Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Ksatria Parangtritis


__ADS_3

"Wira, sepertinya sangat langka pemuda yang mempunyai kemampuan kanuragan sepertimu, sudah saatnya kau mendarma baktikan dirimu untuk menolong sesama!" Ki Bondan menepuk bahu cucu terkasihnya.


"Benar Wira! sudah saatnya pula kau mencari keberadaan Ayahandamu, yang sekarang ini entah kemana!" Nini Sangga geni ikut menimpali pembicaraan mereka.


Mereka berlima kemudian pulang ke Pondok gantung yang berada di dalam Hutan Bakau, di sanalah sebelumnya Pasukan Badai, Pasukan Topan, dan Pasukan Guntur berada. Ke tiga pasukan andalan itu tetap masih berlatih walaupun tidak ada peperangan, mereka di bagi menjadi beberapa divisi yang kini bertugas menjadi pengawal beberapa usaha ekspedisi yang di kelola oleh Ki Bondan Wiratama dan sebagian masih melakukan perdagangan antar pulau.


Setelah sampai di salah satu rumah yang paling besar, merekapun kemudian berpencar ke kediaman masing-masing untuk beristirahat, kecuali Ki Bondan Wiratama dan Wirayudha. Terlihat mereka duduk berhadapan di tengah-tengah kediaman Ki Bondan.


"Eyang, saat aku melihat wajahmu sepertinya ada sesuatu yang penting untuk di sampaikan kepadaku! benarkah?" Ki Bondan langsung tersenyum melihat Wiratama yang duduk bersila di hadapannya "Ngger, ternyata bukan hanya kanuraganmu saja yang berkembang pesat, ternyata olah kebatinanmu kini semakin kuat!, memang benar ada sesuatu hal yang penting, yang ingin Eyang sampaikan kepadamu!"


"Tiga malam berturut-turut Eyang memimpikan Romomu Wira!... jika ini memang bunga tidur, tidak mungkin datang secara berturut-turut selama Tiga hari, Eyang yakin ini adalah petunjuk dari yang Maha Pencipta. "Ceritakanlah eyang! aku akan mendengar, dan akan melaksanakan petuahmu!"

__ADS_1


"Aku bermimpi, romomu di kelilingi oleh lautan darah, dan terjatuh ke lembah yang bernama Lembah Nirbaya, "Lembah Nirbaya? di manakah itu Eyang?" Ki Bondan kemudian mengambil pisau dan mempergunakannya untuk membuat sebuah peta di atas permukaan kulit binatang, "Di sinilah letaknya Lembah Nirbaya itu Wira! berada di sebuah pulau yang bernama Pulau Donan atau Pulau Nusakambangan."


"Perlu engkau ketahui Wira, tujuan pertamamu adalah menjemput romomu, berhati-hatilah!...karena menurut informasi yang ku terima, di sana sekarang ini sedang berkumpul tokoh-tokoh sakti untuk memperebutkan sebuah tanaman langka yang bernama "Kembang Wijaya kusuma" kau tidak perlu ikut untuk memperebutkannya, aku ulangi! tujuan utamamu adalah menyelamatkan Romomu!"


"Aku mengerti Eyang! aku akan melaksanakan semua titahmu!"


"Kau akan di dampingi oleh Ki Sawung! aku mempercayaimu untuk terjun di dunia pendekar Wira! sekaligus untuk menggali pengalaman hidup! tunggulah sebentar!" Ki Bondan kembali ke dalam biliknya dan keluar dengan membawa sesuatu yang di bungkus kain putih.


Wirayudha menerima Tombak Cidro dengan kedua tangannya kemudian mencium kedua mata tombak tersebut.


"Bbbbrrrrhhh....pondok kediaman Ki Bondan bergetar sesaat setelah Wirayudha memegang Tombak tersebut.

__ADS_1


Tanpa di sadari oleh Wirayudha tubuhnya bergerak, meloncat keluar ruangan.


"Hiaaath...Ddrrrh...Drrhhh...dengan kedua matanya yang terpejam, Wirayudha memainkan tombak "Cidro", tombak itu di putarnya mengelilingi tubuh, bergumpal asap hitam menyeruak dari batang tombak mengelilingi tubuh Wirayudha.


Tubuhnya berkelebat kesana kemari dengan gerakan tusukan dan putaran, setiap tombak itu bergerak, asap-asap hitam menyebar memapas daun-daun bakau dan merontonkannya tanpa melukai batang pohon Bakau tersebut. setelah sekian lama bergerak mengikuti gerakan dari keinginan Tombak, akhirnya tubuh Wirayudha tegak berdiri kembali.


Asap hitam seperti terhisap masuk ke dalam mata tombak.


"Hebattt Nggerrr..! kau tidak perlu waktu selama tiga hari untuk menguasai Tombak itu! kau sekarang sudah mampu menguasainya!"


Ki Bondan meloncat mendekati pohon Bakau yang daunnya telah rontok, kemudian ia menyentuh batang pohon Bakau tersebut, batang pohon yang semula terlihat utuh kini hancur menjadi debu hitam.

__ADS_1


__ADS_2