Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
Abel


__ADS_3

Hujan masih mengguyur sebagian wilayah tempat kota Vina tinggali, baik dari kota sampai desa, tepatnya semua penjuru dari satu kabupaten itu benar-benar terus hujan.


Gelap, dingin, waktu yang sudah menunjukkan jam malam itu adalah waktu terbaik untuk tidur di dalam selimut tebal nan hangat, serta di layani oleh pelayan yang cukup berbakat, maka tidak akan kekurangan apapun, dalam hidup yang di jalaninya.


Dan orang yang sedang menikmati layanan kamar itu adalah Abel, dia adalah tangan kanan dari Tuan muda pertama, yang akan menetap untuk sementara waktu di sana, di kota PWT, yang menjadi kota tempat Vina belanja tadi.


Karena satu-satunya hotel paling bagus di tempat tersebut adalah hotel Aston, dia pun pergi ke sana untuk bermalam selama beberapa hari, setidaknya sampai urusan pribadinya selesai.


"Tuan, saya membawa makan malam untuk anda," kata pegawai dari hotel Aston.


Abel, dia yang baru saja menyelesaikan urusannya sampai berhadapan dengan laptop nya, dia pun segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju pintu.


KLEK....


Seperti kebanyakan dari orang eropa yang mempunyai tinggi tubuh rata-rata lebih dari 180, pria ini pun benar-benar cukup tinggi, sampai pelayan laki-laki yang baru saja datang dengan membawa troli makanan untuk sang tamu VIP itu, jadi seperti kerdil.


"Aku akan membawanya masuk sendiri, kau pergi saja," perintahnya.


"Baik Tuan," tanpa menatap lawan bicaranya, pelayan ini pun pergi begitu saja, dan membiarkan Abel membawa troli makanan itu secara pribadi.


"Hmph, kira-kira apa yang di sajikan dari pihak hotel kepadaku ini?" gumam Abel, jika malam itu bukan karena dirinya harus bertarung dengan Delvin, dan majikannya tidak pergi, jelas, Abel sudah pasti membunuh Delvin serta Elvano, sebagai misi miliknya itu.


Makannya, dibalik senyuman menawannya itu, sebenarnya tersimpan rasa kecewa yang pernah dia alami, gara-gara Elvano sang Tuan muda kedua, ternyata masih selamat dari insiden penembakan yang terjadi setengah bulan yang lalu.

__ADS_1


"Ternyata tidak ada yang lebih mewah dari masakan sendiri. Ini terlalu biasa. Tapi jika aku tidak memakannya, aku sendiri yang rugi membuang waktu untuk pergi mencari makan sendiri," gerutu Abel, dia yang pada dasarnya belum lama ini baru saja mandi, tubuh yang masih berbalut handuk kimono itu pun bergerak menuju tempat tadi dia duduk, dan meletakkan semua piring makanan itu di atas meja.


TING....


Layar handphone milik Abel tiba-tiba saja mendapatkan notifikasi pesan masuk. Abel yang cukup penasaran itu, segera melepaskan charger dari handphone nya, dan membuka pesan yang baru saja dia dapatkan itu.


"Hwow, apa-apaan ini? Ternyata seorang Tuan muda kedua yang punya banyak mobil ini, bisa-bisanya ya berbonceng naik motor dengan seorang wanita. Pfft, aku tidak menyangka saja, ternyata Tuan muda kedua ini punya sisi untuk jadi orang yang sangat sederhana." ucap Abel pada dirinya sendiri.


Dia cukup terkejut, tapi juga cukup senang, sebab dia baru saja mendapatkan pesan informasi terbaru dari salah satu anak buahnya yang sudah lebih dulu mengintai Elvano, dan seperti sebuah hadiah, Abel tentu saja senang, karena tanpa perlu waktu yang lama baginya bisa menyisir seluruh penjuru bandara untuk menemukan segala jejak yang memungkinkan bisa menunjukkan ke arah Elvano yang sempat hilang itu.


Dengan senyuman penuh kemenangan miliknya, Abel yang memang pada dasarnya sengaja membawa botol wine sendiri, segera dia buka dan minum wine tersebut seorang diri.


"Ini menakjubkan, Elvano, alias Tuan muda kedua, rupanya kau di rawat oleh satu keluarga yang cukup baik, sampai memberimu tempat tinggal dan perawatan yang layak untuk membuatmu sembuh.


