
"Wira, sudah saatnya kita mulai mengintai!" Nini Sangga Geni mengajak Wirayudha mulai melakukan pengejaran. Wirayudha pun berlari menyusul gerakan Nini Sangga, Mereka berdua berloncatan dari pohon satu ke pohon yang lainnya, Wirayudha menunjukan kemampuannya, walaupun ia belum tergolong dewasa, lompatan dan larinya hampir menyamai kemampuan Nini Sangga.
"Kita harus menunggu disini, sepertinya rombongan itu akan berhenti dan beristirahat" tubuh Nini sangga merapat ke pohon besar di samping Wirayudha, "Nini, sebenarnya siapa yang kita ikuti", apakah kita mempunyai kepentingan dengan mereka?" suara Wirayudha terdengar khawatir. "apakah kau takut Wira?" Nini Sangga menatap Wirayudha, Wirayudha pun memandang Nini Sangga dan menjawab, "Aku tak merasa takut Nini, aku hanya khawatir kita tidak jadi melanjutkan perjalanan ke Kotaraja". "Hik..hik..hik Nini Sangga tertawa mendengar jawaban Wirayudha, "dasar kau bocah, pikiranmu hanya ingin berpesiar dan melihat keindahan Kotaraja saja!", "Tenang saja Wira, arah Kotaraja sama dengan tujuan rombongan kereta itu", setelah mendengar penjelasan Nini Sangga, Wirayudha pun tenang kembali.
__ADS_1
"Dengar Wira!" kemampuan kanuraganmu sudah menyamai para prajurit itu atau mungkin juga kau lebih lihai dari mereka, sudah saatnya kau menguji ikemampuanmu dengan melawan mereka!" apakah kau siap?", "Kenapa aku harus melawan mereka Nini?" sanggah Wirayudha, "Wira, pernah aku menceritakan dulu padamu tentang kakak seperguruanku Pangeran Adiraja, sepertinya dialah yang ada di tandu itu". kemungkinan besar dia sedang berusaha mengobati dirinya yang terkena bisa ular bumi yang pernah aku sarangkan padanya". "berarti mereka juga yang membunuh ibuku Nini?" Nini Sangga geni menjawab dengan anggukan.
Ada perubahan di wajah Wirayudha, dahinya mengkerut ke atas, dan tatapan matanya penuh kebencian. "Akan ku coba menghadapi mereka Nini", tanpa menunggu perkataan Nini Sangga selanjutnya, Wirayudha turun dari pohon dan mulai berjalan mendekat ke arah rombongan yang sedang mempersiapkan perlengkapan istirahat. Para prajurit pengawal yang melihat kedatangan Wirayudha merasa keheranan, mereka pikir di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk, ada seorang bocah tanggung yang berjalan-jalan, tak ada rasa curiga di benak mereka.
__ADS_1
Pengawal-pengawal yang lain sangat terperanjat ketika melihat rekannya dengan satu serangan oleh Widayudha, tumbang dan langsung tewas seketika. Sebenarnya bukan hanya pengawal-pengawal itu saja yang terperanjat, Nini Sangga yang sedang memperhatikan di atas pohon pun terkejut setengah mati melihat apa yang di perbuat Wirayudha, yang dengan tanpa banyak bicara nekad membunuh.
"Bocah setaaaan, apa yang kau lakukan?" salah satu prajurit pengawal itu berteriak sambil menusukan tombak ke arah tubuh Wirayudha, tetapi tusukan itu luput, karena dengan lincah Wirayudha meloncat tinggi, saat turun pun ia berjungkir balik dan menukik ke arah kepala prajurit yang menyerangnya, tusukan ranting pohon yang di pegang Wirayudha mengarah ubun-ubun, Crepp......Aaakh...terdengar teriakan yang sangat keras di susul dengan suara gedebug benda yang besar jatuh ke tanah, "Bughhh....darah mengucur dari tubuh yang tumbang itu berkelojotan. "Kurang ajar, bunuh bocah setan itu!" seluruh prajurit itu mengelilingi Wirayudha dan mengeroyoknya dengan bersenjatakan pedang serta tombak.
__ADS_1