Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Belenggu Hati


__ADS_3

Ketika malam belum terlalu larut, Nyai Gendis berdiri di dekat Wiratama yang sedang menyiapkan makan malam mereka, Waktu berjalan dengan sangat singkat, itulah yang di rasakan oleh nyai Gendis, hampir dua pekan ia berada di Goa dekat hulu sungai bersama Wiratama yang merawatnya.

__ADS_1


Lukanya pun semakin membaik, dan kini nyai Gendis sudah mulai berlatih berjalan, setiap hari Wiratama selalu menemaninya. "Nyai, aku bersyukur kau berangsur angsur sudah mulai pulih, mudah - mudahan kau akan lekas sembuh seperti sedia kala. Nyai Gendis menatap Wiratama dengan wajah yang muram, "Apakah kau mulai bosan menemaniku Bayu?" kemudian ia duduk di samping Wiratama. Wiratama memandang wajah Nyai Gendis dari samping, "Bayu, apakah setelah aku sembuh kau akan pergi?" Bara api yang berada di depan mereka semakin kecil, Wiratama pun melemparkan beberapa ranting kering agar nyala api tidak padam, "iya Nyai, aku akan melanjutkan perjalananku". setelah itu dia diam kembali, "Kemana tujuanmu Bayu?" Bolehkah aku ikut denganmu?" ikan bakar yang baru saja matang, oleh Wiratama di sodorkan ke Nyai Gendis, "aku tak mau makan, sebelum kau jawab pertanyaanku!" kemudian pandangan Nyai Gendis menatap tajam ke arah Wiratama. "Nyai, apakah kau lupa dengan ramalanmu dulu, aku tak mempunyai pijakan tempat, dan tidak mempunyai tempat untuk berteduh, apa yang kau ramalkan itu semuanya benar". "Wushhh...Nyai Gendis melemparkan ranting kering dengan keras ke arah api unggun di depan mereka. "Akh...kau hanya beralasan! katakan saja jika memang kau tak suka aku ikuti". Wiratama mendengar suara Nyai Gendis yang sedang kesal, akhirnya ia berusaha mengalihkan arah pembicaraan, "Nyai, kita bicarakan masalah itu nanti saja setelah kau sembuh, sementara aku akan menemanimu di sini" , kekesalan di wajah Nyai Gendispun berangsur - angsur hilang, kemudian tubuhnya merapat dan menyandarkan kepalanya di bahu Wiratama.

__ADS_1


"Nyai, sampai dengan saat ini kau belum bercerita, apa yang telah terjadi sehingga kau terluka parah?" Nyai Gendis membaringkan tubuhnya ke bawah dan meletakan kepalanya di pangkuan Wiratama. Ia menarik nafas dalam - dalam, kemudian mulai bercerita tentang dirinya, di awali dengan menjadi Pengawal Panglima Muda Arya Permana, sampai dengan menjadi pengawal kepercayaannya, dan kemudian ia mendapatkan tugas khusus untuk membunuh Panglima Utama Mandala Putra dengan imbalan berupa materi. "ternyata apa yang di perintahkan olehnya adalah tipu muslihat Arya Permana, entah apalagi tujuan utamanya terhadap Panglima Mandala Putra itu, yang aku rasakan bahwa untuk mencapai tujuannya, aku di korbankan". "Aku di Khianati Bayu! tunggu saja akan ku balas semua ini sekaligus dengan bunganya!".

__ADS_1


Wiratama menyandarkan punggungnya ke dinding gua sambil berkata, "saat ini aku tidak pernah perduli dengan pandangan orang terhadapku Nyai, dan akupun tidak perduli orang di sekitarku menyukaiku apa tidak, sanjungan dan hinaan tidak berarti buatku, jadi kau perlu tahu Nyai, kau membenci atau menyukai sikapku, itu tidak berarti apa - apa buatku". Nyai Gendis terhenyak mendengarkan penuturan Wiratama, muncul perasaan takut di hatinya. takut di abaikan, takut tidak di perdulikan dan juga takut di tinggalkan. "Bayu...kau membuatku sedih, maafkan jika aku menyinggung hatimu!"...akh...nyai gendis merasa aneh terhadap dirinya sendiri, belum pernah ia berlaku demikian kepada siapapun, apalagi dengan seorang laki - laki, menghiba dan meminta maaf...."Gendisss...kenapa aku menjadi wanita yang cengeng, dimana keangkuhan dan jiwa pendekarmu" kecamuk di dalam hati Nyai Gendis membuat ia bangun kembali dan tertunduk di samping Wiratama.

__ADS_1


Wiratama tak tega melihat Nyai Gendis bersikap demikian, ia pun berusaha agar harga diri Nyai Gendis masih tetap terjaga, "Nyai, tak perlu bersikap demikian padaku!" kemudian tangannya membelai rambut Nyai Gendis. Nyai Gendis tak tahan dengan situasi itu, ia merebahkan kepalanya kembali di bahu Wiratama. "Bayu, berbagilah kesedihanmu denganku".

__ADS_1


__ADS_2