yang sebenarnya tinggal bersama dengannya, yaitu Vina.


'Vina?!' pikiran itu pun membuat Vano langsung menyibak selimutnya dengan kasar, turun dari tempat tidurnya dan dia bergegas pergi menghampiri satu tempat tidur yang ada di seberang sana, dimana Vina sudah jatuh terduduk di lantai. "Vin!"


Vina yang baru saja mendengar namanya di panggil, seketika langsung menoleh ke arah samping kiri, melihat seorang pria yang berlari ke arahnya dengan wajah paniknya?


"Kenapa kau sepanik itu?" tanya Vina dengan tatapan matanya yang penuh dengan kebingungan.


"Siapa yang tidak panik, kau sendiri tiba-tiba saja kenapa pakai turun dari tempat tidur? Lihat kan, kau jadi jatuh? Seandainya aku tidak ada disini, apa yang akan terjadi coba?" bebel Vano sambil mengangkat tubuh Vina dengan gaya bridal, dan meletakkannya kembali di atas tempat tidur. Setelah itu, Vano pun kembali menjepit ujung jari Vina dengan alat detektor jantung, memasang kembali alat bantu pernafasan, serta menutup tubuh Vina dengan selimut.


Tiba-tiba saja di perlakukan seperti itu, Vina langsung melotot dan segera menyibak kembali selimut itu dengan kasar.


"Kau-" Vano langsung menatap Vina dengan mata melotot. "Kenapa malah membuang selimutnya?"


"Aku tidak but- ukh..." baru juga ingin bangkit lagi, tapi rasanya tubuhnya seperti remuk, dan rasa sakit itu benar-benar ada di sekujur tubuhnya. 'Bagaimana bisa tubuhku rasanya sangat sakit seperti ini? Apa yang sebenarnya sudah terjadi kepadaku?' pikir Vina dengan kelopak mata terpejam.


Vano yang sadar dengan kondisi Vina yang pastinya langsung merasakan sakit yang cukup menyakitkan dan membuatnya menderita, Vano dengan segera memanggil dokter.

__ADS_1


Tidak butuh waktu yang lama, Jason, dokter pribadinya pun datang dan segera memeriksa kondisi dari Vina dengan sangat teliti dari atas sampai bawah, serta di tanyai dengan berbagai pertanyaan yang membuat Vina sendiri bingung sendiri harus menjawabnya seperti apa.


'Vina, bahkan di mimpiku saja, dia malah mengorbankan dirinya untukku. Kenapa aku semakin terjerat dengan wanita ini?' pikir Vano dengan ekspresi wajah penuh dengan kebingungan.


Memang, di mimpinya dirinya sempat berpikir soal siapakah wanita yang tiba-tiba saja datang dan menerjang peluru yang seharusnya di arahkan kepadanya, tapi sebenarnya ketika Vano bangun dari mimpi kejam itu, Vano pun langsung tahu siapa wanita yang ada di dalam mimpinya itu, maka dari itu dirinya benar-benar cukup penasaran apa alasan Vina ini terus saja datang menyelamatkannya?


'Kenapa? Aku pada dasarnya memang tidak begitu mempermasalahkan orang-orang menyukaiku karena tampangku ini. Tapi jika sampai Vina saja sampai melakukan hal ekstrim seperti itu, aku benar-benar tidak bisa membiarkannya begitu saja.


Dia sudah banyak sekali membantuku. Jika tidak ada dia waktu itu, dengan kebaikan hatinya itu, jelas aku tidak mungkin masih hidup.


Tapi nahasnya, berkat itu juga, dia akhirnya terseret dengan masalah pribadiku. Hanya saja, begitu aku datang berusaha untuk menolongnya, tapi pada akhirnya aku juga yang di tolong lagi olehnya.


