
Sebagai seorang kepala keluarga Travers, secara tidak langsung dia pun jadi punya pengaruh yang besar untuk memonopoli semua wilayah di negerinya sendiri.
Black Crow, menjadi nama kelompok yang dipimpin oleh Elvano sebagai seorang pemimpin kelompok mafia.
Tapi, pekerjaannya juga bukan hanya untuk sekedar menindas kelompok orang lain yang akan merugikan wilayahnya, melainkan juga membantu pemerintah maupun orang-orang tertentu yang membutuhkan jasanya.
Itulah sisi dari dunia gelap yang dipimpin oleh Elvano, sebagai anggota kelompok mafia yang berstatus tinggi.
Dengan begitu, uang pun tetap mengalir.
Tapi, sebagai tambahan, pendapatan bersih yang dia dapatkan juga bukan sekedar dari hasil pekerjaannya sebagai mafia, tapi berkat adanya perusahaan yang bekerja di bidang makanan, transportasi, serta pertahanan, dan bahkan sampai ke titik di bidang medis, hal tersebut semakin memperkuat kedudukan keluarga Travers.
Dunia gelap dan terang, dua sisi yang saling bertolak belakang itu terus mengikuti jalan hidupnya.
Itulah konsekuensi yang harus ditanggung untuk memimpin kelompoknya.
Tapi satu masalahnya saat ini, adalah cincin bukti dari keberadaannya sebagai pemimpin keluarga Travers, sudah menghilang dari tangannya, atau lebih tepatnya di curi oleh salah seorang pengkhianat.
“Hah! Walaupun mereka semua akan berpikir kalau cincinku yang hilang itu mengartikan posisiku akan goyah, aku tidak akan membiarkan itu terjadi.
Tapi, cincin, dan Arthur yang tiba-tiba menghilang, berarti semua itu ada kaitannya.
Padahal aku saja belum menemukan Veronica ada dimana, tapi sudah ada muncul masalah baru saja.
Arthur itu, sebagai kakak saja kenapa hidupnya merepotkanku terus ya?” dumel Elvano sendirian di dalam kamar.
“Itu artinya beliau menaruh perhatian sangat banyak kepada anda, dan setidaknya agar anda juga menaruh perhatian yang setara dengan apa yang diperbuat oleh kakak anda,” jawab Delvin.
Kali ini mereka ada di ruang kerja.
Berbanding terbalik dengan Delvin yang justru terus berkutat di depan layar komputer terus, justru Elvano sedang menikmati teh hijau yang diberikan oleh salah satu pelayan tadi.
“Kau berpikir kita berdua punya hubungan yang sangat dekat ya?” pertanyaannya itu ditujukan untuk dirinya juga Arthur sendiri sebagai seorang kakak.
Tapi, dengan santainya, Delvin menjawab, “Setiap hubungan punya karakteristik sendiri. Jadi dengan kata lain, hubungan anda dengan kakak anda bisa dibilang unik, karena kedekatan kalian berdua diciptakan dengan adegan kekerasan.”
Sudut matanya Elvano melirik ke arah Delvin yang masih serius menatap layar komputer, “Ternyata begitu, cara berpikir dari sudut pandangmu,”
“Apakah ada yang salah dengan perkataan saya?” tanyanya.
Dia sejenak menghentikan aktivitasnya untuk beristirahat sebentar dengan memakan camilan.
Elvano dan Delvin, mereka berdua terkenal dengan kesantaian nya.
Benar, meskipun ada banyak masalah yang melanda mereka berdua, tapi mereka berdua masih bisa santai dan bahkan makan berdua di dalam ruang kerjanya Elvano.
Padahal masalah paling pentingnya adalah cincin sebagai simbol dai keluarga Travers masih hilang, namun Elvano sebagai pemilik yang sah, masih menaruh rasa santai pada dirinya sendiri.
“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Abel?”
“Dia justru menikmati masa pemulihannya di ruang tahanan,” seperti yang diketahui oleh Elvano juga Delvin, Abel mengalami cedera di kaki akibat peluru yang sempat ditembakkan oleh Elvano beberapa minggu yang lalu, akibat kemurkaan Elvano saat melihat Vina yang kena tembak di tangan juga.
“Dia memang terkenal santai juga, tapi sekalinya turun tangan, dia bukan pria yang bisa dianggap remeh,” ungkap Delvin, dia memuji diri Abel.
“Apakah ada perkembangan soal Veronica?”
__ADS_1
“Belum, ini sulit Tuan, sepertinya wanita itu tidak menggunakan pesawat, atau bisa saja menyusup masuk ke bagasi pesawat? Bisa saja kan? Dengan cara menyuap salah satu dari kru pesawat?”
Penjelasan dari Delvin cukup masuk akal, bahkan Vano pun menyetujuinya.
