Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
48 : Pilihan Antara Arthur Atau Elvano


__ADS_3

"Arthur, apa kau begitu bencinya kepadaku?" tanya Elvano, lalu dengan sekali bidikan, Elvano pun keluar dari persembunyiannya untuk sesaat, sebelum dia akhirnya menodongkan kedua pistolnya ke arah depan dan juga samping kiri, sampai jari telunjuknya pun menarik pemicunya.


Dan suara tembakan yang begitu berisik itu kembali datang.


DORR...DORR..


Arthur, begitu dia mendapati Elvano sempat keluar dari persembunyiannya, Arthur pun langsung melompat dari lantai dua secara langsung dan segera menembak adiknya sendiri dari jarak kurang dari dua puluh meter itu. 


DORR…DORR…


Elvano yang tersadar dengan serangan yang dilakukan oleh Arthur kepadanya, langsung membuat Elvani segera mundur dan kembali bersembunyi di balik tiang penyangga. 


Suara tembakan terus terjadi, Arthur yang beberapa kali menembakkan peluru ke arahnya, tepat di saat Elvano berhasil menghindar, peluru itu pun benar-benar meleset, dan akhirnya menembak ke arah dinding. 


“Kau juga ternyata pengecut, mau sampai kapan kau bersembunyi ha?” tantang Arthur, dia tidak ingin membiarkan adiknya itu lolos dari jangkauan kematian.


“Huh, aku bersembunyi bukan sebagai pengecut, sebenarnya aku bersembunyi agar kau tidak mempermalukan diri sendiri, karena tembakanmu itu selalu saja meleset,” Elvano malah dengan sengaja bicara untuk memprovokasi kemarahan Arthur. 


Dan mendengar ucapannya Elvano barusan, semua anak buah Arthur pun terdiam sambil melirik ke arah Arthur sendiri. 


“Kalian semua di bayar olehku untuk apa? Jangan mengalihkan pandangan dari dia, hanya karena ucapannya,” tegas Arthur saat itu juga. 


“Akhh…t-tolong, sakit.” rintih salah satu anak buah Arthur yang ajaibnya masih hidup, meskipun sudah jatuh dari lantai dua, dan dia kesakitan karena tulangnya yang jelas sudah patah. 


Tapi, Elvano yang tidak kehilangan akal untuk membalas ucapannya Arthur, Elvano pun angkat bicara juga, “Kalian semua, jika kalian tidak ingin nasib kalian sia-sia seperti yang terjadi pada rekan kalian yang sudah di hajar habis-habisan oleh peliharaanku, lebih baik berhenti. Kalau tidak, aku yakin tempat ini akan jadi kuburan massal, tapi hanya untuk kalian. Akan aku pastikan itu.” jelas Elvano. 


“Akhh, hah..hah..hah, sakit,”


“Hei, bagaimana ini?” 


“Iya, kalian juga bagaimana?” satu per satu dari mereka pun bertanya pada rekan mereka sendiri, untuk mendengar pendapat dari temannya itu setelah mendengar penjelasan dari Elvano yang tidak lain adalah sebuah ancaman. 

__ADS_1


“Disini yang paling jelas statusnya adalah ak-”


DORR…


“Mulutmu berisik,” pungkas arthur tepat setelah dia berhasil memotong ucapan Elvano dengan tembakannya itu. 


Dalam diam, Elvano pun tersenyum penuh kemenangan. 


“Jangan dengarkan dia, atau jika kalian memang ingin berhenti menuruti perintahku untuk menyerang dia, keluarga kalian lah yang akan jadi korbannya,” ancaman yang diberikan oleh Arthur pun tidak main-main, membuat sebuah beban berat untuk mereka semua. 


“Hahaha, dengarkan itu, dia hanya bicara saja, tanpa ada bukti apapun kalau keluarga kalian jadi jaminan kalau kalian mengkhianatinya.” ledek Elvano, dia terus membuat semua anak buah Arthur itu jadi kebingungan. “Kalian mau mati sia-sia? Di tanganku?” tanya Elvano kepada mereka.


“Siapa yang tidak ada bukti?” Arthur menyeringai, dan langsung mengangkat handphone nya, dimana di layar itu terlihat kalau Arthur sedang menelepon seseorang. 


