Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia

Tetanggaku Tuan Mafia Amnesia
71 : Penampilan Verina


__ADS_3

Delvin dan Elvano, mereka berdua sekarang saat ini sedang berada di depan sebuah cafe yang letaknya tidak jauh di depan salon tempat di mana Elvina sedang diurus oleh karyawan salon itu agar Elvina terlihat lebih bersih sekaligus mengurus rambutnya yang rontok itu.


Kembali ke pembicaraan delvin dan Elvano;


"Anda yakin tidak ingin bertemu dengan kekasih anda?" tanya Delvin kepada tuan muda Elvano.


Sedangkan Elvano yang kini sedang menyeruput teh hijau itu pun, lantas menjawab dengan tenang, "Memangnya aku punya pacar ya?"


"Tuan sebaiknya anda lebih perhatikan lagi hal kecil, terutama soal pacar anda. Beliau saat ini sedang menunggu anda untuk bertemu berdua setelah sekian lama." jelas Delvin.


"Apa dia yang menyuruhmu untuk membujukku untuk pergi?"


"Tidak Tuan, ini inisiatif saya karena saya ingin meminimalisir perselisihan di antara kalian berdua. Lagi pula ini menyangkut soal nona Verina juga." ucap Delvin lagi, memberikan alasannya kenapa dia berbicara demikian kepada sang Tuan muda Elvano soal hubungan sebenarnya sang Tuan muda dengan kekasihnya yang sebenarnya.


Semua itu di lakukan nya, sebab Delvin tidak ingin adanya masalah eksternal lainnya, karena masalah internal antara diri Tuan muda kedua pertama dan Tuan muda kedua saja belum usai.


Sedangkan Elvano sendiri, sebenarnya dia tidak ingin terlibat dengan masa lalunya. Yang Elvano inginkan sekarang ini adalah menjaga dan melindungi Verina dari segala bahaya apapun. Sebab jika bukan karena Verina, tidak mungkin dirinya akan bisa duduk di sini berdua dengan Delvin. Bahkan sampai dirinya masih bisa menyeruput Teh dengan santainya.


"Tapi tetap saja Tuan, anda setidaknya harus menemui kekasih anda sekali saja, dan jelaskan alasannya ingin putus, jika anda memang benar-benar ingin putus dengannya. Karena itu akan jauh lebih baik daripada tidak mengkonfirmasi hubungan anda dengan beliau." kata Delvin lagi memberitahu sang Tuan muda kedua, agar sadar diri betapa beresikonya jika Tuan muda nya itu tidak bertemu dengan kekasihnya, tapi diam-diam sudah punya Verina sebagai wanita yang di jelas akan di anggap sebagai selingkuhan dari Tuan muda Elvano itu sendiri. "Apalagi sekarang anda sudah seperti lem, anda terus dekat dengan Nona Verina. Maka Nona Verina jelas akan di cap sebagai orang ketiga oleh beliau." imbuhnya lagi.


Mendengar hal tersebut Alvano pun berpikir dengan lebih keras lagi.


Menurutnya, apa yang dikatakan oleh Delvin ada benarnya juga. Dirinya harus mengkonfirmasi hubungannya bahwa sekarang ini dirinya tidak begitu mencintai pacarnya lagi.


"Akan aku pikirkan lagi."


"Ya, dan sebaiknya jangan terlalu lama berpikir, atau kalau tidak anda akan di buru."


"Hmm?!" Elvano langsung mengernyitkan matanya, "Kenapa kau mengatakan seolah aku ini adalah buronan?"


"Yah, anda sendiri kan memang seorang buronan. Apalagi di tinggal selama satu bulan lebih tanpa ada kabar, hal seperti ini jelas akan terjadi." kata Delvin sekali lagi, lalu dia pun memakan rattatoule itu kedalam mulutnya.


"Jadi siapa nama pacarku itu? Dari tadi kau terus saja menyebut beliau-beliau, seperti tidak ada nama saja." tanya Elvano, penasaran.


"Nona, Veronika. Nama aslinya itu, tapi anda memanggilnya dengan sebutan Nika."


