
Wiratama berdiri dengan wajah yang garang dan menekan lawan, rambutnya yang bercampur dengan warna putih membuat penampilannya semakin seram dan menakutkan.
Suara tawa yang keluar dari mulut Nyai Seruni berhenti seketika saat melihat sosok Wiratama yang telah siap tanpa kekurangan apapun.
"Kangmas, makhluk apa yang ada di hadapan kita ini?" Nyai Seruni berbisik kepada pasangannya.
"Akupun tidak tahu Nimas, ilmu kanuragan apa yang dia pakai, berhati-hatilah menghadapinya! kita harus melakukan serangan dan pertahanan dengan bergantian Nimas!"
"Graaaumh... Wiratama meluncur dengan seruling yang menusuk, sehingga memisahkan posisi Ki Badra dan Nyai Seruni yang tadi berdiri berdampingan. Serangan tusukan itu di lanjutkan mengarah kepada Ki Badra.
Sreettth...Sreeth...tebasan pedang Nyai Seruni mengarah leher Wiratama yang sedang menyerang Ki Badra, terpaksa tusukan yang harusnya mengenai Ki Badra meleset karena seruling di pergunakan untuk menangkis pedang, "Traaang...Traang...!"
"Bleegh...Bleegh...Wiratama terdorong ke depan saat tiba-tiba dari arah belakangnya Candramawa berhasil lagi memukul punggungnya.
Wiratama menengok marah kepada Candramawa, "Krrraaakh....seketika muncul Tujuh manusia setengah Harimau yang persis sosok Wiratama yang langsung mengejar keberadaan Candramawa.
Bayangan Candramawa di kelilingi oleh tujuh Wiratama yang dengan cepat mulai mendesak posisinya, "Buuugh!....Dessh!... berturut-turut pukulan dan tendangan wujud Wiratama yang lain mendarat, membuat Candramawa menjadi bulan-bulanan serangan.
"Akkkh....serangan-serangan terhadap Candramawa ternyata mempengaruhi keadaan Ki Badra, tubuhnya ikut terombang-ambing dan terjatuh di tanah.
Wiratama kembali melintangkan Seruling di depan dada dan bersiap mengayunkan ke tubuh Ki Badra yang sedang goyah.
Melihat keadaan Ki Badra yang terdesak, Nyai Seruni dengan nekad kembali menebaskan Pedangnya dengan sebat dan gencar, menusuk, membabat dan menebas tanpa henti.
Melihat Nyai Seruni yang menyerang tanpa memperhatikan pertahanan, Wiratama beralih meladeni serangan tersebut, tubuhnya mengelak dan berpindah tempat mempergunakan Menjangan Kabut yang sempurna, suatu ketika pedang Nyai Seruni menusuk ke arah dada, "Wusssh....Traaaph.. tidak di perkirakan sebelumnya oleh Nyai Seruni, pedang itu tertangkap oleh kedua telapak tangan Wiratama dan kemudian di patahkannya.
Seruling Wiratama yang masih terjepit antara jari telunjuk dan tengah tiba-tiba memutar mengarah muka Nyai Seruni..."Sraaath...dengan terpaksa Nyai Seruni melepaskan pedangnya dan melompat ke belakang untuk menghindari putaran seruling.
Wiratama tidak melepaskan serangannya, pukulan tangan kirinya memburu ke depan mengarah ke perut Nyai Seruni, Wuush...Bughhh...Arrrgk....tepat menghantam dengan keras, membuat Nyai Seruni menjerit dan terpelanting jatuh ke tanah.
__ADS_1
Ki Badra yang melihat tubuh pasangannya terlempar, kemudian meloncat dan berusaha menerkam, kondisi Ki Badra yang sedang terluka membuatnya tidak dapat mengeluarkan kepandaian dengan maksimal, gerakannya terasa lambat oleh Wiratama , rambut Wiratama bergerak melilit tangan Ki Badra yang hendak mencengkeram.."Krekkkh....
Tidak hanya sekedar melilit, rambutnya yang berwarna putih berubah menjadi keras dan tajam laksana pedang, kemudian menebas leher Ki Badra..."Sreeeth....Craaaash....!"....
Tidak di duga sebelumnya, legenda tokoh sakti dari laut selatan itu menemui ajal dengan luka leher yang mengucurkan darah dengan deras, "Aaarkkkh....tubuhnya limbung kemudian jatuh terjerambab ke permukaan tanah yang berbatu, "Brukkkh...!
"Kaaaangmasss!.....teriakan Nyai seruni terdengar menyayat hati, tubuhnya melompat memburu tubuh Ki Badra yang tewas.
