Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Putri Gunung Kemukus


__ADS_3

Wiratama dan Ki Seno Keling akhirnya kembali ke Kotaraja dan melaporkan ketidak berhasilan mereka melenyapkan Arya Permana, sedangkan seluruh Pasukan Bayangan dan Pasukan dari Parangtritispun kembali ke tempat masing-masing.


Rangkayu sendiri entah pergi kemana setelah dirinya mencoba mencari Arya Permana tetapi tidak menemukannya.


Tinggallah Arya Permana yang berada di dalam goa yang berisi Putri-putri siluman penunggu gunung Kemukus.


Arya Permana masih tergeletak berbaring, dirinya masih di kelilingi oleh makhluk-makhluk halus yang menyerupai wanita-wanita cantik. "Manusia, bangunlah! kau sudah melayani hasrat kami selama tiga hari ini, sudah waktunya kau menghadap junjungan kami." Arya Permana tersentak bangun, tubuhnya terasa lemas dan tidak bertenaga, kemudian ia memakai pakaiannya kembali dan mulai berjalan di depan para wanita cantik yang berada di belakangnya. Wajah Arya Permana terlihat lesu dan kondisinyapun mirip tawanan.


Arya Permana berjalan semakin memasuki perut gunung, lorong-lorong sempit di lewatinya, setelah berjalan ratusan tombak akhirnya tibalah di sebuah ruangan yang terang, lantainya terbuat dari batu-batu cadas putih, sementara dindingnnya tidak rata karena permukaannya terbentuk oleh batu- batu yang menonjol, di depan Arya Permana duduk seorang Wanita yang hanya mengenakan kamben batik dengan rambutnya yang di gelung ke belakang, duduk di sebongkah batu pualam yang putih.

__ADS_1


Arya Permana tidak berani mengeluarkan suara, ia berusaha untuk mengikuti perintah apapun. "Manusia, duduklah kau di depanku, aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu!"


"Siapakah namamu?", ceritakan asal usulmu, bagaimana kau sampai masuk dalam kawasan gunung Kemukus ini?"


Setelah berusaha menenangkan diri, Arya Permana kemudian menyebutkan namanya, serta bercerita seluruh perjalanan kisahnya sampai akhirnya terperosok ke dalam goa.


"Aku Dewi Pramudita, seorang putri yang harus menjalani kutukan selama ratusan tahun di tempat ini karena mencintai kakak kandungku sendiri, sedangkan kau telah menjalani hidupmu dengan kejam tetapi belum mendapatkan hukuman apapun!". Selesai mengatakan itu Dewi Pramudita mendekati Arya Permana dan menempelkan telapak tangan kanannya di kening Arya Permana.


Kabut hitam menyelimuti Arya Permana, "Aaaarkh....terdengar teriakan kesakitan dari mulutnya, lama kemudian tubuhnya mengering dan jatuh tergeletak di lantai batu.

__ADS_1


"Nini Dewi, apa yang telah kau lakukan kepadanya?" wanita-wanita cantik yang tadi mengawal Arya Permana tersentak melihat pemandangan di depannya, Dewi Pramudita tertawa "Hik...hik...hik, aku telah menghisap seluruh daya ingatnya, cahaya kehidupannya sekaligus hasrat kalian yang telah menyatu dengan dirinya untuk menyempurnakan ilmu Malih rupa yang ku miliki."


Makhluk-makhluk wanita cantik yang berdiri di belakang Arya Permana kaget dan tercengang, mereka perlahan mundur untuk menjauh dari jangkauan Dewi Pramudita, tetapi usaha tersebut terlambat, perlahan di atas kepala mereka muncul kabut hitam dan turut menghisap tubuh mereka.


"Aaakh...rasanya segar sekali tubuhku, Arya Permana....Arya Permana, Saat ini namaku menjadi Arya Permana, "Hikh...hikh...hikh..kemudian terdengar tawa yang nyaring di sekeliling ruangan goa tersebut, Dewi Pramudita berkeliling dan memutar tubuhnya, "sementara aku baru bisa menjadi Arya Permana, setelah aku bisa menghisap manusia yang lainnya, aku akan bisa Malih Rupa menjadi siapapun yang aku kehendaki" Hi....hi...hi...", Wuuush...tubuhnya di selimuti asap putih, perlahan asap itu hilang, Dewi Pramudita kini telah menjadi Arya Permana, sedangkan tubuh Arya Permana yang masih tergeletak kemudian di lemparkannya ke arah dinding....Wush....braakh...tubuh itu hancur tanpa ada suara teriakan apapun.


Ada sedikit perbedaan di telinga Arya Permana jelmaan Dewi Pramudita, telinga itu utuh tidak sama dengan Arya Permana yang kini telah tewas,


'"Sudah saatnya aku menghirup udara bebas di luar," setelah dirinya bergumam, tubuhnya berkelebat menembus dinding batu. tidak lama kemudian kini Dewi Pramudita sudah berada di kaki gunung Kemukus, dan bersiap menjalani kehidupan baru sebagai Arya Permana atau sebagai yang lainnya,

__ADS_1


__ADS_2