"Aku tidak butuh nama panggilan, yang aku butuhkan hanya nama saja. Apa kau bahkan tidak paham dengan pertanyaanku tadi?" cetus Elvano.


Mendapatkan teguran yang memancing emosinya, Delvin pun hanya menghela nafas panjang, untuk bersabar dan sabar.


_____________

__ADS_1


Sedangkan di dalam salon, Verina benar-benar baru pertama kalinya bisa mendapatkan perawatan rambut tersebut. Aromanya cukup menarik, dan dirinya merasa diberlakukan sangat baik


"Nona apa anda ingin mewarnai kuku anda?" tanya pegawai salon ini.


Verina pun melihat semua kuku dari jari jemarinya sudah begitu rapi, dan hanya tinggal diberikan cat kuku saja.


Tapi Verina tidak menginginkan hal tersebut. Bagi dia, cat kuku sangat tidak cocok dengan bentuk dari kukunya yang tidak seperti sayuran pete dalam artian kukunya berbentuk lonjong.


Oleh karena itu Verina pun menjawab dengan perlahan karena takut salah bicara. "Tidak usah begitu saja sudah lebih baik. Terima kasih, karena sudah mau melayaniku."


Lantas ketiga orang pegawai salon itu pun saling pandang satu sama lain karena baru pertama kalinya ada orang yang mau menolak tawaran bisa mendapatkan kutek secara gratis, padahal banyak perempuan yang ingin mempercantik dirinya dari atas sampai ujung kaki, tapi Verina terlihat tidak begitu menginginkan hal tersebut.


Sebenarnya itu sudah terlihat dari ekspresi wajahnya yang nampak sangat menikmati pijatan di kepalanya.


"Kalau begitu Apakah anda ingin meluruskan rambut anda?" tawarnya lagi.


"Tidak usah deh, lagi pula rambutku juga rontok, kenapa aku harus menyiksa rambutku sendiri?" berdasarkan jawaban yang diucapkan oleh Verina kepada mereka, bertiga pun hanya tersenyum simpul, karena sang tuan muda Elvano membawa seorang wanita yang sangat berbeda daripada wanita pada umumnya. "Aku hanya ingin agar rambutku perlahan tidak rontok lagi, dan inginnya sih bisa lembut seperti rambut kalian itu."


Sontak mereka bertiga jadi tersanjung, karena menyebut mereka sebagai contoh ingin bisa mendapatkan rambut yang sehat dan nampak halus serta berkilau.


"Baiklah jika itu kemauan anda, kami akan melakukan yang terbaik agar anda punya rambut lebat dan bisa di rawat dengan mudah. Ah ngomong-ngomong, apakah anda ingin memotongnya sedikit agar bisa terlihat rapi?" tanya perempuan yang sedang memijat kepalanya Vina.


Sungguh, hal ini menunjukkan kalau Tuan muda Elvano memang memberikan perhatian penuh kepada tamu baru mereka bertiga.


'Hahh~ Ini sangat menyenangkan.' batin Vina.


Dengan begitu Verina pun benar-benar menikmati kesendiriannya tanpa perlu merasa was-was dengan pandangan orang lain karena di sana sekarang hanya ada mereka berdua dirinya dan juga pegawai yang sedang memijat kepalanya.


'Ya ampun ini sangat nyaman sekali aku belum pernah merasakan di creambath seperti ini. Tapi apakah salon ini benar-benar sepi? Kalau seperti ini, aku jadi seperti seorang Ratu kan ya?


Hah! Tidak jangan berpikiran seperti itu! Aku tidak mau terlalu rakus dengan harapan yang ada di dalam hatiku ini. Aku tidak mau dibuat sakit hati karena angan-anganku sendiri, karena jika harapanku tidak terwujud, maka hal itu sangat menyakitkan.


Dan jika itu terjadi, rasa sakitnya bahkan tidak bisa disembuhkan dalam waktu singkat." pikir Vina.


Dia ingin mencoba menjaga hati dan pikirannya agar terus berada di akal sehatnya. Dia tidak ingin tergoda dalam angan-angan yang membuat dirinya terjebak dalam jurang keputusaan.


