
"Seperti yang kau tahu, aku hilang ingatan, kau harus sertakan semua informasi yang ada di dalam rekaman. Anggap saja kau sedang mendongeng anakmu sendiri," Elvano memberikan perintah paling penting kepada Delvin.
Karena itu, Elvano pun memberikan satu alat perekam suara kepada Delvin untuk di gunakan sebagai merekam suaranya, tantunya. Tapi isinya adalah dongeng pribadi milik Elvano sendiri.
"Anda memang bisa saja ya, inilah yang saya suka menjadikan anda majikan saya," ungkap Delvin dengan bangganya.
"Hoh, awas saja sampai jatuh cinta, aku tidak akan membiarkanmu Vina kalah saing denganmu," ejek Elvano terhadap Delvin ini.
"Tapi apakah anda yakin bahwa anda menyukai Vina?" Delvin sebenarnya tahu kalau Tuannya itu sebenarnya sudah memiliki satu kekasih setia yang sebenarnya masih menunggunya sampai saat ini.
Tapi melihat Tuan nya itu malah tertarik dengan wanita lain yang menjadi pahlawannya, Delvin pun jadi sedikit khawatir.
"Kenapa kau berkata seperti itu?" karena sudah tidak ada waktu lagi untuk terus berdiam diri di dalam kamar inap itu, Elvano pun pergi memimpin untuk keluar dari kamar tersebut, dan langsung di ekori Delvin yang membawa koper di tangan kanannya.
Tidak mau ada satu orang pun yang tahu kecuali orang yang bersangkutan, Delvin pun memberikan pesan teks kepada majikannya sendiri yang padahal ada di depannya persis.
Dan ketika dia melihat pesan teks yang baru saja di kirim oleh Delvin, Elavno pun diam. Dia tidak menyangka kalau dirinya sebenarnya sudah punya pacar?
Cantik, seksi, rambut hitam yang cukup panjang, dan bahkan dengan sepasang kaki putih yang begitu jenjang, Elvano yakin kalau wanita yang barusan lewat di beranda medsonya itu adalah wanita yang cukup tinggi, apakah lebih tinggi dari wanita yang ada di gambar tersebut?
Bahkan yang lebih penting dari itu, rupanya pacarnya itu memiliki sepasang aset yang lumayan.
"Apa yang harus anda lakukan adalah harus memutuskan hubungan anda dengannya, jika anda memang benar-benar sudah tidak mencintainya. Lagi pula saya dari dulu juga tidak menyetujui anda yang ingin menjadikan dia tunangan anda."
Fakta baru yang membuat kepalanya pusing tujuh keliling, Elvano pun jadi di buat semakin bingung dengan permasalahan cintanya dengan wanita yang ada di dalam foto itu.
"Aku pikir aku ini masih jomblo," senyuman tawarnya pun memancing Delvin jadi ikutan terkekeh.
__ADS_1
"Ayolah, apa anda bisa bercermin?"
"Ya bisa lah," ketus Elvano.
"Kalau begitu coba anda bercermin di sini," karena kebetulan di koridor itu ada satu cermin, Delvin pun menghentikan langkahnya dan menuntun Tuan nya itu untuk bercermin. "Lihat ini, apa anda melihat wajah anda di cermin?"
"Kau ini sedang menganggapku bodoh atau apa, aku ini punya mata, jelas aku masih bisa melihat wajahmu yang pas-pasan itu sangat berbanding terbalik dengan ketampanananku yang tiada tara." ucapan dari Elvano itu pun benar-benar berhasil mengundang tawa orang lain yang sempat melintasnya.
"Dia benar, wajahnya lebih tampan ketimbang asistennya,"
"HIhihi, hai kakak tampan,"
"Ternyata laki-laki yang aku pikir itu garang, ternyata bisa melawak,"
Semua perawat yang bekerja di lantai itu secara khusus pun hanya terkekeh dan lewat begitu saja.
