Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Pengembaraan V


__ADS_3

Wiratama melihat riak air dari permukaan, luncuran penyelam-penyelam dari dasar laut terlihat olehnya. Walaupun riak air itu kecil tetapi mata Wiratama tidak dapat di bohongi.


"Kisanak, kami tidak mempunyai sengketa denganmu, apa yang akan kau lakukan?"


Sentanu yang turut melihat anak buahnya melakukan penyelaman, tersenyum dengan sinis, "Kau nanti akan merasakan sendiri Kisanak, aku ingin melihat apakah kau pandai berenang atau tidak?"


"Apa yang harus kita lakukan Raden?" Brajanata menghampiri Wiratama, "Tenanglah Brajanata!, tetaplah kau di tempatmu!" Wiratama kemudian turun dari anjungan dan memasukan tangan kanannya sampai siku.


"Hmmm...kau kira Badai gunung Ciremai hanya bisa di lakukan di daratan? perhatikan olehmu Kisanak! apa yang akan terjadi dengan pengikutmu di dalam air."


"Hiaaath....Brrrrh....air laut bergolak kencang saat Wiratama mengalirkan Aji Badai gunung Ciremai ke dalamnya, terlihat di atas permukaan air laut sekitar Perahu yang di tumpangi Wiratama mengepulkan asap.


Tidak lama kemudian, ke empat anggota rompak teluk Parigi muncul dari dalam laut, "Aaaakh....aaakh...puanasss....puaanaasss..". mereka berteriak kepanasan sambil merontakan tangan-tangannya di permukaan air.


Hanya dalam waktu singkat, wajah mereka terlihat melepuh seperti tersiram air panas, teriakan dan gerakan mereka terhenti seiring tubuh merekapun terapung di atas permukaan laut.


Somantara yang tadinya khawatir, kini berteriak kegirangan melihat pemandangan tersebut "Ha...ha...ha..Sentanuuu! lihat jongos-jongosmu seperti kepiting rebus! sebentar lagi giliranmu yang akan terbakar!"

__ADS_1


"Kurang ajarrr!... Hiaaath...wush...wush...Sentanu yang terpancing emosinya kemudian menyentakan ke dua tangan ke arah perahu Wiratama dan kawan-kawannya, dari ke dua tangannya meluncur berkas api yang bergumpal.


Wiratama menyambut serangan Sentanu, hanya dengan gerakan tangan kanan yang mendorong, timbul kobaran api memapas serangan Sentanu, "Blarh....blarh....pijaran api dari Sentanu terdorong dan padam.


Kobaran api yang muncul akibat dorongan tangan kanan Wiratama tidak berhenti, daya luncurnya yang cepat menerobos dan membakar bangunan kecil anjungan perahu milik kelompok Rompak teluk Parigi.


Beberapa anak buah Sentanu berusaha memadamkan api, mereka mengambil air laut dan menyiram kobaran api.


"Ha...ha...ha tontonan menarik! kini Rompak Teluk Parigi mirip topeng monyet yang sedang menari berjingkrak-jingkrak!" Somantara kembali tertawa sambil bertepuk tangan melihat anak buah Sentanu kerepotan memadamkan api.


Akhirnya dia pun berteriak memerintahkan anak buahnya yang berada di bawah " Tarik Sauh! kita lanjutkan perjalanan!"


Wiratama menolakan kedua kakinya, hanya dengan sekali lompatan tubuhnya kini melayang menuju perahu Sentanu, "Jleeegh...mendarat dengan tepat di hadapan Sentanu dan anak buahnya yang bercadar.


"Jangan berpikir kalian bisa dengan mudah pergi dari sini!" Wiratama memandang mereka dengan bengis dan mengintimidasi.


Rompak Teluk Parigi yang biasanya kejam, kini tersurut mundur, bukan hanya karena melihat kemampuan Wiratama, tetapi melihat wajah Wiratama membuat nyali mereka meleleh.

__ADS_1


Di hadapan mereka kini berdiri sosok Wiratama yang berwajah separuh Harimau dan separuh manusia, gigi taringnya pun mencuat dari sela-sela bibirnya, sedangkan kedua tangannya kini berbulu dan kuku-kuku tajam mencuat keluar.


"Grauuumhhh....sebutkan permohonan terakhir kalian!"


"Kisanak, berikan kesempatan kepada kami untuk pergi!" kami berjanji tidak akan sekali-kali lagi melintas di atas lautan kembali!" Sentanu merangkapkan kedua tangan di depan dada serasa menghiba.


Pandangan Wiratama menyapu kepada seluruh penumpang di perahu. Sementara itu, tanpa terlihat oleh orang lain Sentanu meloncat, tubuhnya melesat dengan kedua tangan menyorong ke depan menyerang Wiratama.


"Hiaaaath....Dhuaarh....Dhuaaarh....kedua tangan Sentanu tepat mengenai tubuh Wiratama,.membuatnya terlempar menabrak anjungan yang kemudian hancur berkeping-keping...Brang...brang...!


"Mampuslah kau! sampai dengan saat ini Aji Ombak Parigi tidak pernah terkalahkan, Ha...ha...ha!!!


Dari geladak perahu sebelah, Brajanata berteriak dengan amarah "******* kau Sentanu! keculasanmu tidak pernah hilang!"


Sentanu yang merasa di atas angin tersenyum dengan riang, "peduli setan dengan apapun anggapanmu! yang penting sekarang majikanmu telah mampussss!!!"


"Tinggal kalian berempat yang akan aku buat modarrrr!!.....

__ADS_1


__ADS_2