Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Pelarian


__ADS_3

"Wisesa, lihat di depan kita ada sebuah kapal yang sedang menepi, apakah kita pergunakan untuk pelarian kita saja?"


Ki Wisesa menatap tepi pantai yang masih gelap, "Ayolah kita periksa bersama, aku akan lewat sisi lambung kanan, dan kau dari sisi lambung kiri!"


Kemudian merekapun mengendap dan memasuki air dengan berhati-hati, berusaha menghindari pandangan dan pendengaran awak kapal yang sedang berlabuh.


Tidak lama kemudian keduanya sudah berada di atas lambung kapal, terlihat ada empat orang yang sedang berjaga sambil bercakap. Sementara waktu, Ki Wisesa dan Ki Sampang tidak melakukan tindakan apapun.


"Kakang Brajanata sampai kapan kita berada di sini, situasi pulau ini tidak aman buat kita, apalagi Raden Wiratama tidak bersama kita!"


"Soma! aku sudah menyadari semua tindakan yang telah kita lakukan, setelah sekian lama kita bersama dengan Raden Wiratama, membuat mata hatiku semakin terbuka untuk berubah dan berbuat kebaikan!"


"Bagaimana menurut pendapatmu, apa yang harus kita lakukan dengan wanita-wanita ini?", "Kita kembalikan saja mereka ke asalnya Kakang!" Somantara pun merasa kasihan ketika mereka melihat keadaan para tahanan tersebut, ada perubahan sikap-sikap yang sangat bertolak belakang dengan sikap mereka sebelumnya.


Empat orang yang berada di kapal adalah Begal dari Jambusari, semenjak mereka terpisah dengan Wiratama, ke empatnya berusaha melarikan diri, tetapi belum berhasil mendapatkan kapal yang bisa menghantarkan meraka ke daratan luas. Dan sangat kebetulan selagi mereka bersembunyi di pantai, ada sebuah kapal yang akan menyandar ke Nusakambangan. Setelah mereka dekati kapal itu adalah kapal pengangkut para wanita yang berhasil di culik oleh para perompak untuk di jadikan penghibur di Nusakambangan.


Tetapi oleh karena peraturan ketat yang di berlakukan Adiraja, mereka tidak dapat membawa para wanita itu masuk ke dalam pulau.


Brajanata, Somantara dan kedua saudara seperguruannya berhasil merebut kendali kapal dan membunuh para perompak itu, dan kini mereka berupaya untuk melarikan diri dari Pulau Nusakambangan.

__ADS_1


"Soma, kita tidak dapat terus berharap menunggu Raden Wiratama kembali, tetapi aku berharap dia tetap hidup, ayolah kita segera membawa kapal ini untuk berlayar!" "Baik Kakang!" Somantara kemudian mengajak kedua adiknya mengendalikan Kapal untuk berlayar.


Ki Sampang dan Ki Wisesa mendengarkan percakapan mereka dengan cermat, apalagi ke empat orang itu membicarakan tentang Wiratama yang sedang mereka cari.


Kapal yang di tumpangi merekapun berlayar menembus kegelapan, tidak sulit bagi Somantara untuk bisa mengendalikan arah kapal tersebut, walaupun mereka malang melintang di daratan, tetapi mereka tidak buta dengan cara mengendalikan kapal. Bintang-bintang di langit membantu mereka untuk mengarahkan Kapalnya menuju daratan luas.


Surya mulai muncul di ufuk timur, sinarnya terlihat merah tetapi masih redup, Brajanata yang semalaman tidak tidur, melihat dua sosok yang sedang duduk santai di bawah tiang layar, Brajanata sekarang mempunyai kesabaran, tidak seperti sebelumnya, ia pun mendekat dan berusaha tidak gegabah.


"Orang tua, siapa kalian berdua yang menumpang Kapal kami tanpa izin?"...


"He...He...He,..baru kali ini aku bertemu dengan orang-orang yang bertampang sangar, tetapi masih bersikap sopan! Ki Sampang berdiri dan tersenyum menatap Brajanata.


"Sudahlah, kami sedang tidak bernafsu untuk bertarung, dan aku dengarpun kalian mempunyai hubungan baik dengan Wiratama, jadi tidak perlu ada perselisihan di antara kita, aku hanya menumpang kapal kalian!"


"Hiaaath....wussh...Traakh..Pedang Somantara dengan cepat menyambar leher Ki Sampang, tetapi Ki Sampang hanya dengan mengibaskan tangannya saja yang menyentuh badan pedang, membuat Somantara terpukul mundur.


"Gggrhhh...Lihat Brajanata!" Ki Sampang menggeram dan menatap Brajanata, Brajanata mundur beberapa langkah ketika melihat wajah Ki Sampang berubah menjadi wajah setengah Harimau.


"Sss...siapa kau Kisanak?"

__ADS_1


"Grrrh...berapa lama kalian bersama dengan Wiratama? kau tidak pernah melihat rupa seperti ini?" wajah Ki Sampang terlihat mengerikan.


"Mmaafkan...Kami kisanak! apakah kau mempunyai hubungan dengan Raden Wiratama?"


"Yah..Aku adalah saudara seperguruannya, kau ceritakanlah apa yang telah terjadi kepadanya!" setelah berkata demikian wajah Ki Sampang berangsur-angsur berubah normal kembali.


Akhirnya merekapun duduk bersama, dan Brajanata menceritakan semua yang telah terjadi, tetapi Brajanata hanya menceritakan peristiwa Wiratama tertusuk pedang dan di larikan oleh Ki Respati, dia tidak mengetahui peristiwa selanjutnya bahwa Wiratama terjatuh di Lembah Nirbaya.


Kapalpun terus melaju dan sampai di Pelabuhan Cilacap dengan cepat. Semua wanita-wanita hasil penculikan di suruh kembali ke tempat asalnya.


Tidak di perkirakan sebelumnya oleh Ki Sampang dan Ki Wisesa, ternyata mereka berjumpa dengan rombongan Raden Sangaji yang akan berangkat ke Pulau Nusakambangan.


"Ki Wisesa, Ki Sampang kami sangat senang berjumpa kalian!" Raden Sangaji menyapa mereka dengan gembira. "Raden, kamipun demikian, lama kita tidak bersua karena tugas, apa yang telah membuat Raden kemari?"


Kemudian Raden Sangajipun menceritakan tugas yang di embankan kepada dirinya, dan menceritakan betapa sulitnya mencari Kapal untuk menuju ke arah Pulau Nusakambangan.


Akhirnya mereka semuanya berunding, Ki Wisesa dan Ki Sampangpun menceritakan tentang kekuatan yang berada di Pulau Nusakambangan, "Begitulah Raden, aku rasa dengan kekuatan kita saat ini, sepertinya kita tidak akan sanggup menyelesaikan kemelut yang berada di Pulau Nusakambangan, kita harus meminta bantuan kepada Panglima Utama Mandala Putra, untuk mendapatkan kekuatan tambahan.


Setelah mereka berunding seharian, akhirnya Raden Sangaji memutuskan untuk kembali ke Mataram guna meminta bantuan prajurit dengan di dampingi oleh Ki Wisesa. "Ki Sampang, sementara aku kembali ke Mataram, semua Pasukan Bayangan yang bersamaku saat ini, aku percayakan kepadamu!" , "Baik Raden, semua perintahmu aku akan laksanakan dengan baik!"

__ADS_1


__ADS_2