Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Penunggu Grojokan Sewu


__ADS_3

Saraswati berpaling ke arah kanannya saat ia mendengar bunyi gesekan daun, terlihat muncul seorang nenek-nenek yang berwajah menyeramkan. Nenek itu memandang dirinya dan Wirayudha, "Wanita lemah, siapa kau yang berani sekali bersama bocah ke tempat ini?" Saraswati tak langsung menjawab, selain karena memang takut, Wirayudha langsung memeluk kakinya. Ia hanya menatap dengan jantung berdetak kencang. "Nisanak aku bertanya padamu, ditempat ini jauh dari pemukiman penduduk, hewan buas pun banyak berkeliaran dan aku lihat kaupun tak punya kemampuan mempertahankan diri dari bahaya yang ada?".

__ADS_1


Saraswati memeluk Wirayudha sambil menjawab dengan suara bergetar karena takut "Nini aku bersama anakku tersesat, dua hari yang lalu kampung kami di serang oleh perampok-perampok yang kejam", "hmm...lalu kenapa kau tak kembali ke kampungmu lagi?" perempuan itu menyahut sambil duduk bersila di bawah. Ketakutan dan kekhawatiran Saraswati agak berkurang, saat mendengar suara perempuan itu agak merendah.

__ADS_1


"Kami ingin kembali Nini, tapi kami takut, perampok-perampok itu masih disana", "dan kamipun tak tahu arah untuk kembali", saat ibunya berbicara dengan perempuan itu, Wirayudha melepas pelukan ke kaki ibunya, ia agak berani dan duduk di sisi ibunya. Saraswatipun menggandeng Wirayudha untuk duduk mendekat. Kemudian semua kejadian yang menimpa kampungnya, Ia ceritakan kepada perempuan tersebut.

__ADS_1


"Hik...hik...hik...lihat Saraswati ketakutan anakmu padaku sepertinya hilang terkalahkan rasa laparnya!" Nini Sangga geni tertawa kegirangan "hei bocah..kemarilah! akan kuberikan yang lain kepadamu agar hilang rasa laparmu!" Nini Sangga geni berbalik, matanya tajam melihat ke arah air sungai yang ada di depannya, tongkatnya ia angkat, ujungnya ia hentakan ke arah air sungai, clap...clap, dua larik sinar putih menembus air, byar...byar...air sungai seperti terkena lemparan batu, riak-riak nya sampai sejengkal ke atas permukaan, kemudian ikan-ikan yang tak berdaya muncul ke permukaan. Ada empat ikan yang mengapung di permukaan air. Tak hanya itu, Nini Sangga geni menggenjot kedua kakinya untuk melompat, menyambar ikan-ikan tersebut, ia bersalto ke dua kaki nya menotol permukaan air dan kembali meloncat ke depan Saraswati dan anaknya. Saraswati dan Wirayudha terbelalak matanya melihat kemampuan seorang renta bisa melakukan gerakan yang cepat dan sulit.

__ADS_1


"Plok...plok...plok...terdengar tepukan tangan dari Wirayudha yang kegirangan, "Nini, kau hebat sekali, tak kalah dengan ayahku, aku ingin bisa melakukan seperti itu" Saraswati menoleh ke arah anaknya dan berbisik "jangan kau berkata seperti itu nak! tak sopan anak kecil!" Wirayudha menampakan wajah cemberut ke arah ibunya. "Hik...hik...tak apa Saraswati, akupun senang dengan pujian anakmu!" Nini Sangga Geni tertawa. "iya Nini, maafkan ketidak sopanan anakku" hati Saraswati lega karena ia menyangka Nini Sangga geni tak suka dengan pujian anaknya. Saraswati bergumam dan bicara dalam hati "pantas saja ia mengatakan aku wanita lemah saat-saat kemunculannya yang pertama". Kemudian mereka membakar ikan-ikan tersebut bersama dan memakannya. Wirayudha yang mendapat bagian dua ikan bakar merasa senang karena kekenyangan.

__ADS_1


__ADS_2