Bahkan Delvin yang menyarankan diri Elvano untuk bercermin saja ikut tersenyum-senyum sendiri dengan sikap Tuan mudanya yang memang beda, dan sangat berbanding terbalik dengan Tuan muda pertama yaitu Arthur.
Ketika Arthur lebih banyak menggunakan emosinya yang sebagian besar adalah marah-marah, maka hal itu tidak terjadi kepada Elvano yang ana dia ini adalah tipe orang yang begitu santai, dan akan di anggap serius jika memang suasananya serius untuk segera di bereskan.
"Nah, karena anda sendiri sudah sadar kalau wajah anda ini tampan, berarti anda sudah tahu kan, kalau anda ini sebenarnya sudah pernah beberapa kali pacaran dengan wanita lain, dan kasusnya sudah sering putus, seperti tali layangan.
Maka dari itu, jika anda memang ingin putus dengan pacar anda yang saat ini, lebih baik lakukan sekarang, dan buat alasan paling tepat agar pacar anda yang lama itu tidak mengusik kehidupan anda.
Dan sebagai pendukung, saya akan mengirimkan bukti kalau dia telah selingkuh, maka tida kada yang bisa di perpanjang lagi dari hubungan anda," penjelasan yang begitu lengkap dari Delvin itu pun sukses besar membuat Elvano melongo.
"K-kau ini, memang punya ide yang menyeramkan," entah itu kalimat dari sebuah pujian atau bukan, Elvano menganggap kalau asistennya itu cukup berbahaya juga, karena bisa-bisanya memikirkan cara bagaimana Elvano untuk bisa putus dengan pacarnya, di tambah dengan bukti-bukti perselingkuhan yang di buat dengan sengaja, itu benar-benar pekerjaan dari Delvin yang begitu sempurna.
__ADS_1
"Kalau tidak menyeramkan, maka saya tidak mungkin akan bersanding sebagai asisten pribadi anda,"
Memang benar, yang namanya menjadi asisten, maka mereka harus punya otak yang bagus dengan mata jeli, serta punya segala pikiran untuk membantu Tuannya menemukan jalan keluar dari segala permasalahannya beserta dengan jalan keluar untuk mengatasi kemungkinan terburuknya.
DRRTT....
DRRTT....
"....!"
Merasakan adanya dering handpone yang cukup familiar, Delvin dan Elavano pun sama-sama mengeluarkan handphone nya dari dalam saku jas mereka, dan ternyata handphone yang berbunyi itu malah milik dari dokter yang ada di belakang mereka.
"Halo? Oh, siapkan saja dulu tempatnya, aku akan pergi kesana sekarang." jawab dokter tersebut, dan akhirnya langsung pergi dari sana meninggalkan kebingungan milik Delvin dan Elvano.
Sadar dengan apa yang barusan mereka perbuat, Delvin dan Elvano pun jadinya saling menatap satu sama lain.
"Apa kau bahkan menggunakan ringtone cekikikan itu?" tanya Elvano terhadap Delvin.
"Bukannya anda sendiri juga punya ringtone yang sama?" tidak mau kalah debat dengan Tuannya sendiri.
DRRTT....DRRTT....
Dan lagi-lagi mendapatkan handphone dari ringtone mereka sama-sama berdering, Delvin dan Elvano pun sama-sama mengangkat telepon mereka.
"Halo?" All.
Delvin dan Elavno jadi saling melirik tajam, karena bisa-bisanya kata yang keluar dari mulut mereka berdua pun sama.
__ADS_1
Elvano yang merasa terganggu dengan keberadaan Delvin di sampingnya, dia pun segera memberikan kode untuk menjauh dari dirinya. "Sana mundur yang jauh," memberikan perintah kepada Delvin untuk segera pergi menjauh dan memberikan ruang dan jarak untuk mereka berdua saling bicara satu sama lain.