Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
84 : Perlakuan Khusus?


__ADS_3

Keesokan harinya dikarenakan Vina tidur lebih larut malam daripada biasanya Vina, pagi jam 07.00 Vina pun masih tertidur dengan sangat puas.


tidak ada yang berani membangunkannya bahkan evanus sendiri yang sudah mandi pun tidak bisa berbuat apa-apa karena di sini yang paling penting adalah istirahat yang cukup.


tok tok tok 


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Elvano langsung membukanya, dan rupanya suster yang biasa mengurus Vina sudah datang dengan membawa sarapan pagi di adakah Deiren wanita yang kemarin sempat dikurung di dalam locker oleh salah satu orang penyusup.


"Tuan ini sarapan paginya untuk Nona."


evano menerima nampan berisi menu yang dibuat khusus untuk sarapan pagi Vina.


"Sebelum kau pergi apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi kemarin?" minta elvana kepada suster tersebut dan suster tersebut pun mengangguk setuju.


Elvano lebih dulu meletakkan sarapan itu di atas meja setelahnya dia keluar dan akan berbicara dengan para anak buahnya.


________


"Jadi apakah kau bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kemarin yang pertama aku minta penjelasan dari kau dulu Deiren." Elvano menunjuk pada seorang pria yang ditunjuk sebagai Bodyguard Vina acara diam-diam dengan cara menyamar menjadi seorang pasien yang saat ini tinggal di sebelah pasir kamarnya.


"Baik Tuan, saya akan menjelaskan apa yang terjadi pada hari itu."


Setelah kurang lebih setengah jam mereka bertiga berdiskusi bersama-sama di dalam kamar milik Jef, Havana pun mengambil kesimpulan kalau mereka semua sungguh teledor.


"Aku harap tidak ada kejadian yang kedua kalinya. karena kemarin benar-benar di luar ekspektasi ku bisa-bisanya ada yang berhasil menyusup masuk ke dalam kamarku kalian harus lebih waspada lagi." 


Jeff dan Deiren pun mengangguk paham.

__ADS_1


'Benar-benar deh, kenapa sebegitu inginnya karena meninggal sih memang apa salahnya dia? Kakakku memang sungguh keterlaluan, dia sudah melampaui batas kesabaranku.' Fana membatin dengan pikiran serta hatinya mulai berkecamuk.


Jeff dan Deiren yang melihat ekspresi wajah sang Tuan muda Elvano terlihat sangat suram, mereka berdua jadi tidak bisa berkata apapun lagi, sebab mereka tidak ingin menyinggung perasaan dari sang tuan muda yang sedang serius berpikir.


_______


"Kenapa rencanaku selalu gagal? Apa kau bisa menjelaskannya apa yang sebenarnya terjadi? Atau kau sebenarnya memang dengan sengaja membuat rencana ini gagal dan selalu gagal?" ucap Arthur dengan nada penuh penekanan kepada Abel.


"Sudah seperti yang pernah saya bilang Tuan muda, penjagaannya di sana memang cukup ketat, tapi lebih dari itu semua ini lagi-lagi tergantung dari nasib keberuntungan kita."


"Kau kalau bicara mudah sekali ya? Aku inginnya itu setiap rencana harus berhasil. Kalau seperti ini saja kau selalu gagal, lalu apa gunanya kalau ada di sampingku?" Arthur berbicara sudah melampaui batasannya.


Diberikan teguran seperti itu oleh sang tuan muda apel pun sekilas langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih datar dan bahkan sorotan matanya pun menjadi lebih dingin.


"Kalau begitu Apakah anda punya rencana lain yang lebih mujarab daripada rencana milik saya? ya tapi jika memang Anda berpikir demikian kalau saya selalu gagal dalam menjalankan rencana saya akan mundur diri dari tempat saya silahkan Anda mau bagaimana kedepannya." 


Arthur yang kala itu sedang dilanda emosi tapi tiba-tiba harus mendapatkan keputusan pengunduran diri dari Abel, Arthur sontak langsung mencegah dia pergi.


"Saya sendiri. Memangnya kenapa? Bukannya anda selalu kecewa dengan hasil apa yang saya lakukan untuk anda?" bales Abel.


