
Nini Sangga geni dan Wirayudha masih asik dengan obrolan mereka, "Wira, setelah ini kita akan membeli pakaian untukmu, aku yakin ketampananmu tidak akan kalah dengan kaum bangsawan disini", Wajah Wirayudha tampak senang, "ah...Nini, kau bisa saja membuat hatiku senang" .
__ADS_1
"Wira aku hampir lupa, ingin menanyakan sesuatu padamu, sejak kapan kau berlatih Aji Halimun?" Nini Sangga menatap Wirayudha dengan penasaran, "maaf Nini, tanpa sepengetahuanmu aku berlatih tiap malam di bukit kapur belakang rumah kita, semenjak kau beri aku pinjam kitab pusaka "Candra Surya" aku mempelajari beberapa aji di dalamnya, termasuk Aji Halimun itu". Saat Wirayudha akan melanjutkan penjelasannya, dia melihat selarik sinar putih yang menuju belakang kepala Nini Sangga, dengan cepat tangannya meraih sendok kayu yang berada di depannya, "hiaaaaath, wush....prakh...sebuah senjata rahasia berbentuk logam pipih yang tajam jatuh ke lantai, berikut sendok kayu yang di lemparkan Wirayudha pun ikut hancur berkeping, sedangkan Nini Sangga langsung waspada akibat adanya serangan gelap yang menyerang dirinya, tidak jauh dari tempat meraka makan, terlihat oleh Nini Sangga seseorang yang berlari keluar dengan cepat. "Wira, cepat kejar orang itu" Nini Sangga melompat keluar sambil tangannya melempar koin uang kepada pelayan kedai. Wirayudha melompat mengikuti Nini Sangga di belakangnya, pengunjung-pengunjung kedai yang sedang menikmati hidangan pun berhenti melakukan aktifitasnya, mereka pun merasa kaget. Beberapa dari mereka adalah para prajurit Mataram, sehingga kemudian mereka pun ikut mengejar keluar.
__ADS_1
Tak lama kemudian berloncatanlah beberapa orang dari ketinggian pohon mengepung mereka berdua. terdengar suara berat di belakang orang-orang yang mengelilingi Nini Sangga geni dan Wirayudha, "Hakh...hakh...hakh...ternyata mudah sekali memancing ikan di kolam yang airnya keruh!" Nini Sangga geni menyadari, yang di maksud ikan oleh orang tersebut adalah dirinya dan Wirayudha. kemudian orang itu maju menyeruak , mendekati Nini Sangga geni dan Wirayudha. "Hmm, Nisanak kau punya nyali sekali, setelah apa yang kau lakukan terhadap rombongan Pangeran Adiraja, kau malah menjual tampangmu di sini", setelah berkata demikian meluncur serangan tendangan ke arah Nini Sangga, Wuugh....desh....tendangan itu di tepis oleh pukulan Nini Sangga yang menyamping, "Haakh...hakh...hakh...ternyata kau punya kemampuan nisanak!"...tahan pukulan kelelawar beracunku!", "Hiaaath....Jebh...jebh...dua pukulan yang mengandung hawa beracun meluncur ke muka, asap hitam keluar dari kedua lengannya mengurung Nini Sangga, mendapat serangan itu Nini Sangga melompat tinggi menghidari pukulan, di lanjutkan dengan kepakan kedua tangannya yang mengeluarkan asap putih membuyarkan asap hitam yang tadi menyerangnya. Melihat gurunya di serang seperti itu, Wirayudha melompat mengarahkan kedua tangannya yang berisi tapak geni dengan kekuatan penuh, "Hiaaaath.....dhuaarh....tepat mengenai punggung, "kurang ajar! bocah kau berani menyerangku!" sambil posisi berdirinya terdorong tiga depa ke depan. Wirayudha merasa kaget, ternyata Tapak geninya tidak berpengaruh yang besar. "bocah, pantangan bagiku melayanimu, apa kata dunia, jika mereka tahu Ki Pralaya melayanimu bermain - main. "Ringkus bocah ini, aku akan membunuh biangnya dulu!" kemudian ia berbalik bersiap menyerang Nini Sangga geni kembali, Wirayudha tidak di diamkan menonton, ia mendapatkan hujan serangan-serangan dari pengeroyoknya.
__ADS_1