Badai Di Gunung Ciremai

Badai Di Gunung Ciremai
Pertarungan Pendekar II


__ADS_3

Eyang Padasukma baru merasakan kepuasan bathin saat ini, ia mempunyai kesempatan mengeluarkan jurus-jurus dan aji simpanannya, selama ini di lereng Merapi olah tubuh sering di lakukannya untuk meningkatkan kemampuan kanuragan. tetapi tidak pernah sekalipun di pergunakan untuk bertarung dengan lawan.


Tubuh eyang Padasukma melompat tinggi, saat tubuhnya di udara kedua tangannya mengembang seperti kedua sayap burung, sanggul rambutnyapun lepas, dari kedua tangan dan kedua kaki nya keluar bara api yang berwarna biru, saat di pukulkan dan di tendangkan ke arah tubuh Wiratama, bara api itu seperti lepas dan mengejar. "Dhuaaarh....dhuaaarh.....Wiratama meloncat berulang kali ke samping maupun ke belakang untuk menghindari cahaya pukulan dan tendangan dari Eyang Padasukma, kemudian Wiratama membungkuk ke tanah dan menolakan kaki dan kedua tangannya ke bawah gerakan itu mirip seekor harimau yang akan melompat menyergap mangsanya. Tubuh Wiratama meluncur ke atas, dengan posisi kedua tangannya memukul mengarah ke tubuh Eyang Padasukma, "Brakh...brakhhh....terjadi benturan saat keduanya melayang, benturan serangan itu membuat Eyang Padasukma kembali mendarat ke bawah dan Wiratama pun menginjakan kakinya kembali ke tanah.


"Aku tak mengira kau seperkasa ini muridku!" sanjungan keluar dari mulut Eyang Padasukma, "ini adalah ilmuku yang paling pamungkas! bersiaplah kembali Wiratama!" Wiratama mengawasi semua gerakan eyang Padasukma, bersiaga dan penuh ke hati - hatian.

__ADS_1


"Kroaaargh......Tubuh eyang Padasukma di selimuti bara api yang biru, matanya mencorong dengan pandangan yang mengerikan, saat kedua tangannya memdorong, gumpalan bara api yang besar melesat dengan cepat membentur tubuh Wiratama yang terlambat untuk menghindar karena sangat cepatnya gumpalan bara api itu meluncur....Blarrrrhhhhh....tubuh Wiratama terlempar puluhan tombak...terkena ajian "Lahar Merapi" .tubuh itu tergeletak agak jauh dari eyang Padasukma, terlihat hitam dan gosong tak ada tanda-tanda kehidupan lagi.


Eyang Padasukma terhenyak, kesadarannya seketika kembali ia melompat dengan maksud untuk menolong muridnya.


Tetapi lompatannya di sambar sebuah benda yang dengan keras membentur dirinya, karena eyang Padasukma sedang berkurang kewaspadaan sambaran itu membuat dirinya jatuh ke bawah, "Graaaum....grrrhhhhh,

__ADS_1


Tatapan eyang Padasukma tidak hanya itu, enam ekor harimau terlihat sedang mengelilingi tubuh Wiratama yang terbujur di tanah, kemudian mendekat dan menciuminya, seluruh tubuh Wiratama terlihat di jilati enam ekor harimau tersebut. setelahnya, mereka berjalan mendekat ke arah harimau yang sedang berhadapan dengan eyang Padasukma, "Graaaumhhhh...Harimau yang berukuran paling besar melompat, menerjang Eyang Padasukma, kedua kaki depannya mencoba mencengkeram dan melakukan sambaran. "Haiikh..tubuh eyang Padasukma mengelak, menghindari sambaran itu, kemudian dengan cepat melakukan pukulan dan tendangan ke arah tubuh yang menyerangnya, Blarrrh...blarrh....,pukulan dan tendangan itu tepat mengenai tubuh Harimau itu.


"Graaummmh...aumannya menggelegar, pukulan dan tendangan itu tak membuat Harimau tersebut terluka, tubuhnya mulai di bungkukan menarik ke belakang pertanda akan ada serangan ke arah eyang Padasukma, kembali eyang Padasukma menggunakan ajian "lahar merapi" tubuhnya kembali di selimuti bara api, gumpalan-gumpalan bara api melabrak Harimau tersebut..."bhummmmh.....tubuhnya terpental ke belakang, bergulingan, terlihat ia kembali berdiri dengan mulut yang menyeringai, "Graaaaumhhh......lompatan di sertai sambaran mengarah ke tubuh Eyang Padasukma, Dhuaaarh.....sambaran kaki depan Harimau itu mengenai dada Eyang Padasukma....Argggkhhh.....hoeekh.....darah kental hitam termuntahkan dari mulutnya, "Arrrgh....pukulan Harimau itu bisa menembus benteng lahar merapiku, hewan jejadian apa ini..?"


Saat tujuh Harimau itu mendekat bersamaan ke arah Eyang Padasukma, terdengar teriakan yang keras, "Lodaya....jangan kau lanjutkan serangan kalian dia guruku!" masih dalam keadaan sakit, Eyang Padasukma membuka kedua matanya dengan rasa terkejut yang luar biasa, ia melihat Wiratama berdiri, tubuhnya sudah pulih, hanya pakaiannya saja yang hancur, membuat tubuh Wiratama setengah telanjang, kemudian Wiratamapun mendekat ke arah tujuh ekor Harimau yang kini mengelilingi Eyang Padasukma.

__ADS_1


"Eyang, maafkan atas kekecewaanmu padaku, lalu ia berlutut di hadapan eyang Padasukma, tak lama kemudian bangkit kembali dan mengelus kepala-kepala harimau itu "Lodaya....mari kita pergi!", aku manusia kotor yang penuh dengan dosa, berbeda dengannya yang selalu penuh kelembutan dan selalu menjaga hatinya tetap suci, kita tak pantas berdekatan dengannya!" Kaki Wiratama melangkah menjauh di iringi tujuh harimau yang mendampinginya. Eyang Padasukma merasa tersindir, ada rasa malu dan sesal .


__ADS_2