"Aku tidak bermaksud untuk mengusirmu aku hanya terlalu kesal jangan diambil hati harus tetap berada di sisiku." pinta Arthur dan dalam hatinya dia berkata lain, 'Kalau dia pergi, nanti siapa yang bisa mengarahkan aku dalam jalan untuk merebut hak waris dari Elvano?'


'Pada akhirnya anda akan terus bergantung kepadaku Tuan Muda.' batin Abel.


Apa yang sebenarnya tidak serta-merta hanya mengikuti arahan dari Arthur di sebenarnya punya rencana sendiri yang tidak diketahui oleh orang lain maka dari itu dia pun terus Setia berada di bawah kaki tangannya Arthur.


_________

__ADS_1


"Veronica, k mau pergi ke mana?" tanya seorang wanita paruh baya kepada sang anak yang kini sedang memilih pakaian.


Wanita berambut pirang yang kini sedang memilih gaun malamnya untuk digunakan dalam acara pertemuan reunian angkatan SMA nya hanya menjawab : "ke pesta mah aku diundang oleh teman seangkatanku Katanya mereka akan datang juga jadi sebagai sesama teman bukannya harus ikut datang?"


"Apa kau akan datang sendirian?" ibunya Veronica pun masuk ke dalam kamar tersebut, kamar khusus yang menyimpan semua barang milik anaknya dari dari gaun seragam Sepatu tas perhiasan jam dan lain-lain semuanya ada di sana dan ditempatkan di posisi yang pas untuk di lihat, karena di tempatkan di dalam lemari kaca.


"Tidak dong Ma? Aku kan sudah punya pacar tentu saja aku harus memperkenalkan pacarku kepada teman-temanku." jawabnya.


"Kalau begitu kamu harus cari gaun yang cantik dan kalau bisa harus serasi dengan pakaian milik Vano." pinta sang Ibunya Veronica.


"Iya Mah, aku juga tahu. Aku pasti akan memilih gaun yang cantik dan aku juga akan berdandan ke salon agar aku bisa tampil lebih sempurna di depan teman-temanku itu. Apalagi aku kan punya pacar, nah dengan begitu aku kan bisa pamer kepada mereka semua." jawab Veronica dengan wajah senangnya.


"Kalau begitu semoga beruntung ya, kau  pasti akan jadi pusat perhatian mereka semua dan tidak akan ada lagi yang merendahkanmu." ibunya Veronica pun memberikan semangat kepada anak perempuan satu-satunya.


Veronica pun mengangguk, dan setelah memilih pakaiannya Dia segera pergi ke salon karena dia akan berdandan lebih dahulu sebelum dia memakai pakaiannya.


_______


"Nona ini sudah mulai malam apa anda tidak mau istirahat?" tanya Deiren kepada Vina.


"Aku ingin menunggu elvano ketika dia akan datang ke sini?" tanya Vina kepada Deiren.


sebenarnya mereka berdua sekarang ini sedang berada di atap. apa yang mereka perdual lakukan tidak lain hanya ingin melihat pemandangan kota Paris dari Rooftop. Karena akan luasnya gedung rumah sakit tersebut, maka ada tempat di mana antara helipad dan taman bisa dijadikan satu.


Kau juga butuh istirahat, sebaiknya kau pergi saja. Aku masih mau berada di sini pemandangan disini benar-benar indah. Tidak tahu kapan lagi aku bisa melihat pemandangan menakjubkan ini.


"Nona ini kan tugas saya saya sebagai perawat anda, jadi saya harus terus menemani anda kemanapun anda pergi."

__ADS_1


Namun ucapan yang dikatakan oleh Deiren, justru membuat kesimpulan baru kepada Vina secara pribadi.


'Sebagai perawat aku? Bukannya itu sama saja dengan perawat khusus ya? Memangnya aku sampai harus mendapatkan fasilitas seperti ini? Itu rasanya tidak mungkin, aku ini orang asing jadi tidak mungkin setiap orang diperlakukan khusus seperti ini kan ini sangat aneh aku jadi semakin curiga.' benak hati Vina, sangat mencurigai tentang kehidupannya sendiri di rumah sakit yang terus diperlakukan seperti seorang nona muda kaya raya.


__ADS_2