Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Perburuan II


__ADS_3

Ki Pralaya dan Nini Sangga geni terlibat perkelahian sengit, dua-dua nya bergantian saling serang dengan jurus yang mematikan, Tetapi Nini Sangga tak dapat Konsentrasi penuh kepada serangan Ki Pralaya, karena mengkhawatirkan Wirayudha, Wirayudha sendiri sibuk menghadapi pengeroyoknya, serangan-serangan senjata tajam bergantian menyerang, karena kelincahannya saja sampai dengan berpuluh jurus Wirayudha masih dapat mengelak dan menghindari senjata-senjata pengeroyoknya. Sesekali dia mampu menyerang balik dengan pukulan tapak geninya.

__ADS_1


Karena kurangnya konsentrasi membuat Nini Sangga semakin lama semakin terdesak, hingga suatu ketika, ia mendapat pukulan yang telak di wajahnya, "Hiaaath, .....desh....aaakh...berturut suara itu terdengar dari mulut Nini Sangga, hidungnya mengeluarkan darah dan tubuhnya terjajar ke belakang. walaupun Wirayudha masih kecil, tetapi dia sangat pintar, bisa membaca situasi yang terjadi, akhirnya dia berteriak "Nini, bangkitlah, jangan kau khawatirkan aku, aku mampu menghadapi mereka". Nini Sangga kembali bersiap menyerang, "Kisanak jangan kau bangga karena bisa melukaiku, lihat Serangan!" Nini Sangga geni maju merangsek ke depan mengirim pukulan dan tendangan yang berisi Selaksa gunung, setiap pukulan dan tendangan itu di tahan, tubuh Ki Pralaya terdorong mundur beberapa tombak, ia kaget dengan perubahan-perubahan jurus yang di gunakan Nini Sangga. Nini Sangga menggabungkan Selaksa gunung dengan gerakan-gerakan Sanca gunung, kadang jarinya mengepal membentuk pukulan, tetapi saat pukulan itu berusaha di hindari, kepalan tangannya berubah menjadi patukan-patukan jenis ular, saat di tangkis oleh lengan Ki Pralaya, patukan itu berubah membelit, jari - jarinya melingkar meremas lengan Ki Pralaya. suatu ketika lengan Ki Pralaya tertangkap....Kreeeekh...lengan tersebut di remas, terdengar suara patahan tulang yang remuk, "Aaarghhh......terdengar suara teriakan kesakitan Ki Pralaya, ia melompat mundur memegangi lengannya yang terasa sakit menusuk..."hik..hik...hik, Kisanak kau akan membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan tulang yang remuk itu, aku sarankan lebih baik kau potong saja, "hik...hik...hikh", Nini Sangga tidak memberikan waktu yang lama kepada Ki Pralaya untuk beristirahat, ia melompat ke samping tubuh Ki Pralaya seraya menendang pinggangnya. Ki Pralaya mundur dan membalas dengan serangan tendangan pula, saat tendangan itu mengarah leher Nini Sangga, dengan mudah dapat di hindari dengan merunduk dan menangkapnya dengan kedua cengkraman, "Kreekh.....Kraaaakh....tulang kaki Ki Pralaya kembali remuk seperti tulang lengannya di susul tendangan Nini sangga yang telak mengenai dadanya, "Wussh.....Deshhhh.....Tubuh Ki Pralaya terlempar ke belakang, "aaaarghhhh, hoeeehkhh...darah segar tersembur dari mulutnya, Ki Pralaya pun jatuh terduduk tak mampu berdiri lagi. Wirayudha pun tak kalah, saat Nini sangga menggunakan jurus Sanca gunung, Wirayudha mengikutinya, tubuhnya lentur laksana ular, ia bisa menghindari serangan-serangan lawan, tubuhnya meliuk ke kanan dan ke kiri, sapokan-sapokan kedua tangannya mengakibatkan beberapa pengeroyok itu jatuh. Tubuh Wirayudha berputar seperti angin topan, kemudian tubuhnya lenyap, pengeroyok-pengeroyok itu menghentikan serangan, merekab kebingungan karena tidak dapat melihat sosok Wirayudha, tetapi kemudian mereka terkejut, sekonyong konyong datang serangan dari arah yang tak terduga, pukulan...patukan maupun tendangan mengenai anggota tubuh mereka, membuat mereka terjungkal dan tidak sadarkan diri. Ajian Halimun memang banyak membantu dirinya.

__ADS_1


Nini Sangga geni berniat akan membantu Widayudha, tetapi niat itu di urungkannya karena merasa di telinganya terdengar bisikan dari jarak jauh, "Nisanak ajak muridmu lari! jangan kau berdiam diri saja. Ratusan prajurit dari Arya Permana sedang menuju kesini untuk mencoba meringkusmu, cepattt pergi!" suara dari jarak jauh terdengar keras di telinga. Akhirnya Nini Sangga geni memberikan isyarat kepada Wirayudha untuk segera melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2