
"Kakang, terimakasih atas nasehatmu, Jika kau ada waktu mampirlah ke Gunung Kidul, aku harus memakamkan jenazah muridku ini", kemudian Nini Sangga Geni menaikan jenazah Saraswati ke bahunya, tanpa menunggu jawaban Eyang Padasukma, Nini Sangga berlari dengan cepat meninggalkan Hutan Tempuran. Eyang Padasukama hanya tertegun, tak beranjak dari posisi berdirinya, " Pandanwangi aku tak tahu harus bersikap bagaimana terhadapmu", aku memang dari dulu, tak mempunyai keberanian mengungkapkan tentang hati, ini kelemahanku" ia menatap kepergian Nini Sangga Geni.
__ADS_1
Saat itu di daerah Kulon progo, tempat penghasil teh yang sangat baik, terjadi keributan antara para petani dan pembeli, Ki Sobali dan Somantara memaksa para petani menjual hasil perkebunannya kepada mereka, "Kalian adalah orang-orang yang tak tahu di untung! kalian pikir bisa menjual hasil perkebunan ini sesuka kalian?" Somantara bertolak pinggang memarahi para petani teh tersebut, ada salah satu orang dari petani tersebut maju mewakili yang lainnya, "mohon maaf juragan, kami memang mempunyai hak untuk menjual hasil perkebunan kami pada siapapun, apa hak nya Juragan bisa menerapkan peraturan masalah penjualan hasil perkebunan kami? kami sebagai petani memang sudah sepantasnyalah menjual kepada pembeli yang menawar harga lebih tinggi, dimana letak kesalahan kami?"
__ADS_1
"Ah kau sangat lancang sekali! selain sebagai pembeli, kami juga mempunyai jasa pada kalian, mengamankan daerah kalian dari gangguan-gangguan para pengacau, Ki Sobali beri mereka pelajaran!", Somantara melirik kepada Ki Sobali, petani tersebut mundur menghampiri kawan - kawan nya, ia sudah menerka apa yang akan di perbuat Ki Sobali.
__ADS_1
"Plok...plok...plok, terdengar suara tepuk tangan dari belakang para petani tersebut, semua berpaling kepada asal bunyi itu, "Ha...ha....ha, hanya di Kulon progo ini aku baru menemukan juragan yang baik hati sekali, saat itu muncul Ki Seno Keling dengan kata - kata penuh sindiran, dia memang di tugasi oleh Wiratama untuk misi perdagangan mereka. Ki Sobali membentak marah, "siapa kau setan alas? kenapa mencampuri urusan kami?" Ki Sobali tak menunggu jawaban, tendangannya meluncur cepat ke arah Ki Seno Keling, "wush.....Ki Seno Keling hanya menggeserkan kaki kanan nya ke belakang tendangan itu dapat di hindari dengan mudah, setelah mendarat ke tanah, Ki Sobali kembali menyerang, tangannya meluncur membentuk cengkraman ke arah muka, Ki Seno Keling memapas cengkraman itu dengan pukulan tangannya, "desh.....mengenai pergelangan tangan, tampak wajah Ki Sobali menahan sakit saat ada benturan itu, karena memang dia kalah posisi tangan, "Srath....Srath....terlihat dua pisau kecil meluncur mengarah tubuh Ki Seno, senjata itu di sabitkan oleh Somantara yang berada di sampingnya, beruntung Ki Seno Keling mendengar desingan luncuran pisau tersebut, "taph...taph...kedua pisau tersebut di tangkap nya memakai jari telunjuk dan jari tengah, pisau - pisau itu terjepit di antara kedua jari Ki Seno Keling.
__ADS_1
"Kragh...kragh....terdengar suara dari mulut Ki Seno Keling, saat suaranya berhenti, dari atas pohon meluncur sepasang burung Alap - alap menyerang Somantara, "Ha....ha....ha...hei pembongkong! hadapi sepasang Alap - alap ku!" breth....crakkh....terdengar suara robekan baju Somantara yang tercabik, dan tancapan kuku burung Alap-alap tersebut mengenai bahu kanan Somantara. "arghhhhh, Somantara memegangi bahunya yang terluka.
__ADS_1