Tanpa kau sadari, semua kebaikanmu dan tindakanmu itu berhasil menarik perhatianku. Apakah kau tahu itu,mewah?' Pikir Elvano, menatap Vina yang nampak bingung sendiri, karena tidak lain sudah jelas kalau Vina ini tidak punya pengetahuan apa yang dibicarakan oleh dokter itu kepadanya. 


“Untungnya anda bisa sadar dengan cepat. Walaupun di bilang tidak begitu cepat, karena anda sudah melewati masa tidur selama sepuluh hari, tapi kelihatannya anda terlihat baik-baik saja.”


“Sepertinya begitu dok, dia bahkan terlihat bingung,” bisik suster ini kepada dokter Jason. 


Jason pun kembali menatap wajah Vina yang nampak bingung dan hanya membalas tatapan matanya saja tanpa angkat bicara. 


“Memangnya apa yang sebenarnya terjadi kepadaku? Sepuluh hari? Apakah, aku tertidur selama itu?” tanya Vina, secara tidak terduga, bicara kepada mereka? Entahlah, Vina hanya berharap penjelasan yang di katakan oleh dokter Jason itu benar-benar tertangkap di dalam kepala kecilnya Vina, dan apa yang tadi dirinya tanyakan itu memang benar. 


“Vina?” panggil Vano, dia pun berjalan mendekati Vina yang tampak antara separuh paham juga separuh tidak paham. “Apa kau tidak ingat dengan kejadian yang terjadi padamu terakhir kali?” 

__ADS_1


Vina terdiam, sebenarnya dia samar-sama ingat, tapi bukan berarti dirinya benar-benar ingat dengan apa yang terjadi kepada dirinya itu. 


“Entahlah, jika aku memikirkannya aku akan merasa pusing,” jawab Vina atas pertanyaan Vano, yang mana jawaban itu pun membuat Vano bingung harus bagaimana menjelaskannya kepada Vina. “Tapi jika kau tahu, apa kau mau menceritakannya kepadaku?” imbuhnya lagi.


“Biar saya cek lagi,” kata dokter Jason. 


Dia benarnya mengerti apa yang di katakan oleh Vina itu, tapi hanya saja Jason sendiri tidak bisa memperesntasikan ucapannya itu dalam kata-kata. 


Setelah di periksa selama beberapa menit, Jason pun keluar dan menyuruh Vano untuk pergi ke ruang kerjanya. 


“Nona, apa anda ingin makan sesuatu?” tanya suster ini. 


Dengan alat aplikasi penerjemah, Vina pun menjawabnya dengan senang hati. 


“Aku hanya ingin minum,” jawabnya. 


Dengan senang hati suster tersebut pun memberikan Vina air minum. 


“Apa ada yang lain?” 


Vina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, karena ia memang merasa tidak lapar sama sekali. 


Melihat hal itu, suster ini pun mencoba minta izin untuk pergi keluar lebih dahulu, sehingga saat ini Vina pun benar-benar di tinggal sendirian di dalam kamar inap yang ternyata dia baru menyadari kalau di dalamnya ada dua tempat tidur, yaitu tempat tidur miliknya yang saat ini sedang Vina gunakan, serta tempat di mana Vano selama ini tempati. 

__ADS_1


“....” Vina terdiam seraya menatap ruangan dari kamar inap tersebut yang nampak begitu mewah dan sangat berkelas, bahkan sampai menganggap kalau itu adalah hotel bintang tujuh! 'Bagaimana aku bisa ada didalam kamar sebagus ini? Ini rumah sakit kan? Tapi bahkan ruangannya seperti bukan rumah sakit lagi. Sebentar, kalau aku ada disini, artinya biayanya mahal dong?


Aku harus bagaimana? Bagaimana caraku membayar biaya rumah sakit ini? Bahkan jika aku ternyata tidak sadarkan diri sampai sepuluh hari lamanya, sekalipun rumahku di jual, mana mungkin bisa menutupi biaya rumah sakit ini.'


__ADS_2