Maka dari itu, Vina pun mencoba untuk tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi semua ucapannya Vano, karena semua itu hanyalah kebaikan yang di berikan kepadanya karena ingin berterima kasih kepadanya, itu saja dan tidak lebih.


_______


Setelah menyelesaikan pembicaraannya dengan Delvin drai sepuluh menit yang lalu, sekarang Vano pun duduk di ruang tunggu di dalam salon tersebut. Selama kurang lebih 1 jam Verina berada di salon, dan selama itu juga Elvano pun menunggunya sampai selesai.

__ADS_1


Tidak perlu waktu lama sampai akhirnya Verina pun selesai di permak, dengan kode salah satu karyawan salon datang menghampirinya Hanya untuk memberitahu kabar kalau perawatan rambut dan tubuhnya sudah selesai.


"Tuan Nona Verina sudah selesai. Apakah anda sudah bersiap untuk melihatnya?"


Elvano pun tersenyum simpul dan mengangguk sebagai tanda setuju.


"Cepatlah buat dia keluar. Ini sudah hampir dua jam sebelum makan siang, jadi dia tidak boleh telat untuk makan." beritahu Elvano, kalau Vina memerlukan perlakukan yang lebih baik dari pada perempuan yang lainnya.


"Baik kami akan membawanya keluar dan memastikan anda akan sangat terpesona Nona Verina." ucap pegawai salon tersebut kepada Vano.


Elvano sendiri pun nanya terkekeh mendengar ungkapan dari pegawai salon tersebut. 


Setelah berkata demikian pegawai salon itu pun bertepuk tangan.


Prok....Prok...


Perlahan, Verina pun berjalan menghampiri Elvano dengan langkah yang cukup pelan, karena dia sekarang jadinya memakai sepatu heels yang berbeda daripada sebelumnya.


Makannya, dia harus berjalan ekstra hati-hati agar tidak keseleo dan menambah beban Elvano.


'Aduh, k-kenapa aku harus memakai sepatu seperti yang sangat tidak nyaman ini? Dan apalagi pakaian ini kenapa sependek ini?


Ya ampun. Ini sama saja kalau aku hampir telanjang. Sebenarnya aku suka, tapi jujur aku sangat tidak nyaman memakai pakaian seperti ini.


Bahkan aku malah berpikir lebih suka menonton wanita lain yang memakai dan berpenampilan seperti ini ketimbang aku sendiri.


Aku benar-benar sangat tidak cocok ini. Sangat tidak pantas, tapi aku juga tidak bisa menolak apa yang sudah dilakukan oleh Elvano kepadaku. Apakah aku harus bersyukur atau merasa tersiksa? Aku jadi bingung.' pikir Ferina.


Di dalam dadanya, jantungnya sudah berdetak dengan sangat cepat. Dia berpikir kalau jantungnya bisa meledak saat itu juga, apalagi saat melihat Elvano malah menatapnya dengan tatapan terpana.


Verina tidak yakin, tapi tatapannya membuatnya salah tingkah.


"Ada apa Kenapa kau menatapku seperti itu tanya Vina dengan wajah malu-malunya. Dia bahkan sampai tidak bisa menatap Elvano yang terus menatapnya dengan begitu seksama. 'Aduh, kalau dia terus menatapku bisa-bisa wajahku jadi bolong' batin Verina,


Vano yang tadinya duduk tiba-tiba saja berdiri, kemudian dia menganalisis lebih jauh penampilan Verina dari atas sampai bawah. Sungguh itu penampilan yang sangat berbeda.


'Aku sendiri tidak menyangka kalau Verina bisa secantik itu. Apakah mataku bermasalah? Padahal sampai beberapa waktu lalu dia berperpenampilan sederhana dan biasa saja.


Tadi antara wajah dan stylenya memang kurang cocok. Tapi ini benar-benar berbeda. Aku cukup menyukainya.' kata hati Elvano sambil melihat penampilan pertama Verina yang begitu menakjubkan.


'Kenapa dia terus menatapku?! Vano ini, setiap kali dia menatap ke arahku, aku selalu saja dibuat salah tingkah.' gerutu Vina, tidak bisa berkutik ketika Vano saja nampak begitu menikmati pemandangan dari penampilannya Vina.

__ADS_1


__ADS_2