
Di sebuah kedai daerah Beringharjo terlihat dua orang yang sedang minum kopi dan bercengkrama, "Wanara apa lagi yang akan kau lakukan sekarang? lebih baik ikutlah denganku ke Blambangan!", Ki Wanara memandang saudara angkatnya dengan tidak bersemangat, "Kakang lebih baik kita mencari pekerjaan di Kotaraja, di sini lebih banyak peluang untuk kita, bersabarlah!"
Ki Wanara dan Aswangga memang sudah tidak bergabung lagi ke dalam kesatuan pasukan wilayah barat, mereka berdua keluar dengan sendirinya, karena setelah Arya Permana yang tidak kunjung tiba, tidak ada yang menjadi Junjungannya, karena mereka tergolong dalam kepengawalan Arya Permana secara pribadi, tidak tergabung dalam kesatuan prajurit.
Hari semakin terik, matahari semakin tinggi, keduanya masih di dalam kedai walaupun terlihat air kopi di dalam gelas mereka telah habis sedari tadi, Saat mereka melihat pemandangan di luar kedai, tanpa sengaja pandangan Ki Wanara tertuju dengan seseorang, "Kakang...lihatlah! itu Rangkayu yang sedang berjalan memunggungi kita, hayoo kita kejar!", mereka berdua pun bergegas keluar dengan terburu-buru.
Aswangga yang jalannya agak pincang tertinggal oleh langkah Ki Wanara, ingin rasanya ia mempergunakan ilmu meringankan tubuh, tetapi khawatir akan menimbulkan kecurigaan kepada yang lain, akhirnya ia pun tetap berjalan dengan tertatih membiarkan dirinya tertinggal oleh Ki Wanara.
__ADS_1
"Rangkayu, tunggu!" Ki Wanara memanggil Rangkayu yang berada hampir Dua puluh tombak di depannya, tetapi bukannya menghentikan langkah atau memperlampat, Rangkayu semakin mempercepat langkahnya menjauhi keberadaan Ki Wanara. semakin lama keduanya terlihat seperti berkejaran sampai ke tepian Kotaraja.
"Hiaaaath......taph,...taph, dengan dua kali loncatan akhirnya langkah Rangkayu terhadang oleh Ki Wanara, "apa maksudmu melarikan diri dariku Rangkayu?" setelah Rangkayu mengatur nafasnya "maaf Ki, aku terburu-buru", "Hei...apakah ada yang lebih penting bagimu selain bertemu denganku?" banyak pertanyaan yang harus kau jawab dariku Rangkayu!" Ki Wanara menunjukan kemarahan kepadanya. "Di mana sekarang posisi Raden Arya Permana berada?", dengan wajah yang terlihat bingung akhirnya Rangkayu pun berkata "ikutlah denganku Ki!, kita temui Raden Arya Permana". Akhirnya keduanya berlari semakin jauh dari keramaian.
Setelah keduanya sampai di tepian hutan, Rangkayu menghentikan larinya "tunggulah kau di sini Ki! aku akan memanggil Raden Arya Permana dulu!", setelah Rangkayu masuk ke dalam kerimbunan pohon-pohon, keluarlah Arya Permana menemui Ki Wanara, "akh..Raden, kemana saja kau selama ini?", kami selama ini menunggumu!" Ki Wanara merasa gembira bisa bertemu dengan junjungannya yang lama di nantikannya, "Ki Wanara banyak yang harus aku ceritakan kepadamu, marilah duduk dekatku kesini, aku pun ingin mengetahui bagaimana keadaan Kotaraja!" Arya Permana kemudian duduk di sebatang pohon yang kering dan melintang tumbang, dengan masih di liputi banyak pertanyaan di kepalanya Ki Wanara pun berjalan ke arah Arya Permana yang sedang duduk.
"Tunggu Wanara!, jangan mendekat!" terdengar suara keras Aswangga dari atas pohon, "slapp....Aswangga meloncat di depan Ki Wanara dan menghadang jalannya. kemudian ia berbalik menatap Arya Permana, "Hei...siluman! siapa kau sebenarnya?" terlihat Arya Permana berdiri dan menatap Aswangga, apa maksudmu menanyakan aku Aswangga?", Ki Wanara bermaksud menghalangi kakak seperguruannya karena terlihat akan menyerang Arya Permana "Kakang sadarlah, dia Raden Arya Permana junjungan kita!", Aswangga membentak Ki Wanara "diam kau Wanara!, kau tidak tahu siapa yang ada di hadapanmu sekarang! aku lihat dia adalah Rangkayu yang kemudian berubah wujud menjadi Raden Arya Permana!", "beruntung aku tadi membayangimu dan mendahului ke atas pohon itu, dan melihat apa yang di lakukannya".
__ADS_1
"Hmm....aku harus memaksamu!".. Hiaaaath...dhuar...dhuaarh...tubuh Aswangga berkelebat dan memukul Arya Permana dengan tenaga dalam penuh, "wreesh....brugh, tubuh Arya Permana terpental dan tergusur di tanah, tetapi kemudian ia berdiri kembali.
Sedetik kemudian Arya Permana berubah wujud menjadi Rangkayu, dan menarik pedangnya, kemudian balik menyerang Aswangga, "Hiaaath...trang...trang, serangan pedangnya mengenai tubuh Aswangga, tetapi pedang itu seperti membentur logam keras.
Ki Wanara mundur dari arena pertempuran, ia masih ternganga tak mempercayai pandangan matanya yang melihat perubahan wujud Arya Permana menjadi Rangkayu.
"Hei Siluman, siapa kau sebenarnya? aku bisa memastikan kau bukan Rangkayu ataupun Raden Arya Permana!"
__ADS_1
Dewi Pramudita yang kini memakai wujud Rangkayu kemudian tertawa "hik...hik...hik, ternyata kau mempunyai pengetahuan yang luas juga Aswangga!" "Haiikh....tubuhnya meloncat, kedua tangannya terpentang mencengkeram ke arah leher Aswangga, kaki kanan Aswangga menggeser ke arah kanan, secepat kilat kaki kirinya menyapu ke atas "Hiaaath.....desh...tubuh Rangkayu terpental ke atas, tetapi kemudian wujudnya menghilang, tidak lama kemudian terdengar suara tanpa wujud "Manusia, tunggulah...setelah aku mendapatkan kekuatanku kembali, aku akan menghabisimu!".
Aswangga dan Ki Wanara masih terpana dengan kepergian Rangkayu, "Akhh...Kotaraja akan menjadi ramai 'Wanara!, orang yang memiliki ilmu Malih rupa selalu membutuhkan tumbal untuk ke langgengan ilmunya", Ki Wanara mendengarkan kata-kata kakak seperguruannya sambil bergidik merasa ngeri. "Apa yang harus kita lakukan Kakang?", sementara ini kita lebih baik berhati-hati sambil mengawasi apa yang akan di perbuat makhluk itu di Mataram, bukan hanya kita nanti yang akan kesulitan menentukan siapa kawan dan siapa lawan".