Bosan, Elvano pun melempar kacang mete dan masuk ke dalam mulutnya.
Setelah mengunyahnya, dia pun menelannya dan berkata lagi, “Tapi situasi di sekitar Vina tetap aman kan?” sambil melirik ke arah Delvin.
“Anda sudah terlalu bucin ya,”
“Apa masalahnya?”
“Masalahnya, wanita yang anda cintai itu terlalu bodoh, dia selalu merepotkan anda,” jawabnya dengan terus terang. “Setidaknya harus yang punya otak lebih encer seperti anda, itu baru bagus agar pekerjaan anda juga sedikit terbantu, kalau-kalau dia dalam masalah,”
Elvano memandang tajam ke arah Delvin yang baru saja menyindir Vina dengan sangat berani.
“Mungkin karena kau belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, makannya kau seperti itu. Kau hanya mengandalkan dari sisi logikanya saja.
Awalnya aku memang begitu mengandalkan logika. Tapi Delvin, saat kau nanti merasakan jatuh cinta, kau akan tahu kalau perasaanmu nanti justru hanya tertuju untuk melindunginya terus.
Akan ada waktunya kau mengalami hal itu, jadi aku akan memaafkan apa yang barusan kau katakan soal Vina kepadaku,” urai Elvano, dia sebenarnya sedikit sebal dengan cara bicaranya Delvin barusan.
Tapi mengingat soal Delvin yang sama sekali belum pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, dia pun mencoba untuk memakluminya.
“Jad-”
Belum juga bicara lagi, Delvin langsung mengangkat tangannya ke depan untuk menjadi kode agar Elvano berhenti bicara, “B-bisakah anda berhenti membahas soal percintaan terus? S-saya, sas-saya merasa mual,”
Benar saja, saat Delvin tiba-tiba di ingatkan lagi soal cinta yang baru saja di katakan oleh Elvano, Delvin pun dengan buru-buru langsung pergi berlari keluar.
“Hukh~ Huek~” akhirnya dia pun mual di dalam kamar mandi yang ada di sana.
“Saya rasa saya sudah pernah mengatakannya, saya su, huek~. saya tidak akan pernah punya niatan untuk punya kekasih,” jawab Delvin di bawah tekanan psikologisnya.
“Tapi Delvin,”
“Huek~”
‘Dia, benar-benar tidak bisa diandalkan jika sudah membahas soal cinta.’ pikir Elvano.
Sampai tiba-tiba saja ada, ada sebuah insiden yang baru saja terjadi.
BRAK ….
“Maaf Tuan, saya tidak punya waktu untuk mengetuk, tapi ini darurat,” kata orang ini, dia termasuk salah satu dari seorang penjaga yang berjaga di depan rumah.
Tapi melihat betapa penatnya pria ini untuk bernafas sampai memburu seperti itu, Elvano yakin kalau masalahnya cukuplah darurat.
“Memangnya ada apa?” tanya Elvano.
“Perintah, ada satu perintah yang mengatasnamakan anda untuk berperang dengan kelompok black shadow, ada berita yang sudah tersebar, dan parahnya kita dianggap sebagai pemicu perselisihan antar negara juga, karena pasukan kita yang ada di selatan, bergerak untuk mengacaukan negara tetangga!
Anda bisa melihatnya di video yang tersebar di sosmed,” jawab pria ini dengan terus terang.
Tentu saja, Elvano pun langsung menonton video yang sudah beredar di salah satu sosmed yang dia miliki.
__ADS_1
Sebuah pengeroyokan terjadi di salah satu sudut kota di distrik 11, dimana di sana adalah pemukiman kumuh, tempat berkumpulnya para penjahat, juga warga miskin ada di sana.
“Apa? Mereka gila, kenapa aku harus membuat kekacauan yang menanggung banyak korban seperti itu?” gerutu Elvano, dia tersenyum tawar melihat kelompoknya yang justru berkelahi dengan banyak orang terutama kaum orang miskin hanya untuk menyingkirkan pemukiman itu untuk dijadikan sebuah tempat bisnis, itulah yang terjadi di sana.
DRRTT ….
-”Kau melanggar kesepakatan kita? Ternyata kau yang sempat mengus-”-
Elvano yang tiba-tiba saja mendapatkan telepon dari seseorang, langsung mendengarkan ajuan protes yang menyulut api diantara mereka berdua.
“Arlo, ini bukan seperti yang kau bayangkan. Yah, aku tahu jika kau tidak percaya dengan perkataanku, tapi aku bahkan sama sekali tidak pernah melanggar perjanjian damai kita.
Aku di jebak, aku akan mencoba menyelidikinya secara menyeluruh,” sela Elvano, memotong perkataan dari orang yang ada di ujung telepon.
