Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Pertempuran


__ADS_3

Terlihat Anggoro Pati mengendarai kuda nya dengan lambat, beratus prajurit mengiringi di belakang. telah satu pekan dia mendapatkan tugas untuk menghentikan pengacau keamanan di daerah Pati. Perjalanan pulang membuat hatinya kesal karena teringat perdebatan dengan ayahnya saat-saat keberangkatan tugas yang akan dia laksanakan, tapi hal itu tidak sampai memupus rasa puas di hatinya karena berhasil menumpas para pengacau keamanan, sekarang dia sedang membayangkan akan mendapat penghargaan dari pihak kerajaan dan akan berlibur. Para prajurit yang di belakang terlihat lelah, langkah kaki mereka tidak beraturan dalam barisan.


Sementara itu di perbatasan Grobogan, Wiratama bersama Ki Seno Keling sedang berdiri mengamati di perbukitan yang tinggi, "Ki, apakah semuanya sudah siap?" , Ki Seno pun menjawab sambil ikut mengamati " sudah raden, Ki Pandawa sudah sejak dari tadi bersiaga", "Tunggu perintahku Ki!"

__ADS_1


Sepasang Alap-alap milik Ki Seno keling terlihat terbang meluncur ke arah Wiratama, kecepatan mereka seperti anak panah yang di lesatkan busurnya, terlihat debu tebal membumbung ke atas pertanda pasukan dari Anggoro Pati sebentar lagi akan lewat.


"Ki Seno, menurut firasatku, jika aku bergerak tanpa pasukan, akan membutuhkan waktu yang lama, perintahkan Ki Pandawa mensiagakan pasukan Topan Laut untuk menyerang dari samping kanan dan kiri pasukan", baik raden!" Ki Seno memberikan isyarat kepada Ki Pandawa yang berada sepuluh tombak di belakangnya.

__ADS_1


Saat pasukan itu berada di tengah Pasukan Topan Laut dan masuk dalam jangkauan panah, mulailah serangan anak panah di luncurkan...Wusssh....craaaak.....craaaaph..... ratusan anak panah meluncur dan mengenai prajurit-prajurit yang sedang berjalan, "Akhhh.....Argh....aaah....mereka mulai bertumbangan, sebagian mulai melakukan pertahanan dengan tameng sambil bergeser ke arah kanan, tetapi ternyata dari arah kanan pun, Pasukan Topan laut tidak membiarkan, mereka menghujani dengan anak panah kembali, "Munduuuuur..! lakukan formasi Tombak!!! terdengar suara Anggoro Pati memerintah.


"Lihat Ki Pandawa! tepat seperti dugaanku, Anggoro Pati tidak sama dengan Arya Permana, dia lebih cerdas untuk mengatasi keadaan" Wiratama masih mengamati dari ketinggian sambil berdiri bersidekap, mengamati jalannya pertempuran. "Ki Seno, sudah saat nya Pasukan Guntur bergerak menyerang!" Ki Seno pun memerintahkan burung Alap-alap nya terbang memutar "Kragh...kragh..., saat sepasang burung itu selesai berputar tiga kali di atas, Pasukan Guntur mulai menyerang, Kuda-kuda mereka berlari melucur ke depan, tombak-tombak tajam menerobos tengah pasukan Anggoro Pati yang sedang berusaha mundur sambil bertahan, "Argh...aaaakh...tombak-tombak itu menembus dada para prajurit yang berusaha menghadang, pertahanan mereka pun hancur, pasukan itu terbelah menjadi dua, sisi kanan dan sisi kiri, tetapi itupun tidak membuat mereka di jamin selamat, karena Pasukan Topan Gunung menyerang dari sisi kanan dan kiri dengan tebasan-tebasan pedang mereka.

__ADS_1


Anggoro Pati melihat sebagian pasukan nya berjatuhan tewas, kemudian dia berdiri di atas kuda dan melompat untuk menyerang, berusaha mengembalikan pasukannya dalam formasi pertempuran, "Hiaaaath...Desssh....sebuah bayangan memapas serangannya, berdiri di depannya Wiratama yang menghadang dengan wajah tertutup kain, di tangannya tergenggam tombak pendek yang ujung matanya terlihat hitam, "Anggoro Pati, biarlah pasukan kita saling berhadapan, Kau hadapilah aku!"


__ADS_2