
""Siapa kau?...kkkgh....hanya suara itu yang bisa keluar dari mulut Pangeran Adiraja, "kau tak mengenaliku lagi pangeran?" Nini Sangga geni tersenyum sambil mencekik tenggorokan pangeran Adiraja sesaat, kemudian melepaskan cekikannya, setelah memperhatikan wajah yang berada di depannya pangeran Adirajapun mengajukan pertanyaan untuk meyakinkan hatinya, "kau kah itu Pandanwangi?" , "Hmm ternyata kau masih mengenaliku pangeran?" Nini Sangga menjawab dengan dengan mengancam.
__ADS_1
Otak licik Pangeran Adiraja segera bekerja, dia tahu apa yang harus di katakan untuk meloloskan dirinya dari ancaman bahaya, "Pandanwangi, telah lama aku mencarimu, kesalahanku padamu setinggi gunung sedalam lautan, dan mungkin saja dendammu padaku lebih dari pada itu", Nini Sangga geni tercekat mendengar tutur kata Pangeran Adiraja.
__ADS_1
Pangeran Adiraja adalah pria yang berpengalaman terhadap hati wanita, ia melanjutkan bicaranya setelah melihat perubahan ekspresi wajah Nini Sangga. "Aku menyesali apa yang terjadi antara kita dulu, kaupun pasti tahu perasaanku padamu tak akan pernah berubah, untuk membuktikan penyesalanku padamu, aku bersedia kau bunuh sekalipun!", Nini Sangga hanya terdiam mematung.
__ADS_1
"Pangeran, bersiaplah! kau akan di ajak berpesiar oleh kuda-kudamu", Nini Sangga Geni menggotong Pengeran Adiraja keluar dan mendudukan nya bersandar di pepohonan, "apa yang akan kau lakukan Pandanwangi?" Pangeran Adiraja masih belum mengerti apa yang akan di lakukan Nini Sangga Geni, Nini Sangga Geni mendekat lalu ia berkata "tenang saja Pangeran, akan ku jelaskan padamu, jika tidak salah dengar tadi kau mengatakan, kau rela aku bunuh sekalipun, untuk menunjukan penyesalanmu padaku?"..."Iya Pandanwangi!" Pangeran Adiraja mulai cemas setelah melihat wajah Nini Sangga geni yang tidak menunjukan ekspresi wajah simpati padanya. "Hmm...kalau begitu aku akan membuktikan ucapanmu!", lihat dari sini sepuluh tombak ke arah barat ada jurang yang sangat dalam, kedua tanganmu akan aku ikat di tali pelana kuda yang panjang itu, setelah itu tanpa aku jelaskan padamu, kau pasti akan paham". "Wira, cepat lakukan apa tang tadi aku jelaskan padanya!"
__ADS_1
"Aku ingin melihat, apakah statusmu sebagai seorang bangsawan bisa menolongmu saat ini Adiraja?" Nini Sangga geni mengikat kedua tangan pangeran Adiraja dengan kuat, dan di biarkannya ia terlentang di belakang kuda-kuda yang siap menarik tali itu, wajah Pangeran Adiraja pucat pasi, dan masih mencoba untuk membujuk "Pandanwangi, setega itu kah kau padaku? berikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendampingimu sampai menjelang kematian ini", mata Pangeran Adiraja berkaca-kaca, seraya memohon.
__ADS_1