-“Aku mencoba untuk percaya kepadamu, tapi aku sudah kehilangan puluhan orang, tahu?!”-
Arlo adalah orang yang memimpin kelompok Black Shadow. Tentu saja, setiap negara punya kelompok mafia masing-masing, dan di tempat dimana Arlo dan Elavno tinggal, di sana ada dua kelompok mafia yang punya wilayahnya masing-masing.
Untuk tidak saling menciptakan pro dan kontra karena mereka berdua punya kelompk yang sama-sama ingin menguasai teritori kekuasaan di eropa, membuat mereka menciptakan perjanjian damai agar tidak terjadi perselisihan.
Tapi, berkat seseorang yang berhasil mencuri cincinnya Elvano, hal itu pun jadi dimanfaatkan oleh seseorang untuk menciptakan konflik antara Evano dengan Arlo itu sendiri.
Dan imbasnya adalah sekarang, pemimpin Arlo jadi tidak percaya lagi dengan isi dari perjanjian yang pernah disepakati oleh mereka berdua dengan Elvano.
Jika dibiarkan ada kemungkinan besar kalau akan adanya perang yang pecah.
“Jadi apa maumu sekarang?” akhirnya Elvano bertanya keputusan macam apa yang akan dipilih oleh Arlo.
-”Aku tanya balik, kau maunya bagaimana sekarang? Aku bisa saja memutuskan untuk melawan kediamanmu sekarang, tapi beri aku alasan kuat yang bisa membuat aku mengurungkan niat itu, sesuatu yang bisa membuatku percaya jika kau memang bukan dalang dari kematian anak buahku.”-
‘Ternyata dia masih memberikanku kesempatan.’ Elvano pun jadi berpikir keras soal kasusnya kali ini. “Tapi biarkan aku bertanya, bagaimana kau bisa berpikir kalau akulah yang melakukannya?”
-”Aku mendapatkan video setengah jam yang lalu. Aku sudah berkali-kali mencoba untuk menghubungimu, tapi baru kali ini aku bisa melakukannya.”-
“Memangnya videonya seperti apa? Kirim padaku.
TING …
Delvin yang baru saja keluar dari kamar mandi, bergegas pergi dan duduk kembali ke meja kerja milik Tuan muda nya itu.
Elvano yang penasaran itu, langsung bergegas menghampiri Delvin dan menonton sebuah video.
“Eh? Bukannya itu Tuan muda?” tanya anak buahnya Elvano yang tadi memberikan satu pesan darurat dengan sangat terburu-buru.
“Tapi seperti yang kau tahu sendiri, aku kan dari tadi makan di sini bahkan sempat tiduran membayangkan calon Istriku, kenapa aku bisa-bisanya duduk dan sempat merekam diriku untuk membuat ancaman?” bebel Elvano.
-”Apa? Jadi itu bukan kau?”- tanya Arlo dengan ada terkejut, karena dia baru saja mendengar kata-kata yang tidak pernah dia dengar sebelumnya dari mulutnya Elvano.
“Memangnya buat apa aku mengusik wilayahmu? Seperti tidak ada kerjaan saja, tapi aku bersumpah, yang ada di dalam video itu bukanlah aku, itu orang yang sedang menyamar jadi aku,” jelas Elvano mencoba untuk meluruskan kesalahpahamannya.
-”Tapi Elvano, apa kau pikir aku buta? Cincin itu adalah cincin segel dari keluargamu, apa kau mencoba untuk membuatku tertipu? Lagian, ini bukan sekedar masalah yang bisa kau anggap remeh karena melawanku saja, tapi ingat, kau juga menguasai wilayah lain yang mengakibatkan kerusuhan dengan warga sipil.”- penjelasan dari Arlo pun benar adanya.
Cincin lambang keluarga Travers ada di sana, entah itu palsu atau bukan yang paling penting di sini adalah karena dia jadi mempelopori kerusuhan yang ada.
“Tuan, bagaimana ini? Semua orang yang ada di markas pun jadinya terpengaruh kalau ini benar-benar perang untuk memperebutkan kekuasaan yang lebih luas lagi, jadi bisa di bilang, ini akan jadi konflik yang tidak bisa diselesaikan selama satu atau dua hari saja.” dan penjelasan dari anak buahnya sendiri pun menjadi alasan yang paling mendasar dari masalah yang harus Elvano hadapi.
__ADS_1
“Aku akan cari caranya, berikan perintah pada orang-orang yang bisa dihubungi untuk mengangkat vc, saat aku memberi kalian berdua pesan,” jawab Elvano, dia cukup sungguh-sungguh untuk meluruskan perkara kali ini.
Lalu setelah berkata seperti itu, Elvano langsung pergi dari ruang kerjanya, sekaligus menutup panggilan antara dirinya dengan Arlo.