
WUSHH~
Angin malam kembali datang. Namun, meskipun pria itu sebenarnya jadi ketakutan karena lolongan serigala tadi, dia tetap punya tekad untuk terus berada di sana sampai temannya datang.
PIP...PIP...PIP...
"Y-ya tuhan, kenapa alarm jamku mengagetkanku saja?!" ucapnya dengan nada penuh penekanan. Dia sangat terkejut, gara-gara di tengah-tengah dirinya sedang ketakutan dan tengah waspada dengan sekitarnya, alarm dari jam miliknya itu justru berhasil membuat mental dari rasa takut miliknya tadi sempat menghilang.
Akan tetapi, dia yang sebenarnya sedang di lahap oleh ketakutan serta kegelapan yang sedang mengintainya dari suatu tempat, sosok yang sedang mengawasi pria itu perlahan berjalan dengan langkah yang begitu senyap.
Bahkan setiap pijakan kakinya yang memijak banyak daun kering, sama sekali tidak membuat orang di depan sana menyadari keberadaannya.
"Halo~ Hei, kemana teman yang harusnya menggantikanmu? Bukannya dia seharusnya sudah datang? Kenapa lambat seperti siput sih?" protes pria tersebut dengan temannya tadi lewat telepon.
-"Tunggu sebentar lagi, dia sedang dalam perjalanan. Lagian jika kau takut, seharusnya kau tidak melamar bekerja di sini, tapi melamarlah jadi tukang kebun, pekerjaannya hanya dari pagi sampai sore saja."- jawab pria yang ada di ujung telepon.
"Kau, sedang menyindirku ya?" tanyanya, denan ekspresi tidak puas hati.
-"Heheh, makannya, tidak usah protes dan mengeluh, tetap di situ, dan jaga dengan baik tempat itu, karena penggantiku sudah ada di dalam perjalanan. Sudah dulu ya, aku mau mandi, makan, dan tidur, selama bekerja!" tuturnya lagi dengan akhir percakapan sebuah semangat yang di tunjukkan kepada temannya itu.
TUT...
Begitu panggilan itu sudah di putus secara sepihak oleh pihak sana, pria itu pun menatap handphone nya dengan tatapan wajah kesal.
"Aw-" sampai belum sempat bicara sendiri dengan bumbu kutukan untuk temannya tadi itu, dia tiba-tiba saja mendengar suara erangan dari seekor hewan.
"Ggrrrrhh..."
Terkejut dengan suara itu, dia seketika jadi langsung waspada. Dengan cepat dia segera memutar tubuhnya ke belakang, menyalakan senter dari handphone nya.
Dengan wajah tegang, jantung yang berdebar, serta suara alam yang terus bercampur aduk antara angin, jangkrik, katak serta erangan dari hewan lain, membuatnya benar-benar tidak mampu untuk tidak waspada dengan ketakutannya sendiri yang kian memuncak, sampai dia akhirnya menyadari kalau di balik kegelapan yang ada di belakang sana ada yang sedang mengawasinya secara langsung.
__ADS_1
Siapa itu?
"Keluar kau! Aku tahu, kau pasti ada di balik pohon itu kan?!" ucapnya dengan nada yang terdengar tegas.
Walaupun terasa terdengar keras juga, tapi tidak dengan nadanya yang sebenarnya bergetar, sebab meskipun dia memang menyadari ada yang sedang mengintainya dari dekat, tapi dia merasakan kalau instingnya itu mengatakan kalau yang sedang mengintainya itu bukanlah seorang manusia.
Tapi, karena ingin melawan nalurinya sendiri, dia pun tetap berada di sana, setidaknya sampai ada bantuan yang datang kepadanya.
"Atau aku tembak kau, keluar atau tidak!" ucapnya lagi sambil menodongkan senjata yang dia pegang dari tadi.
Seperti yang di harapkan, suara dari langkah kaki yang menyatakan akan berjalan mendekat ke arahnya, sosok misterius yang dari tadi terus mengintai dari dalam kegelapan hutan itu, akhirnya muncul.
Dan wajah dari pria tersebut pun langsung jadi pucat pasi begitu dia akhirnya melihat sosok dari hewan berkaki empat, berbulu kelabu bercampur putih yang menghiasi lehernya layaknya sebuah kalung, muncul di hadapannya persis.