-“Huhuuhuu…., ma, aku tidak mau di sini.”-


-“T-tuan, tolong saya, berikan anak saya makan dulu, saya mohon,”-


Begitu mendengar suara milik beberapa orang yang ada di ujung telepon, semua anak buah Arthur pun jadi terkejut setengah mati, bahwa ancaman yang dibawakan oleh majikan mereka, benar-benar ada.


 


“Suara itu, i-itu-”


“K-kenapa ada suara adikku juga?”


“Hah? Kenapa jadi seperti ini?”


Mereka jadi gelisah, hidup atau mati, itu tergantung pada keputusan mereka semua. 


“Kalian paham kan? Jika tidak mau menuruti perintahku, aku yakin orang yang paling berharga bagi kalian akan jadi santapan buaya peliharaanku, dan beberapa harimau juga.”

__ADS_1


“Jadi dengan kata lain, antara hidup kalian atau hidup mereka, pilihan berada di tangan kalian.” sambung Elvano atas ucapannya Arthur barusan. 


GLUK…


Mereka semua sama-sama menelan ludah mereka sendiri. Antara hidup tapi tidak ada orang yang berharga lagi bagi mereka, atau mati, tapi orang yang berharga bagi mereka itu, akah kehilangan seseorang yang bekerja untuk mendapatkan upahnya. 


Sebuah pengorbanan tanpa tanda jasa, karena jenis dari pekerjaan mereka, tanpa mendapatkan penghargaan apapun dan siapapun, karena pekerjaan mereka yang begitu kotor, sangat kotor, sebab tangan mereka semua dipenuhi dengan darah dari orang-orang yang mereka bunuh. 


“Tiga, tidak ada jawaban dari kalian, berarti kalian mau mengkhianatiku, dua,” Arthur dengan sengaja langsung menghitung mundur atas ancaman yang dia punya untuk para anak buahnya yang terlihat begitu ragu untuk menentukan pilihan mereka, antara ingin hidup atau mengkhianatinya. 


“S-saya lebih baik mati- daripada saya harus merasakan kehilangan adikku,”


Arthur menyeringai, mendengar jawaban dari salah satu anak buahnya yang akhirnya sudah menemukan jawabannya, lantas bagaimana dengan yang lain?


“Saya juga,” satu orang bertambah untuk tidak mengkhianati Arthur. 


“Dari pada kehilangan Istri dan anak, lebih baik saya saja yang mati,”


Satu per satu dari mereka akhirnya bisa menemukan jawaban mereka sendiri. 


Sebenarnya itu adalah pilihan yang cukup sulit, bahkan untuk Elvano sendiri, dia sebenarnya cukup menyayangkan cara dari berpikir mereka semua. ‘Dasar, mereka benar-benar punya pikiran dangkal. Jika kalian lebih memilih untuk bekerja di bawah Arthur, dengan kata lain lebih baik mati ketimbang keluarganya, maka itu tidak ada bedanya dengan membunuh kehidupan keluarga kalian sendiri. 


Meskipun kalian mati, bukan berarti orang yang kalian anggap berharga bisa selamat. Mereka justru akan mendapatkan nasib yang lebih buruk saat tahu kalau kalian bekerja sebagai mafia, dan bisa jadi mereka akan menyusul juga dengan kalian ke alam baka, karena sifat Arthur yang lebih suka membereskan semua yang menjadi penghalangnya sampai ke akar-akarnya. 


Aku yakin pasti ada yang sadar dengan pilihan ini. Bahwa apapun yang dipilih, ujung-ujungnya sebenarnya sama.


Tapi akan berbeda karena aku sebenarnya bisa membuat kesempatan untuk mereka agar berpihak kepadaku.’ pikir Elvano panjang lebar, sambil melirik ke arah Arthur yang terlihat senang sekaligus bangga kalau rencananya untuk membuat semua anak buahnya itu tertekan, dan dituntut untuk terus berada di bawah kendalinya, benar-benar berhasil.


“Dengar, kalau kalian memang benar-benar tidak mengkhianatiku, demi keluarga kalian yang berharga itu, maka serang anak itu lagi! Dan singkirkan anj*ing sialan itu sekarang juga!” perintah Arthur, dengan kedua tangan sekarang sudah berada di posisi ke depan dan satunya lagi ke atas, karena serigalanya ada di atas, sedangkan Elvano ada di depan sana. 


“B-baik!” ketika banyak dari mereka akhirnya menemukan jawaban untuk terus bekerja di bawah tangan Arthur, maka tidak dengan dua orang yang sebenarnya adalah saudara kembar. 

__ADS_1


__ADS_2