Tapi tenang saja, kesembuhanmu itu akan berakhir tidak lama setelah kita berdua bertemu lagi di tempat yang lebih baik dari ini," ucap Abel pada dirinya sendiri, setelah itu begitu Abel dengan sengaja mengangkat tinggi-tinggi gelas yang dia pegang itu, Abel akhirnya meminum wine itu dalam beberapa teguk saja. "Demi Tuan muda pertama, dan demi Tuan muda kedua yang harus di singkirkan, aku punya metode yang cukup bagus untuk membuat adik anda itu keluar dari sarangnya. Jadi tenang saja, soal untuk membunuh adik Tuan muda pertama, akan saya kerjakan dengan sepenuh hati, jadi mohon tunggu ya~"


"Tapi wanita ini siapa ya? Hm.., Vina umurnya baru 23 tahu, hanya lulusan SMK, tidak punya pekerjaan selain bekerja di rumah? Wah, berarti wanita ini termasuk wanita yang sudah mandiri dengan caranya sendiri? Aku akui kalau wanita ini benar-benar hebat, yah beruntung juga sampai bisa menyelamatkan Tuan muda kedua, dia termasuk punya kesempatan bagus untuk aku jadikan umpan nanti.


Vina, bersiap-siaplah, karena dibalik kau dan keluargamu memberikanmu kebaikan kepada musuh Tuanku ini, kau akan mendapatkan hadiah yang tidak akan pernah terbayangkan olehmu. " ucap Abel seraya melihat foto demi foto yang dia dapatkan dari hasil kerjanya, yang mana dirinya bisa meretas semua sistem CCTV di kota tersebut.


Hanya dengan mengandalkan foto satu orang, yaitu Elvano, dia pun berhasil menemukan hasil yang seratus persen sangat cocok.


Dan sekarang, begitu dia akhirnya berhasil menemukan mangsanya, apalagi mangsanya jadi bertambah satu orang lagi, yaitu Vina yang akhirnya dia jadikan target utamanya setelah Elvano, Abel pun mulai membuat rencananya sendiri untuk membereskan Vina. .

__ADS_1


"Tunggu aku ya sayang, kau pasti akan bertemu denganku, pertemuan kita berdua itu akan lebih menakjubkan dari apa yang kau bayangkan saat di sisi Elvano." kata Abel, dia pun tidka henti-hentinya menyentuh wajah Vina yang terlihat sedang melamun, karena perbuatan Vano yang begitu menggodanya.


Karena dirinya berhasil mendarat di kota yang tepat, dan mendapatkan hotel yang bisa membuatnya tidur nyaman, dan hanya tinggal menjalankan rencana yang ada, Abel pun akhirnya menutup laptopnya, dan beralih untuk makan malam.


DRRTT...


DRRTT....


"Halo Tuan?" tanya Abel detik itu juga, setelah dirinya langsung menerima panggilan dari majikannya.


-"Apa kau sudah sampai di tujuanmu?"-


"Sudah, bahkan sekarang aku sedang di hotel dan sedang makan." jawab Abel, sambil menyesap teh yang mumpung masih hangat itu.


-"Aku tidak tanya itu, yang mau aku tanyakan itu apa kau sudah menemukan si Vano itu?"-


"Kurang lebih, tapi aku harus mencarinya lebih banyak waktu lagi, karena aku masih belum menemukan dimana dia tinggal sekarang. Tapi aku pastikan kalau dalam minggu ini akan ada berita baru untuk anda,"


-"Aku harap kau tidak terlalu membuang-buang waktu untuk menangkap anak itu. Aku tunggu informasi selanjutnya."-


"Baik Tuanku," setelah selesai bicara dengan Tuan muda pertama, Abel pun mematikan panggilan itu secara sepihak, dan dengan senyuman simpulnya itu, dia pun kembali menikmati teh hangat itu lebih dulu.


"Tapi aku rasanya berubah pikiran, aku ingin menangkap wanita ini lebih dulu, dan membiarkan Elvano bebas lebih dulu.

__ADS_1


Karena jika bertarung dalam kondisi tubuh yang sama-sama dalam kondisi paling Fit, itu lebih bagus dari pada bertarung dengan orang yang sedang terluka, rasa menantangnya kurang dapat.


Jadi maaf saja ya Tuan, ini di luar kendaliku karena aku ingin melakukan sesuatu pada wanita ini dulu," ucapnya.


__ADS_2