
Larasati dan Putri Retno Ningsih semakin akrab, mereka bercengkerama sambil berjalan berdampingan di sekitar Keputren.
Malam semakin larut, tetapi percakapan antara Panglima Mandala Putra dengan Juragan Sabdo seakan tiada habis, maklum keduanya adalah sahabat karib sejak masih kanak-kanak, suasananya penuh kehangatan saat bercakap tentang masa-masa keakraban mereka terdahulu.
Tetapi tidak dengan Larasati, semakin larut godaan untuk memiliki wujud Putri Retno Ningsih semakin kuat, akhirnya tanpa ragu ia mulai menjalankan siasatnya. "Tuan putri, lihat! ternyata malam ini adalah purnama, betapa indah sinarnya, bisakah kita duduk di tepian kolam disana?", "Benar Diajeng, mari kita kesana! akupun ingin melihat pantulan sinar purnama di air kolam itu!", kemudian mereka melangkah semakin menjauh dari prajurit-prajurit penjaga gerbang yang menjaga gerbang Keputren.
"Tuan putri, bolehkah aku menggenggam tanganmu? aku ingin tahu, bagaimana halusnya kulit para bangsawan", "Ah Diajeng kau ada-ada saja, apa bedanya kulitku dengan para gadis-gadis Mataram?", "Hi...hi..hi pastinya beda tuan putri, dayang-dayangmu banyak yang selalu melayanimu, tidak seperti aku semuanya serba sendiri untuk melakukan apapun!"
__ADS_1
Perlahan namun pasti, Larasati menggenggam tangan Putri Retno Ningsih, sesaat kemudian Putri Retno Ningsih menjerit keras saat tangan Larasati seperti terasa menghisap, "aaaakh....apa yang kau lakukan Diajeng?"...darah terasa mengalir ke sela-sela jarinya, tetapi sebelum semuanya terlambat, terlihat sebuah bayangan dari atas benteng terlihat berkelebat menyerang Larasati, "Hiaaath.....blarh...blarh, tubuh Larasati dan Putri Retno Ningsih terpental oleh serangan dari Ki Sampang, "Iblis betina, apa yang kau lakukan terhadap putri Junjunganku?" Larasati yang jatuh kemudian terbangun, "kurang ajar kau! siapa kau berani mencampuri urusanku?"
Karena ada suara benturan keras dan suara teriakan, Panglima Mandala Putra dan Juragan Sabdo beserta beberapa prajurit berlari mendekati, akhirnya mereka mengelilingi Larasati dan Putri Retno Ningsih yang masih terbaring di tanah.
"Wiraguna apa yang kau lakukan kepada putriku?", Panglima Mandala Putra berteriak keras kepada Ki Sampang, "maaf Gusti! perempuan ini bukan manusia yang sesungguhnya, ia berniat akan mencelakai Tuan putri!", akhirnya semua yang berada disana melihat semua ke arah Larasati termasuk Juragan Sabdo.
Larasati yang merasa terdesak, merubah wujudnya menjadi Dewi Pramudita, karena memang dia telah memulihkan kekuatannya yang terdahulu. "Hiaath....desh...desh....brakh.. sosoknya terbang meluncur dan menyerang Ki Sampang, setelah terkena serangan tersebut tubuh Ki Sampang terlempar membentur tembok batas. Panglima Mandala Putra meloncat menyerang dengan tongkat besinya, putaran tongkat besi itu bergulung, meluncur ke tubuh Dewi Pramudita " Hiaath....wush...wush.., tongkat itu memang dengan tepat membabat tubuhnya, tetapi tubuh Dewi Pramudita seperti kosong tanpa raga, beberapa kali serangan tongkat Panglima Mandala Putra mengenainya, semuanya luput seperti memukul ruang hampa.
__ADS_1
Graaaumh.....Ki Sampang dan Tujuh bayangan Harimau berbarengan meloncat ...Sraaakh....sraakh....cabikan-cabikan mereka mengenai beberapa bagian tubuh Dewi Pramudita.
Kali ini Dewi Pramudita berusaha menghindar karena cakaran-cakaran Harimau dari Aji Macan Lodaya terasa panas olehnya.
"Ternyata kaupun seorang siluman!" tangan Dewi Pramudita mengembang, kemudian jari-jarinya terbuka dan di hentakan ke depan berulang kali, "Hiaaaath.....Blaarhh....blarrrh...blarhh....sinar-sinar hitam meluncur dari jari-jarinya menghantam Tujuh ekor Harimau yang sedang mengurungnya, hantaman sinar ternyata dapat melukai bayangan Harimau, membuat ke Tujuh Harimau itu makin menyusut.
Melihat keadaan Harimaunya, Ki Sampang berlaku nekad menerjang ke arah tubuh Dewi Pramudita, kedua tangannya berusaha mencakar, Dewi Pramudita menyadari cakaran itu dapat melukainya, maka dari itu ia pun mengelak dengan melompat ke atas sekaligus mengibaskan lengan kanannya ke arah Ki Sampang, "Haiiik...wussh....dhuaaarh, tubuh Ki Sampang kembali terlempar...."Aaargggk....hoeekh....ia jatuh berlutut dan memuntahkan darah segar.
__ADS_1
Melihat keadaan Ki Sampang yang tumbang, Panglima Mandala Putra, mengempos tenaga dalam ke perutnya, dan mengeluarkan Aji pukulan Semeru yang panas, " Hiaaath....blaaarh....sinar dari aji pukulan Semeru mengenai dada Dewi Pramudita, yang membuatnya tersurut ke belakang sepuluh tombak, "Arrrgh.....tidak ku sangka kekuatannya bisa melukai tubuhku.
Kemudian Dewi Pramudita melompat ke arah Putri Retno Ningsih yang masih terbaring, tangannya menarik rambut Putri Retno Ningsih dan mengangkatnya ke atas, "Satu langkah kalian maju, kepalanya akan terpisah!"