
Nini Sangga geni menatap Wirayudha dengan tatapan masih penuh dengan rasa tidak percaya. Puluhan tahun Aji Naga Langit tidak pernah dia saksikan lagi kecuali hari ini, dan yang lebih membuat hatinya tidak percaya Ilmu itu di peragakan oleh muridnya terkasih Wirayudha yang masih belum dewasa.
Ajian Naga Langit adalah ilmu yang sangat langka, dan hanya di kuasai oleh suami dari gurunya Nini Sangga geni penguasa puncak Ciremai Kyai Balung Putih, bagi yang menguasai Aji Naga Langit, tubuhnya memiliki kekebalan dari segala benda pusaka dan segala jenis racun yang paling ganas sekalipun dan bisa bertahan hidup di dalam air serta mendapatkan tingkat tenaga dalam yang sulit di capai oleh pendekar yang berlatih puluhan tahun bahkan ratusan tahun.
Nini Sangga geni menghampiri Wirayudha dan meraba sisik-sisik ular yang menempel di bagian tubuh itu, jarinya kemudian di jentikan dengan pengerahan tenaga dalam "tring...tring!".... suara pantulan dari jentikan jari Nini Sangga geni seakan mengenai logam keras. "Naga Langit"... "Wiraa...jika tidak menyaksikan sendiri, aku tidak akan pernah percaya!" Wirayudha kokoh berdiri masih dengan tangan yang terpentang di samping, "Nini, aku akan memperlihatkan Aji dari lembaran yang ke - 8", Wirayudha kemudian duduk bersila di atas batu yang besar, tangannya bersedekap di depan dada matanya terpejam.
Nini Sangga geni mundur kembali, matanya mengawasi dengan hati yang penuh ketegangan, karena ia pun mengetahui, Aji apa yang akan di tunjukan oleh Wirayudha.
__ADS_1
"Pandangan Nini Sangga geni tidak lepas dari tubuh Wirayudha yang sedang duduk bersila, tiba-tiba tubuhnya merasakan angin semilir yang berhembus dari arah belakang, "Whussh....Nini aku sudah berada di belakangmu!".... "Haiiikh... Nini Sangga geni melompat ke depan dan memasang kuda-kuda untuk menyerang, tetapi matanya terpaku, terlihat Wirayudha sedang tersenyum menatap kepadanya, Pandangan Nini Sangga geni kemudian di palingkan ke arah batu tempat Wirayudha yang tadi sedang duduk bersila, tubuh Wirayudha masih terdapat di sana, "Haah....Rogo Sukmo !!!, ,Nini Sangga geni setengah berteriak saat menyebutkan Aji yang sedang di perlihatkan Wirayudha.
"Benar Nini, aku menguasai Aji Rogo Sukmo juga!" Lihat!".... tubuh Wirayudha melayang menghampiri pohon Beringin besar yang daunnya rontok sebagian saat Wirayudha menggunakan Aji Naga Langit, tangan kecil Wirayudha melingkar seakan-akan mampu melingkari putaran batang pohon tersebut.
"Hiaaaath......Krgggggh.... Rrrrrrth....Bruuuuukh.....Pohon yang kokoh dan besar itu terangkat, akar-akar yang menjalar dan panjang tercabut, permukaan tanahnyapun ada yang ikut terangkat terbawa akar - akar pohon, "Hiaaaath....Brruggrrrg...bbrgrrrrh...Wirayudha melempar pohon tersebut sekitar dua puluh tombak darinya. permukaan tanah Bukit Gupit bergetar saat pohon besar itu jatuh ke permukaan tanah.
Saat melihat pemandangan tersebut Nini Sangga geni seolah bermimpi, dalam keterpanaannya kemudian muncul rasa penasaran, "Zzzzsh.....zzzsh.....suara desisan keluar dari mulutnya....ratusan ular-ular merayap, mendekat mengelilingi Wirayudha, Nini Sangga geni sendiri meloncat dengan memukulkan telapak tangan kanannya yang di aliri Tapak Geni, "Hiaaath......pukulan Tapak geni dengan tenaga dalam yang tinggi menyerang Wirayudha yang sedang berdiri, "Blaarrrh.....blarrrh...Cahaya Tapak geni meluncur membentuk gelombang cahaya yang sangat panas menimbulkan suara yang keras dan udara yang menyengat, gelombang cahaya itu menerpa ke arah tubuh Wirayudha, Tetapi Wirayudha masih berdiri kokoh tak tergoyahkan pohon-pohon yang berada di belakangnya roboh terbakar oleh akibat pukulan Tapak Geni tingkat terakhir yang sekarang di kuasai Nini Sangga geni.
__ADS_1
"Zzzsssaaah....zzzsh...ratusan ular-ular berbisa yang tadi mengelilingi Wirayudha kemudian mulai menyerang, merayap cepat ke arah berdirinya Wirayudha, berusaha mematuk, menggigit dan menyemburkan bisanya.
Serangan ular-ular tersebut kemudian serentak berhenti, karena yang di serang mereka adalah sosok tanpa jasad, terlihat tetapi tidak tersentuh.
Berdiri mematung dengan pandangan penuh takjub, hanya itu yang bisa di lakukan Nini Sangga geni. "Wusssh... tubuh Wirayudha yang sedang di kelilingi Ular-ular itu menghilang, kemudian terdengar suara Wirayudha dari atas batu, "Nini, apakah sekarang kau percaya?" dengan tubuh gemetar Nini Sangga geni mencoba menenangkan hatinya "Aku belum percaya dengan yang kulihat 'Wira!" katakan padaku kalau ini bukan hanya sekedar mimpi bagiku!" Wirayudha kemudian bangun berdiri dan meloncat ke depan Nini Sangga geni, "kita tidak sedang bermimpi Nini!"
Setelah terdiam beberapa saat, Nini Sangga geni akhirnya berkata "Wira, apakah kau menyadari?" dengan menguasai ilmu ini, kau adalah Pendekar kelas wahid di daratan Jawadwipa, aku takut kau tak sanggup mengembannya, jika tidak di dasari Budi pekertimu yang baik, daratan tanah jawadwipa ini akan hancur olehmu!" Wirayudha memeluk Nini Sangga geni yang masih berdiri mematung, "Nini, aku akan selalu mengikuti petunjukmu !".
__ADS_1
Kemudian mereka berjalan ke tepi bukit dan duduk sambil memandangi hamparan daratan yang menghijau di bawahnya. Nini Sangga geni merenung, "Wira, apakah kaupun menguasai Aji yang terdapat di lembaran ke - 9?" Wirayudha menjawab dengan anggukan.
"Wira, aku belum siap menyaksikan kemampuanmu berikutnya!' dengan kemampuanmu saat ini saja, kau akan menjadi perebutan dari kalangan manapun!" ingat Wira! jangan tertipu dengan mulut manis atau dengan bujuk rayu, kau harus bisa membedakan mana yang baik dan jahat agar kau nanti tak keliru dimana kau harus berpihak!", "Baik Nini, aku akan mengingat semua petuahmu, dampingi aku menjalani semuanya Nini!". Nini Sangga geni kemudian mengusap kepala Wirayudha. "aku percaya padamu Wira, darahmu adalah darah Ksatria, semoga sifat ayahmu bisa kau tauladani!". Keduanya kemudian terdiam menikmati semilir angin yang berhembus.