'S-serigala, ke-kenapa di sini ada serigala? Kenapa tidak ada orang yang memberitahuku kalau hutan ini masih ada serigala yang berkeliaran?!' teriak pria ini dalam hati, tidak menyangka akan benar-benar bertemu dengan serigala sungguhan yang bahkan terus menatapnya dengan tatapan predator yang hendak memangsa makanannya.
"Hehh...heh...heh..heh.." dengan lidah panjangnya yang terus menjulur keluar, serigala ini pun terus berjalan mendekati pria tersebut.
Tapi, bahkan belum sampai 10 meter dari tempat Jason berdiri, temannya itu pun sama-sama terkejut dengan apa yang sedang dia lihat saat ini.
"S-serigala? Kenapa bisa ada serigala di sini?" gumamnya, dia pun langsung menodongkan senjatanya ke arah serigala tersebut. Pria ini langsung melirik ke arah Jason dan berkata : "Jason, kemana temanmu yang satunya lagi?"
"Dia sudah pergi, ganti shift. Tapi sialnya, aku malah bertemu serigala disini," jawabnya dengan lugas.
TAP...
Satu langkah demi satu langkah di lakukan oleh Serigala itu, dengan geraman miliknya yang menciptakan suasana diantara mereka yang berubah menjadi tegang, teman dari Jason itu pun sudah berniat untuk menarik pemicu dari senjata yang dia gunakan itu.
"Tidak usah pedulikan serigala itu, tembak saja," begitu sudah berkata demikian, pria ini pun segera menembaknya.
"Graarrgghh!"
__ADS_1
Merasakan adanya ancaman yang begitu besar, di waktu yang sama, serigala itu pun langsung berlari kencang ke arah mereka berdua, dan langsung melompat untuk menerjang mereka berdua.
Tapi di saat yang sama juga, dua orang berpakaian serba hitam yang sudah berdiri di batang salah satu pohon di sana, dalam diam sudah membidik sasaran mereka berdua.
"Tembak-" bisik salah satu dari mereka berdua.
Dan begitu perintah itu sudah keluar, tepat ketika Jason dan teman Jason itu hendak menarik pemicunya, satu tembakan tanpa suara langsung melesat menuju ke arah mereka berdua.
JELB...JLEB..
"Ukhh..."
BRUKK...
Dalam seketika, tubuh mereka berdua langsung tumbang, setelah leher mereka berdua terkena tembakan yang cukup mematikan dari dua orang penembak jitu yang tidak jauh berada di tempat mereka.
"Tuan, kami berdua sudah berhasil melumpuhkan mereka berdua," Delvin, suara miliknya itu pun langsung terdengar oleh Elvano yang dari tadi bersembunyi dibalik pohon yang sedikit jauh dari sana.
Elvano yang sudah mendengar berita kalau Delvin dan temannya berhasil melumpuhkan dua orang penjaga yang berjaga di sekitar bangunan pabrik yang lusuh itu, dia akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya.
"Aeungh~ Eeungh~" sedangkan serigala berbulu kelabu yang tadi hampir saja menerkam kedua orang yang dia anggap musuh itu menyadari kemunculan dari Elvano, serigala ini pun langsung berlari menghampiri Elvano dan berlari berputar mengelilingi Elvano, untuk mendapatkan sebuah imbalan yang pantas untuknya, karena berhasil membuat kedua musuh yang menjadi ancamannya itu ketakutan, sukses besar. "Hehh..heh...heh..., eungh~"
Elvano yang merasa terbantu dengan serigala tersebut, langsung memberikan serigala itu daging ham yang sudah dia siapkan untuk menjadi hadiahnya.
"Ini, kau sudah melakukan kerja bagus," puji Elvano, mengeluarkan sepotong daging ham dari kantong plastik dan memberikannya kepada serigala tersebut.
"Eungh~" serigala ini pun langsung menghentikan aksinya untuk tidak berlari kecil mengelilingi Elvano, selaku Tuan nya itu.
Setelah bagian pertama mereka berhasil di selesaikan, Elvano dan kedua anak buahnya itu pun segera berkumpul di depan pintu pabrik tersebut.
"Tuan, apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" tanya anak buah Delvin kepada Elvano.
__ADS_1
"Aku harus masuk dan mencari keberadaannya. Tapi sepertinya, kalian harus tetap berada di sini, karena jika tahu komunikasi dari pusat tidak di jawab oleh mereka berdua, akan ada masalah yang lebih besar lagi," jawab Elvano, dia sudah tidak sabar untuk melewati pintu besi di depannya itu.