
Kita kembali dulu pada pertarungan di dekat gerbang utama. Pertarungan antara para prajurit dan para perompak masih berjalan seimbang.
Pun demikian dengan yang terjadi antara Rakyan dan Wirayudha, Rakyan tidak menyangka sama sekali, kemampuan Wirayudha ternyata dapat memgimbanginya. Dia yang sebelumnya menganggap remeh terhadap bocah yang bertarung dengannya, kini harus mengeluarkan seluruh kemampuan bertarungnya.
Pengalaman bertarung yang ia dapatkan selama puluhan tahun, membuatnya masih bertahan dengan serangan-serangan Wirayudha.
Setahap demi setahap, Wirayudha semakin menaikan tensi pertarungan, membuat Rakyan merasa bertarung dengan lawan yang silih berganti dan mempunyai kemampuan semakin lama semakin bertambah berat.
Keringat deras mulai membasahi tubuhnya, "Hiaaath...Sraaap!" Rakyan mencoba melepaskan diri dari pertarungan, tubuhnya meloncat mundur lima tombak ke belakang, "Anak muda! siapa kau sesungguhnya?"
"Hmm...Orang tua tidak perlu kau sungkan, jika ingin menarik nafas! aku akan menunggumu!" Wirayudha mengetahui kelelahan yang di alami oleh lawannya, membuat sindirannya menghunjam dan membangkitkan keangkuhan Rakyan.
Walaupun memang benar-benar tubuhnya di landa kelelahan, tetapi ke angkuhan Rakyan tidak bisa menerima ejekan dari Wirayudha.
__ADS_1
"Hiiiaaaath...Swittth...Swiiith...Blarh!...Blaaarh! seluruh tenaga dalamnya dia alirkan ke bilah pedang yang kini di genggam dengan kedua tangannya, "Setiap tebasan pedang Rakyan menimbulkan gemuruh yang keras dan menimbulkan kerusakan yang besar.
Tubuhnya melesat dengan kecepatan yang hebat, sembari terus menerus menebaskan pedangnya ke segala arah, ke semua bagian penting tubuh Wirayudha.
Kali ini Wirayudha tidak hanya mau bertahan, tubuhnyanya pun menyongsong serbuan Rakyan, kecepatan Wirayudha mengimbanginya, dengan putaran tombak bermata duanya, Wirayudha menggempur celah-celah kelemahan jurus-jurus dari Rakyan yang di perlihatkannya.
Tubuh Wirayudha sekejap menghilang dan sekejap muncul kembali dengan serangan-serangan ganasnya.
Aji Tembus Bumi pun kini di peragakannya dengan sempurna, "Srraaap....Sraaaph! Bruussh!"
"Trraaang!!! terjadi benturan pedang dengan tombak untuk kesekian kalinya, tetapi ada yang berbeda pada benturan kali ini, Rakyan tidak dapat menggerakan pedangnya kembali, karena pedangnya menempel pada batang tombak dan tidak bisa di gerakan.
"Aaarkh...Apa yang kau lakukan?" teriakan Rakyan terdengar manakala merasa tenaga dalamnya tersedot, seakan mengalir dengan cepat melalui pedangnya.
__ADS_1
"Grrrrh....ini adalah hisapan Naga Langit, semua tenaga dalammu akan musnah sebentar lagi!" geraman Wirayudha terdengar keras.
Dengan rasa putus asa di hatinya, kemudian Rakyan berteriak memerintahkan anak buahnya, "Setan Alas! serang tubuhnya dengan senjata kalian!"
Para perompak yang sedang bertempur dengan para prajurit Mataram, sebagian meninggalkan lawannya untuk menyerang Wirayudha, berpuluh pedang dan tombak kemudian berlomba-lomba menusuk tubuh Wirayudha, "Hiaaaath...Hiaaath...Praaang...Praang...!"
Pakaian Wirayudha terbabat pedang dan tusukan tombak, membuatnya sobek di sana sini tetapi tidak dengan tubuhnya, pedang dan tombak yang mengenai tubuhnya patah berantakan dan.membuat pemiliknya masing-masing terpental jatuh.
Sekarang semuanya menyaksikan dengan jelas, tubuh Wirayudha yang tanpa baju, ternyata bukan tubuh biasa, karena jelas di sana terlihat sisik-sisik ular yang melapisinya bukan kulit sebagai mana mestinya.
"Kraaaaakh!... Wajah Wirayudha pun kini di lapisi sisik ular naga, membuat semua yang menyaksikan beringsut mundur.
"Hiiiat..Hiiaaath..Jraaash..Jraaash...Crrokh!" Tubuh Rakyan yang jatuh lemas karena terhisap tenaga dalamnya, jatuh berlutut dan menerima tusukan dan tebasan tombak Cidro beberapa kali.
__ADS_1
Tubuhnya tergelimpang dengan banyak luka yang menganga, akibat dari tusukan tombak dari Wirayudha.