Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Pertarungan Dua Sukma III


__ADS_3

Dewi Pramudita kini memasang kewapadaan yang lebih saat melihat bayangan "Candramawa". Bayangan tersebut mirip sosok Ki Badra, tetapi sekujur tubuhnya hanya bayangan hitam tidak membentuk rupa.


Dewi Pramudita kemudian merapal Aji yang lain, tubuhnya pun kini berubah menyerupai bayangan putih. Dalam keadaan posisi berhadapan berjarak dua tombak, bayangan Dewi Pramudita menyerang terlebih dahulu, ia meloncat mengulurkan tangan kanannya dengan cepat ke arah jantung, sesaat sebelum cengkeraman itu sampai, bayangan hitam Candramawa menangkap pergelangan tangan bayangan Dewi Pramudita, di lanjutkan dengan memutar sangat cepat, putaran itu pun membuat tubuh bayangan putih mengikuti putaran yang di lakukan Candramawa.


Candramawa melakukan tendangan ke arah tubuh bayangan putih yang masih melayang berputar "Desh....Desh...!" bayangan putih terpental ke atas kemudian jatuh ke bawah dengan berdebumh keras.."Buuuugh...."Aaaaakh!" terdengar jeritan kesakitan dari Dewi Pramudita.


"Krrruuukh...Kruuukh!" terdengar suara Kalong-kalong hitam yang menjerit keras, suara kepakan sayapnya memenuhi atas bukit dan bersiap untuk menyerang.


"Suuuuuith...Kreaaakh!" Ki Badra memberikan siulan keras dan tanda sesuatu, dari atas kerimbunan pohon muncul gerombolan burung-burung Gagak dan terbang memutari Ki Badra.


"Gagak-gagak hitam, bunuh Kalong-kalong Siluman itu! ...:Kraaakh!"


Burung-burung Gagak terbang dengan cepat menyerbu ke arah kerumunan Kalong-kalong hitam, terjadilah pertarungan di udara antara binatang bersayap tersebut.


Benturan kepakan sayap mereka terdengar saling menyambar, di antara mereka yang terluka dan tidak dapat terbang akhirnya jatuh ke bawah.

__ADS_1


Dewi Pramudita yang menyadari kekuatan lawan sangat tangguh, mengeluarkan ilmu tembus bumi. "Bruuush!... tubuhnya amblas ke dalam tanah dan melaju mencoba menarik kaki Nyai Seruni ke bawah tanah.


Nyai Seruni yang paham apa yang akan di lakukan Dewi Pramudita melompat tinggi ke atas, kemudian dengan ke dua tangannya yang menggenggam pedang dia pun berteriak melakukan gerakan tebasan pedang dari atas..."Hiaaaath....Jraaaash! mata pedang berusaha membelah bumi dengan gelombang sinar merah...


"Blaaarhhhh....Blaaarh!...terjadi ledakan keras yang membuat permukaan tanah menjadi rengkah.


Tubuh Dewi Pramudita yang berada dalam tanah terpental ke atas dengan menjerit keras "Aaaaakh!.....


"Jaring Penjerat Sukma!...teriakan Ki Badra menggelegar mengejar tubuh Dewi Pramudita ke atas.


Sebelum Ki Badra melanjutkan serangan kembali, obor-obor yang menyala mendadak dengan serentak padam dan membuat suasana menjadi gelap gulita.


"Kau pikir aku bisa di kelabui dengan ini! Hiaaaath...Blaamh...Blaamh..! kedua tangan Ki Badra melepaskan sinar merah ke arah pohon-pohon sekitar yang kemudian terbakar.


Nyala api dari pohon-pohon yang terbakar membuat daerah itu menjadi terang benderang, dengan mudah Ki Badra melesat dan menangkap Dewi Pramudita yang berusaha melarikan diri.

__ADS_1


"Sraaph...Brugh! tubuh Dewi Pramudita jatuh dan terbujur kaku. " Sreth..Sreeth..tali Seragih yang di lemparkan oleh Ki Badra dengan sendirinya menelikung dan menjerat tangan serta kaki.


"Bawa dia! masukan ke ruang tahanan Goa Ratu, Tali Seragih tidak akan bisa dapat dia lepaskan!" suara perintah Ki Bandra dengan cepat di laksanakan oleh anak buahnya.


Nyai Seruni kemudian menghampiri, "Hari yang melelahkan Kangmas! tapi aku senang, bertahun-tahun kita di belenggu di pulau, baru kali ini aku dapat melemaskan otot-otot tuaku!"


"Aku khawatir kepadamu Nimas! hampir saja kau di kalahkan oleh Iblis betina itu, kau harus banyak berlatih kembali!"


Kemudian mereka semua kembali kepada tugas masing-masing, untuk tugas penjagaan atas perintah Adiraja, mulai besok akan di tambah jumlah pengawal dan di tingkatkan kewaspadaannya.


Jauh di atas puncak bukit, dua orang yang sedari tadi mengintai pertarungan antara Sepasang Iblis Laut dengan Dewi Pramudita, keduanya beringsut mundur dan terlibat dalam percakapan.


"Ki Wisesa! kali ini lawan yang akan kita hadapi sangat tangguh, belum anggota perompak-perompak yang sekarang berjumlah ratusan, kita harus kembali dan melaporkan kepada Panglima Utama Mandala Putra tentang situasi di Nusakambangan".


"Benar Ki Sampang, kita harus berusaha meloloskan diri dari Pulau ini, dan kembali untuk melakukan penyerangan dengan rencana yang matang.

__ADS_1


Keduanya berlari menuruni bukit dengan cepat menuju tepian pantai.


__ADS_2