Candramawa yang sedari tadi tidak berdaya menahan gempuran-gempuran wujud Wiratama yang lain, setelah Ki Badra tewas kemudian perlahan menjadi asap dan menghilang.
"Terkutuk kauuu!...Hiaaath!".. Nyai Seruni menyerang Wiratama dengan membabibuta, serangan-serangannya dengan sangat mudah di elakan oleh Wiratama.
Wiratama melontarkan tendangan geledek yang mengenai ulu hati Nyai Seruni, "Wiuugh...Desssh...
"Aaarkkkh....!
Tiba-tiba berkelebat sosok bayangan menahan lontaran tubuhnya, kini di belakang Nyai Seruni berdiri Moksa Jumena yang memandangi Wiratama tanpa berkedip.
"Plaaash...Tubuh Moksa Jumena hilang sekejab, kemudian terdengar suara ledakan-ledakan "Blaaarh...Blaaarh....ternyata terjadi benturan-benturan tenaga dalam antara Moksa Jumena dengan Wiratama.
Moksa Jumena tertolak lima tombak ke belakang akibat dari benturan tadi. sementara itu Wiratama masih berdiri dengan serigai wajah harimaunya.
Wiratama terlihat akan melangkah ke depan untuk mendekat, Moksa Jumena menghitung kekuatan dirinya pada saat adu tenaga dalam tadi, karena itu, ia pun mencoba untuk menghindari pertarungan dengan Wiratama.
"Tunggu pendekar!...aku tidak bermaksud menyinggungmu, mohon izinkan aku pergi dengan damai bersama wanita ini, dia adalah adikku!"...
Nyai Seruni yang mendengarkan perkataan Moksa Jumena, terlihat penuh amarah dan bersiap menyerang lagi, "Tidak Kakang...aku harus membunuhnya! hutang nyawa harus di bayar dengan nyawa!"
"Diamlah Seruni!...traash...dua jari Moksa jumena mengenai leher Nyai Seruni yang kemudian terkulai lemas dan langsung tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Setelah melihat Wiratama tidak menampakan ekspresi apapun, Moksa Jumena membawa Nyai Seruni di bahunya dan kemudian pergi dengan cepat.
Tujuh wujud Wiratama yang tadi bertarung dengan Candramawa bersatu kembali.
Wiratama masih berdiri memandang mayat Ki Badra di depannya yang masih terbujur kaku dalam keadaan tertelungkup.
"Hik...Hik..Hik...Pujaanku! kau pasti lelah setelah perkelahian tadi?" tiba-tiba sosok Wanita cantik muncul di samping Wiratama yang kemudian merapihkan pakaian Wiratama.
Jari-jari lentiknya kemudian mengambil Seruling yang ada di genggaman Wiratama, kemudian duduk di batu besar sambil meniupnya...
Suara seruling kembali terdengar mengalun dengan lagu yang pilu, membuat perlahan- lahan sosok Wiratama kembali menjadi normal kembali.
"Aruna, bunyikanlah dengan nada-nada yang indah jangan terlalu yang menyedihkan! aku ingin tidur dalam buaian serulingmu!" Wiratama kemudian merebahkan tubuhnya di bawah pohon yang rindang tidak jauh dari mayat Ki Badra.
Suara seruling Aruna melengking-lengking dengan nada yang tinggi, membuat Wiratama bangun dan terduduk, "Apa yang kau lakukan Aruna?"
"Sraaath...selarik cahaya putih muncul dari seruling Aruna dan menyambar mayat Ki Badra membuat mayat itu terbakar dan hangus.
"Aku merindukanmu! kenapa kau tinggal aku tidur? menyebalkan sekali!" Suara Aruna yang manis terdengar merajuk kesal kepada Wiratama.
"Sudahlah Aruna, aku tidak mau berdebat denganmu, aku lelah!" Wiratama kembali merebahkan tubuhnya.
Aruna kemudian mendekat dan duduk di samping Wiratama yang sedang mencoba memejamkan matanya. Sambil meniup seruling, Aruna memperhatikan Wiratama.
Seketika mata Wiratama membuka ketika kecupan mesra mendarat di keningnya, "Mmmuaach...aku tidak akan jauh darimu sayang! Hi..Hi..Hi...!"
*****************
*****************
__ADS_1
Terimakasih Reader yang sudah memberikan like and Vote nya...., yang hanya sekedar lewat terimakasih juga sudah mampir walaupun tdk memberikan like ataupun vote...😁